Monday, 13 August 2018

Tancap Gas Mengurus Kartu Identitas Anak (KIA)

adipraa.com - Sejak ditetapkannya aturan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) yang tertuang dalam Permendagri No. 2 Tahun 2016, baru kali ini (18/7) saya mengurus kartu tersebut untuk anak lanang. Seperti yang sudah diketahui secara luas bahwa mengurus KIA atau Kartu Identitas Anak sifatnya adalah wajib. Karena kartu ini sama fungsinya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), hanya saja peruntukannya bagi anak yang berusia 17 tahun ke bawah. Sebagai warga negara yang baik, kiranya saya harus segera mengurus kartu tersebut untuk anak lanang. Meskipun telat. Hohoho

Mumpung lagi cuti, setelah ternak teri alias nganter anak nganter istri, cuzz lanjut tancap gas menuju Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman. By the way, sudah tahu lokasinya belum gaes? Alamatnya di Jl. KRT. Pringgodiningrat No. 03 Beran, Tridadi, Sleman, D.I. Yogyakarta. Dari perempatan Denggung jalan saja ke arah barat, lokasinya berada di utara jalan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman | adipraa.com
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman

Mungkin karena berangkatnya mruput, sampai lokasi sekitar pukul delapan pagi, setelah ambil nomor antrian dapat nomor urut 27 (Dua puluh tujuh) dan mengisi Formulir Permohonan Penerbitan Kartu Indentitas Anak (KTA), tak berselang lama sudah dipanggil di Loket 2.
Formulir Permohonan Penerbitan & Tanda Bukti Penerimaan | adipraa.com
Formulir Permohonan Penerbitan & Tanda Bukti Penerimaan

Nah, di Loket 2 ini saya diminta oleh petugas untuk mengumpulkan persyaratan mengurus Kartu Indentitas Anak (KIA), antara lain:
  • Akta Kelahiran Asli dan Fotokopinya;
  • Kartu Keluarga (KK) Asli dan Fotokopinya;
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) Orang Tua (Ayah + Ibu) Asli dan Fotokopinya;
  • Foto Berwarna ukuran 3x4 (2 lembar) - Khusus untuk anak usia 5 Tahun ke bawah tidak perlu.

Usai dilakukan pengecekan berkas persayaratan oleh petugas, kemudian berkas yang asli dikembalikan bersama dengan Tanda Bukti Penerimaan. Saya pun diarahkan ke Loket 4 untuk mengisi Buku Register Permohonan Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).
dukcapil.slemankab.go.id | adipraa.com
dukcapil.slemankab.go.id

Terakhir, saya diminta untuk selalu mengecek tanggal pengambilan KIA di website dukcapil.slemankab.go.id. Saya kira bisa langsung jadi, ternyata ada daftar tunggunya ya. Saya lihat di websitenya Dukcapil Sleman, tepatnya di postingan yang berjudul "Pengumuman Pengambilan KIA Reguler", rata-rata menunggu sekitar 6-7 bulan lamanya terhitung dari tanggal pengajuan. Dan data terakhir baru sampai tanggal pengajuan 05 April 2018. Kalau tanggal 18 Juli 2018, kemungkinan tanggal pengambilannya sekitar bulan Januari 2019. We o we, lama juga ya!

Okey, saya tunggu aja update pengumuman pengambilan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan sabar. Saya yakin dibalik pengumuman yang lama itu, terdapat kerja keras dari para petugas yang memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tancap gas, semangaaaat! FIN.

Monday, 30 July 2018

Reuni "04 Mania Mantap" di Kampung Flory Sleman

adipraa.com - Yang berat itu rindu. Apalagi jika ada acara reuni, bertemu dengan kawan lama yang sudah sekian tahun tak bersua. Pasti ikut kalau waktunya tepat dan bisa diusahakan. Minggu pagi (29/7), saya dan keluarga siap dengan dresscode warna biru. Kami siap bergabung bersama teman-teman Alumni Rekam Medis (Rekmed) UGM angkatan 2004. Yup, Rekmed UGM 04 memang sering mengadakan reuni dengan konsep acara yang menarik tiap tahunnya. Dan acara reuni tahun ini diadakan di Kampung Flory Sleman dengan tema "04 Mania Mantap".
Reuni "04 Mania Mantap" di Kampung Flory | adipraa.com
Reuni "04 Mania Mantap" di Kampung Flory

