Monday, 10 September 2018

Ngonthel tiap minggu pagi

adipraa.com - Empat bulan ga ngeblog, giliran nulis jadi bingung! Eh, ini kan status dari salah satu sahabat saya yang ditulisnya di pesbuk. Status dari emak blogger yang nge-hits ini mengintrospeksi diri sendiri untuk kembali menulis di blog yang pageview-nya telah merosot jauh. Yah, meskipun yang ditulis juga ringan-ringan aja. Yang penting nulis. Mengutip quote yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

Nah, sekarang saya mau membahas tentang aktiviti bersepeda yang saya coba rutinkan setiap seminggu sekali. Yap, bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga murah meriah dan bisa juga untuk rekreasi.
Sepeda Onthel | adipraa.com
Sepeda Onthel

Setiap minggu pagi, saya kayuh sepeda berkeliling kota Jogja untuk mencari keringat. Sepeda yang saya pakai adalah sepeda onthel yang dibeli pada akhir bulan Juli lalu di sebuah bengkel sepeda daerah Moyudan Sleman. Sepeda onthel model jengki laki ini saya beli dengan harga yang cukup murah, yaitu sebesar 650 ribu rupiah. Kemudian saya lengkapi beberapa part-nya agar makin demes tampilannya.
Pintu Masuk Benteng Vredeburg | adipraa.com
Pintu Masuk Benteng Vredeburg

Dan di pertengahan bulan Agustus kemarin saya mulai pakai sepeda ini untuk sepedaan tiap minggu pagi. Di hari minggu kemarin (9/9), saya mencoba gowes ke Malioboro dari ujung ke ujung. Kemudian istirahat sejenak menikmati suasana pagi di Titik Nol Jogja.
Titik Nol Jogja | adipraa.com
Titik Nol Jogja

Di Jogja itu hampir setiap hari bisa melihat orang bersepeda, apalagi kalau hari libur. Karena bersepeda merupakan olahraga yang banyak diminati masyarakat. Banyak komunitas sepeda yang berkembang di daerah istimewa tersebut. Kalau sepeda onthel sendiri, komunitasnya yang saya tau ada J.O.C, Podjok dan Papikoe. Sebenarnya masih banyak lagi, namun yang saya tau baru itu saja.

Saya sendiri mencoba merutinkan berolahraga dengan bersepeda untuk menjaga kesehatan. Seperti yang telah tertuang pada Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan oleh pemerintah guna membudayakan pola hidup sehat. Salah satu fokus kegiatannya yakni melakukan aktivitas fisik.

Dengan melakukan aktivitas fisik, termasuk bersepeda, akan membuat tubuh kita memproduksi hormon dopamin yang dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stres, atau bahkan depresi yang dialami. Jadi, selain menjaga stamina, bersepeda juga bermanfaat untuk mengurangi stress gaes! Yuk ngonthel tiap minggu pagi. Semangaaaat!

Saturday, 18 August 2018

Malam Tirakatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73

adipraa.com - Seperti yang telah diketahui bersama, bulan ini merupakan bulan yang bersejarah dimana pada tanggal 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Segudang kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI pastinya mewarnai setiap daerah di seluruh penjuru tanah air.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada peringatan ke-73 tahun Kemerdekaan RI ini di daerah tempat tinggal saya, juga memiliki beragam kegiatan. Salah satunya adalah acara "Malam Tirakatan". Kalau pada tahun sebelumnya diagendakan di masing-masing RT, malam tirakatan tahun ini digelar di tingkat RW. 

Malam tirakatan keluarga besar RW. 02 Perumnas Minomartani dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini digelar di depan Balai RT. 08. Di tempat inilah seluruh warga RW. 02 berkumpul bersama mengikuti acara demi acara yang telah dipersiapkan pada malam itu. Tak hanya diikuti oleh orang dewasa saja melainkan juga remaja dan anak-anak. Guyub rukun...
MC Membuka acara Malam Tirakatan | adipraa.com
MC Membuka acara Malam Tirakatan

Dibuka oleh Mbak Diaz selaku MC pada malam itu, kemudian malam tirakatan pun diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Dipimpin oleh Ibu Susilowati, menyanyikan Lagu Indonesia Raya berjalan dengan khidmat.
Tarian Daerah | adipraa.com
Tarian Daerah
Permainan Biola | adipraa.com
Permainan Biola
Tembang Macapat | adipraa.com
Tembang Macapat

Ada beberapa pementasan seni persembahan warga RW. 02 yang memeriahkan acara pada malam itu. Dimulai dari aksi permainan biola, tarian daerah hingga tembang macapat menghiasi acara Malam Tirakatan HUT Kemerdekan RI ke-73.
Pemenang Lomba Menyanyi Lagu Wajib Nasional | adipraa.com
Pemenang Lomba Menyanyi Lagu Wajib Nasional
Pemenang Lomba Kebersihan Lingkungan | adipraa.com
Pemenang Lomba Kebersihan Lingkungan

Di Malam Tirakatan ini, diumumkan pula para pemenang lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya. Lomba-lomba tersebut antara lain ada lomba menghias sepeda, lomba menyanyi anak, lomba kebersihan lingkungan dan lomba olahraga (Catur, bulutangkis dan tenis meja). Khusus untuk lomba kebersihan lingkungan, hadiah yang diberikan cukup menarik, yakni berupa perkakas seperti sekop, pacul dan lain sebagainya.
Pemotongan tumpeng oleh Ketua RW. 02 | adipraa.com
Pemotongan tumpeng oleh Ketua RW. 02

Tak ketinggalan, tradisi pemotongan tumpeng menjadi salah satu agenda yang dilaksanakan pada acara Malam Tirakatan. Tumpeng yang dilengkapi ingkung ayam utuh tersebut kemudian dipotong oleh Ketua RW. 02 sebagai perwakilan sesepuh warga dan kemudian diberikan kepada perwakilan remaja.
Prof. Dr. Pramono | adipraa.com
Prof. Dr. Pramono

Usai pemotongan Tumpeng, seluruh warga yang hadir di malam tirakatan kala itu bersama-sama menikmati "dahar kembul" sembari ngobrol santai bersama Prof. Dr. Pramono. Beliau membagikan pengalaman dengan bercerita tentang "Perjuangan Masa Lalu, Kini dan Esok".
Pemutaran film bertemakan perjuangan | adipraa.com
Pemutaran film bertemakan perjuangan

Di akhir acara Malam Tirakatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73, warga RW. 02 dihibur dengan pemutaran film bertemakan perjuangan yang merupakan karya dari salah satu warga RW. 02. Mungkin karena jadwal pemutaran filmnya ditaruh di paling akhir, jadinya yang nonton sedikit. Banyak warga terutama yang sudah sepuh pulang ke rumah masing-masing setelah acara ditutup terlebih dahulu.
Kepoin kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI lainnya disini: Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, RW 02 Minomartani Gelar Jalan Sehat
Itulah salah satu kegiatan di wilayah RW. 02 Minomartani di bulan Agustus tahun ini. Tradisi malam tirakatan yang digelar di malam 17 Agustus dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73. Tentang semangat pejuangan yang telah dilakukan para pendahulu untuk mewujudkan kemerdekaan indonesia. Semangat yang harus ada dan terpatri di dalam hati warga Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kobarkan semangat persatuan. Merdeka!