Sekitar pukul sembilan, sesampainya di Kampung Flory Sleman, tampak teman-teman Rekmed UGM 04 sudah berkumpul di dalam pendopo yang disetting dengan atribut dominan biru.
Atribut serba biru di Reuni 04 Mania Mantap | adipraa.com
Atribut serba biru di Reuni 04 Mania Mantap
Bernyanyi bersama di Reuni |04 Mania Mantap" | adipraa.com
Bernyanyi bersama di Reuni "04 Mania Mantap"

Acara reuni pun dimulai, para junior alias anak-anak dari bapak-ibu Alumni Rekmed 04 diajak maju ke depan untuk bernyanyi bersama di dalam pendopo. Setelah itu doorprize dibagikan dengan konsep yang fun. Anak-anak diminta untuk mengambil kertas bertuliskan nama-nama hewan, kemudian mengambil gambar hewannya yang digantung di ranting pohon untuk ditukarkan hadiah yang sudah dipersiapkan. Jangan khawatir, semua dapat hadiahnya. Anak lanang yang ragu untuk maju ke depan karena malu tetep dapat hadiah.
Berfoto Bersama keluarga besar Rekmed UGM Angkatan 2004 | adipraa.com
Berfoto Bersama keluarga besar Rekmed UGM Angkatan 2004

Usai pembagian doorprize, kami pun berfoto bersama sebelum diajak jalan-jalan berkeliling menikmati suasana di Kampung Flory Sleman. Eksyen di depan kamera, serentak semua berkata, "04 Mania, Mantap!". 
Terapi Ikan di Kampung Flory | adipraa.com
Terapi Ikan di Kampung Flory

Fun tour keliling Kampung Flory dimulai dengan menjajal terapi ikan yang menjadi salah satu fasilitas yang ada di tempat wisata satu ini. Saat kaki dicelup ke kolam langsung diserbu ikan Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii) yang memang sering dipakai untuk terapi ikan. Kalau yang tidak biasa pasti rasanya geli saat ikan-ikan tersebut kontak dengan kaki. Sesekali kaki diangkat karena saya tidak kuat menahan geli. Hohoho.
Terapi Ikan | adipraa.com
Terapi Ikan

Cerita sedikit tentang Kampung Flory yang dijadikan venue reuni "04 Mania Mantap" kali ini. Lokasinya berada di sebelah barat ibukota Kabupaten Sleman. Tepatnya terletak di Dusun Jugang Pangukan, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan luas kurang lebih 4 hektar, Kampung Flory merupakan agrowisata yang mengandalkan sektor perikanan, pertanian dan perkebunan. Sangat cocok digunakan untuk berwisata bersama keluarga karena dilengkapi dengan fasilitas seperti kolam terapi ikan, homestay, rumah makan, kebun buah, tanaman hias, dan masih banyak lagi.
Foto lagi di sela Flora Tour | adipraa.com
Foto lagi di sela Flora Tour
Tanaman Parijotho | adipraa.com
Tanaman Parijotho

Kembali ke fun tour yang menjadi salah satu itinerary acara Reuni "04 Mania Mantap". Setelah selesai menikmati terapi ikan, kami diajak berkeliling melihat kebun tanaman hias. Anak-anak dipandu untuk mengenal dunia flora dengan belajar jenis-jenis tanaman hias yang dibudidaya di Kampung Flory. Salah satu informasi menarik yang diberikan pada saat Flora Tour ini, ada tanaman yang bernama "Parijotho". FYI, jenis tanaman ini dijadikan salah satu corak atau motif batik khas Kabupaten Sleman.
Simak cerita menarik lainnya disini: Sahabat Berbagi: Buka Puasa Bersama 100 Anak Panti Asuhan Dan Dhuafa
Batik Tulis Sleman Sinom Parijotho Salak merupakan kain batik yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Sleman dengan motif berupa elemen tangkai, daun, bunga parijotho, daun salak dan bunga salak. Motif ini salah satunya terinspirasi dari tanaman parijotho yang merupakan tanaman dedaunan yang banyak tumbuh di kawasan pegunungan.
Bermain air di Kampung Flory | adipraa.com
Bermain air di Kampung Flory

Beralih ke kegiatan lain, setelah jalan-jalan mengenal keanekaragaman flora yang ada di Kampung Flory, selanjutnya main basah-basahan. Agendanya adalah outbound dengan beragam game yang menyenangkan. Anak-anak menikmati game-game seru bersama para pemandu di dalam kolam air.
Couple Bridge | adipraa.com
Couple Bridge

Tak hanya anak-anak, teman-teman Alumni Rekmed Angkatan 2004 juga tak luput dari keseruan game ini. Salah satu yang paling seru saat mencoba game yang diberi nama "Couple Brigde", 2 (dua) orang saling berpegangan bahu mencoba berjalan menyamping untuk menyeberangi jembatan tali di atas air. Dibutuhkan kerjasama yang baik supaya tidak jatuh tercebur. Seru banget gaes!
Hey kami! Aku Di sini Bahagia Tanpamu | adipraa.com
Hey kamu! Aku Di sini Bahagia Tanpamu

Howkey, gaes! Itulah cerita keseruan mengikuti Reuni "04 Mania Mantap" yang dilaksanakan di Kampung Flory Sleman. Dan rindu itu pun sejenak terobati. FIN.