Monday, 13 August 2018

Tancap Gas Mengurus Kartu Identitas Anak (KIA)

adipraa.com - Sejak ditetapkannya aturan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) yang tertuang dalam Permendagri No. 2 Tahun 2016, baru kali ini (18/7) saya mengurus kartu tersebut untuk anak lanang. Seperti yang sudah diketahui secara luas bahwa mengurus KIA atau Kartu Identitas Anak sifatnya adalah wajib. Karena kartu ini sama fungsinya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), hanya saja peruntukannya bagi anak yang berusia 17 tahun ke bawah. Sebagai warga negara yang baik, kiranya saya harus segera mengurus kartu tersebut untuk anak lanang. Meskipun telat. Hohoho

Mumpung lagi cuti, setelah ternak teri alias nganter anak nganter istri, cuzz lanjut tancap gas menuju Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman. By the way, sudah tahu lokasinya belum gaes? Alamatnya di Jl. KRT. Pringgodiningrat No. 03 Beran, Tridadi, Sleman, D.I. Yogyakarta. Dari perempatan Denggung jalan saja ke arah barat, lokasinya berada di utara jalan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman | adipraa.com
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman

Mungkin karena berangkatnya mruput, sampai lokasi sekitar pukul delapan pagi, setelah ambil nomor antrian dapat nomor urut 27 (Dua puluh tujuh) dan mengisi Formulir Permohonan Penerbitan Kartu Indentitas Anak (KTA), tak berselang lama sudah dipanggil di Loket 2.
Formulir Permohonan Penerbitan & Tanda Bukti Penerimaan | adipraa.com
Formulir Permohonan Penerbitan & Tanda Bukti Penerimaan

Nah, di Loket 2 ini saya diminta oleh petugas untuk mengumpulkan persyaratan mengurus Kartu Indentitas Anak (KIA), antara lain:
  • Akta Kelahiran Asli dan Fotokopinya;
  • Kartu Keluarga (KK) Asli dan Fotokopinya;
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) Orang Tua (Ayah + Ibu) Asli dan Fotokopinya;
  • Foto Berwarna ukuran 3x4 (2 lembar) - Khusus untuk anak usia 5 Tahun ke bawah tidak perlu.

Usai dilakukan pengecekan berkas persayaratan oleh petugas, kemudian berkas yang asli dikembalikan bersama dengan Tanda Bukti Penerimaan. Saya pun diarahkan ke Loket 4 untuk mengisi Buku Register Permohonan Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).
dukcapil.slemankab.go.id | adipraa.com
dukcapil.slemankab.go.id

Terakhir, saya diminta untuk selalu mengecek tanggal pengambilan KIA di website dukcapil.slemankab.go.id. Saya kira bisa langsung jadi, ternyata ada daftar tunggunya ya. Saya lihat di websitenya Dukcapil Sleman, tepatnya di postingan yang berjudul "Pengumuman Pengambilan KIA Reguler", rata-rata menunggu sekitar 6-7 bulan lamanya terhitung dari tanggal pengajuan. Dan data terakhir baru sampai tanggal pengajuan 05 April 2018. Kalau tanggal 18 Juli 2018, kemungkinan tanggal pengambilannya sekitar bulan Januari 2019. We o we, lama juga ya!

Okey, saya tunggu aja update pengumuman pengambilan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan sabar. Saya yakin dibalik pengumuman yang lama itu, terdapat kerja keras dari para petugas yang memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tancap gas, semangaaaat! FIN.

Monday, 30 July 2018

Reuni "04 Mania Mantap" di Kampung Flory Sleman

adipraa.com - Yang berat itu rindu. Apalagi jika ada acara reuni, bertemu dengan kawan lama yang sudah sekian tahun tak bersua. Pasti ikut kalau waktunya tepat dan bisa diusahakan. Minggu pagi (29/7), saya dan keluarga siap dengan dresscode warna biru. Kami siap bergabung bersama teman-teman Alumni Rekam Medis (Rekmed) UGM angkatan 2004. Yup, Rekmed UGM 04 memang sering mengadakan reuni dengan konsep acara yang menarik tiap tahunnya. Dan acara reuni tahun ini diadakan di Kampung Flory Sleman dengan tema "04 Mania Mantap".
Reuni "04 Mania Mantap" di Kampung Flory | adipraa.com
Reuni "04 Mania Mantap" di Kampung Flory

Sekitar pukul sembilan, sesampainya di Kampung Flory Sleman, tampak teman-teman Rekmed UGM 04 sudah berkumpul di dalam pendopo yang disetting dengan atribut dominan biru.
Atribut serba biru di Reuni 04 Mania Mantap | adipraa.com
Atribut serba biru di Reuni 04 Mania Mantap
Bernyanyi bersama di Reuni |04 Mania Mantap" | adipraa.com
Bernyanyi bersama di Reuni "04 Mania Mantap"

Acara reuni pun dimulai, para junior alias anak-anak dari bapak-ibu Alumni Rekmed 04 diajak maju ke depan untuk bernyanyi bersama di dalam pendopo. Setelah itu doorprize dibagikan dengan konsep yang fun. Anak-anak diminta untuk mengambil kertas bertuliskan nama-nama hewan, kemudian mengambil gambar hewannya yang digantung di ranting pohon untuk ditukarkan hadiah yang sudah dipersiapkan. Jangan khawatir, semua dapat hadiahnya. Anak lanang yang ragu untuk maju ke depan karena malu tetep dapat hadiah.
Berfoto Bersama keluarga besar Rekmed UGM Angkatan 2004 | adipraa.com
Berfoto Bersama keluarga besar Rekmed UGM Angkatan 2004

Usai pembagian doorprize, kami pun berfoto bersama sebelum diajak jalan-jalan berkeliling menikmati suasana di Kampung Flory Sleman. Eksyen di depan kamera, serentak semua berkata, "04 Mania, Mantap!". 
Terapi Ikan di Kampung Flory | adipraa.com
Terapi Ikan di Kampung Flory

Fun tour keliling Kampung Flory dimulai dengan menjajal terapi ikan yang menjadi salah satu fasilitas yang ada di tempat wisata satu ini. Saat kaki dicelup ke kolam langsung diserbu ikan Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii) yang memang sering dipakai untuk terapi ikan. Kalau yang tidak biasa pasti rasanya geli saat ikan-ikan tersebut kontak dengan kaki. Sesekali kaki diangkat karena saya tidak kuat menahan geli. Hohoho.
Terapi Ikan | adipraa.com
Terapi Ikan

Cerita sedikit tentang Kampung Flory yang dijadikan venue reuni "04 Mania Mantap" kali ini. Lokasinya berada di sebelah barat ibukota Kabupaten Sleman. Tepatnya terletak di Dusun Jugang Pangukan, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan luas kurang lebih 4 hektar, Kampung Flory merupakan agrowisata yang mengandalkan sektor perikanan, pertanian dan perkebunan. Sangat cocok digunakan untuk berwisata bersama keluarga karena dilengkapi dengan fasilitas seperti kolam terapi ikan, homestay, rumah makan, kebun buah, tanaman hias, dan masih banyak lagi.
Foto lagi di sela Flora Tour | adipraa.com
Foto lagi di sela Flora Tour
Tanaman Parijotho | adipraa.com
Tanaman Parijotho

Kembali ke fun tour yang menjadi salah satu itinerary acara Reuni "04 Mania Mantap". Setelah selesai menikmati terapi ikan, kami diajak berkeliling melihat kebun tanaman hias. Anak-anak dipandu untuk mengenal dunia flora dengan belajar jenis-jenis tanaman hias yang dibudidaya di Kampung Flory. Salah satu informasi menarik yang diberikan pada saat Flora Tour ini, ada tanaman yang bernama "Parijotho". FYI, jenis tanaman ini dijadikan salah satu corak atau motif batik khas Kabupaten Sleman.
Simak cerita menarik lainnya disini: Sahabat Berbagi: Buka Puasa Bersama 100 Anak Panti Asuhan Dan Dhuafa
Batik Tulis Sleman Sinom Parijotho Salak merupakan kain batik yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Sleman dengan motif berupa elemen tangkai, daun, bunga parijotho, daun salak dan bunga salak. Motif ini salah satunya terinspirasi dari tanaman parijotho yang merupakan tanaman dedaunan yang banyak tumbuh di kawasan pegunungan.
Bermain air di Kampung Flory | adipraa.com
Bermain air di Kampung Flory

Beralih ke kegiatan lain, setelah jalan-jalan mengenal keanekaragaman flora yang ada di Kampung Flory, selanjutnya main basah-basahan. Agendanya adalah outbound dengan beragam game yang menyenangkan. Anak-anak menikmati game-game seru bersama para pemandu di dalam kolam air.
Couple Bridge | adipraa.com
Couple Bridge

Tak hanya anak-anak, teman-teman Alumni Rekmed Angkatan 2004 juga tak luput dari keseruan game ini. Salah satu yang paling seru saat mencoba game yang diberi nama "Couple Brigde", 2 (dua) orang saling berpegangan bahu mencoba berjalan menyamping untuk menyeberangi jembatan tali di atas air. Dibutuhkan kerjasama yang baik supaya tidak jatuh tercebur. Seru banget gaes!
Hey kami! Aku Di sini Bahagia Tanpamu | adipraa.com
Hey kamu! Aku Di sini Bahagia Tanpamu

Howkey, gaes! Itulah cerita keseruan mengikuti Reuni "04 Mania Mantap" yang dilaksanakan di Kampung Flory Sleman. Dan rindu itu pun sejenak terobati. FIN.

Monday, 23 July 2018

Influencer & Blogger Rendezvous, menengok histori bangunan dari The Phoenix Hotel Yogyakarta

adipraa.com - Keabadian, sesuai namanya, itulah harapan dari The Phoenix Hotel Yogyakarta untuk terus selalu berjaya sampai kapanpun. Di tahun 2018, hotel bersejarah peninggalan jaman kolonial Belanda ini memperingati tepat 100 tahun usia bangunan awal hotel berdiri. Dan pada hari minggu (22/7), saya mendapat kesempatan menghadiri undangan acara Influencer & Blogger Rendezvous. Event ini adalah salah satu dari serangkaian acara untuk merayakan peringatan 100 tahun berdirinya The Phoenix Hotel Yogyakarta. Bertajuk Centennial Jubilee "The Story of a Greatness", mengikuti acara ini menjadi pengalaman unik bagi saya dimana mendapat pengetahuan baru mengenai sejarah sebuah bangunan hotel yang menawan.

Centennial Jubilee merupakan sebuah perayaan besar untuk menandai peringatan 100 tahun usia bangunan hotel. Mari kita tengok historinya. Berdiri pada tahun 1918, lokasi bangunan awal yang menjadi cagar budaya ini beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 9 Yogyakarta. Bangunan awal hotel ini terletak di bagian depan dari halaman, lobby hingga sampai di koridor dekat Cendrawasih Meeting Room. Dahulu, bangunan ini adalah kediaman seorang saudagar dari Semarang yang bernama Kwik Djoen Eng. Sampai sekarang, The Phoenix Hotel Yogyakarta konsisten mempertahankan bangunan awal tersebut sesuai dengan aslinya. Karena konsistensinya inilah, hotel bintang 5 (lima) yang masuk dalam koleksi hotel M-Gallery ini mendapat penghargaan dari Yogyakarta Heritage Society.
Hotel Tour Influencer & Blogger Rendezvous | adipraa.com
Hotel Tour

Lewat hotel tour yang menjadi salah satu itinerary dari kegiatan ini, saya bersama teman-teman influencer dan blogger diajak berkeliling mengenal ruang demi ruang dari The Phoenix Hotel Yogyakarta dimana memiliki suasana yang klasik, kaya akan barang-barang antik. Beragam ornamen kerajinan seni yang dipajang menghiasi tiap-tiap sudut ruang hotel ini merupakan perpaduan dekorasi Asia dan Eropa.

Bicara tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Pemerintahan Republik Indonesia sempat dipindah dari Jakarta ke Yogyakarta sekitar tahun 1946 - 1949. Dan hotel ini pun menjadi kantor sementara Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada masa tersebut juga bangunan hotel ini digunakan sebagai kediaman resmi Konsulat China.
Tanggal putar klasik di dalam bangunan hotel | adipraa.com
Tanggal putar klasik di dalam bangunan hotel

Yup, Ir. Soekarno pernah menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia di bangunan hotel ini. Tepatnya di lantai 2 bangunan awal hotel ini, untuk naik ke ruang kantor tersebut dapat diakses melalui tangga putar berbahan besi yang tampilannya sangat klasik. Saat ini, kantor tersebut difungsikan sebagai ruang General Manajer. 
Pohon Tanjung yang ditanam sendiri oleh Bung Karno | adipraa.com
Pohon Tanjung yang ditanam sendiri oleh Bung Karno
Pohon Tanjung yang menjulang tinggi | adipraa.com
Pohon Tanjung yang menjulang tinggi

Tak hanya kantor pemerintahan sementara, Bung Karno juga meninggalkan warisan berupa tanaman jenis Tanjung. Tanaman ini ditanam beliau pada tahun 1951 saat hotel ini berada di bawah manajemen Direktorat Perhotelan Negara dan Pariwisata (Manajemen Natour). Pada saat itu hotel ini bernama Hotel Merdeka. Hingga kini tanaman tersebut terawat dengan baik menghiasi bangunan hotel ini.

Selain "Hotel Merdeka", hotel yang bangunannya berusia 100 tahun ini telah beberapa kali berganti nama. Dimulai dari tahun 1930, seorang businessman Belanda bernama D.N.E Franckle menyewa bangunan hotel ini dan menamainya "The Splendid Hotel". Hingga di tahun 1942, namanya berganti menjadi "Yamato Hotel" saat Jepang menduduki Indonesia. Setelah masa Hotel Merdeka berlalu, Bapak Sulaeman mengambil alih kepemilikan hotel dari Manajemen Natour dan namanya pun resmi berubah menjadi "Phoenix Heritage Hotel". Lagi-lagi nama hotel ini berganti di tahun 2004 menjadi "Grand Mercure Yogyakarta".
Deluxe Room The Phoenix Hotel Yogyakarta | adipraa.com
Deluxe Room The Phoenix Hotel Yogyakarta

Hingga akhirnya di tahun 2009 hotel ini kemudian berganti nama menjadi "The Phoenix Hotel Yogyakarta". Di bawah bendera AccorHotels, hotel ini memiliki 143 kamar, 8 ruang pertemuan, 1 ballroom, kolam renang, spa, fitness center, butik dan cake shop.
Female Puppeteer by Paguyuban Dimas Diajeng Jogja | adipraa.com
Female Puppeteer by Paguyuban Dimas Diajeng Jogja

Usai menikmati hotel tour bersama teman-teman influencer dan blogger, agenda selanjutnya adalah menyaksikan beberapa pertunjukan seni yang dipersembahkan oleh Paguyuban Dimas Diajeng Jogja. Salah satu yang menarik yakni pertunjungan wayang kulit yang dimainkan oleh seorang dalang wanita. Rizki Rahma Nurwahyuni, dalang wanita perwakilan Dimas Diajeng Jogja ini mementaskan cerita pakeliran padat wayang kulit berjudul "Wahyu Cakraningrat". Cerita singkatnya ialah tentang Raden Abimanyu yang sedang mencari wahyu. Menarik, jarang di jaman sekarang ini generasi muda ada yang mau mencintai seni budaya Jawa. Apalagi dalang wanita, langka gaes!
Kepoin cerita reportase event menarik lainnya disini: Melihat Kesenian Jathilan "Roso Tunggal"
Sekian cerita singkat saya mengikuti Influencer & Blogger Rendezvous yang menjadi salah satu agenda menarik dari rangkaian acara Centennial Jubilee "The Story of a Greatness", sebuah perayaan memperingati 100 tahun berdirinya bangunan The Phoenix Hotel Yogyakarta. Sungguh menjadi pengalaman tersendiri bisa mendapatkan informasi sejarah bangunan hotel yang menjadi bangunan cagar budaya di Yogyakarta. Maturnuwun.