Monday, 23 July 2018

Influencer & Blogger Rendezvous, menengok histori bangunan dari The Phoenix Hotel Yogyakarta

adipraa.com - Keabadian, sesuai namanya, itulah harapan dari The Phoenix Hotel Yogyakarta untuk terus selalu berjaya sampai kapanpun. Di tahun 2018, hotel bersejarah peninggalan jaman kolonial Belanda ini memperingati tepat 100 tahun usia bangunan awal hotel berdiri. Dan pada hari minggu (22/7), saya mendapat kesempatan menghadiri undangan acara Influencer & Blogger Rendezvous. Event ini adalah salah satu dari serangkaian acara untuk merayakan peringatan 100 tahun berdirinya The Phoenix Hotel Yogyakarta. Bertajuk Centennial Jubilee "The Story of a Greatness", mengikuti acara ini menjadi pengalaman unik bagi saya dimana mendapat pengetahuan baru mengenai sejarah sebuah bangunan hotel yang menawan.

Centennial Jubilee merupakan sebuah perayaan besar untuk menandai peringatan 100 tahun usia bangunan hotel. Mari kita tengok historinya. Berdiri pada tahun 1918, lokasi bangunan awal yang menjadi cagar budaya ini beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 9 Yogyakarta. Bangunan awal hotel ini terletak di bagian depan dari halaman, lobby hingga sampai di koridor dekat Cendrawasih Meeting Room. Dahulu, bangunan ini adalah kediaman seorang saudagar dari Semarang yang bernama Kwik Djoen Eng. Sampai sekarang, The Phoenix Hotel Yogyakarta konsisten mempertahankan bangunan awal tersebut sesuai dengan aslinya. Karena konsistensinya inilah, hotel bintang 5 (lima) yang masuk dalam koleksi hotel M-Gallery ini mendapat penghargaan dari Yogyakarta Heritage Society.
Hotel Tour Influencer & Blogger Rendezvous | adipraa.com
Hotel Tour

Lewat hotel tour yang menjadi salah satu itinerary dari kegiatan ini, saya bersama teman-teman influencer dan blogger diajak berkeliling mengenal ruang demi ruang dari The Phoenix Hotel Yogyakarta dimana memiliki suasana yang klasik, kaya akan barang-barang antik. Beragam ornamen kerajinan seni yang dipajang menghiasi tiap-tiap sudut ruang hotel ini merupakan perpaduan dekorasi Asia dan Eropa.

Bicara tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Pemerintahan Republik Indonesia sempat dipindah dari Jakarta ke Yogyakarta sekitar tahun 1946 - 1949. Dan hotel ini pun menjadi kantor sementara Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada masa tersebut juga bangunan hotel ini digunakan sebagai kediaman resmi Konsulat China.
Tanggal putar klasik di dalam bangunan hotel | adipraa.com
Tanggal putar klasik di dalam bangunan hotel

Yup, Ir. Soekarno pernah menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia di bangunan hotel ini. Tepatnya di lantai 2 bangunan awal hotel ini, untuk naik ke ruang kantor tersebut dapat diakses melalui tangga putar berbahan besi yang tampilannya sangat klasik. Saat ini, kantor tersebut difungsikan sebagai ruang General Manajer. 
Pohon Tanjung yang ditanam sendiri oleh Bung Karno | adipraa.com
Pohon Tanjung yang ditanam sendiri oleh Bung Karno
Pohon Tanjung yang menjulang tinggi | adipraa.com
Pohon Tanjung yang menjulang tinggi

Tak hanya kantor pemerintahan sementara, Bung Karno juga meninggalkan warisan berupa tanaman jenis Tanjung. Tanaman ini ditanam beliau pada tahun 1951 saat hotel ini berada di bawah manajemen Direktorat Perhotelan Negara dan Pariwisata (Manajemen Natour). Pada saat itu hotel ini bernama Hotel Merdeka. Hingga kini tanaman tersebut terawat dengan baik menghiasi bangunan hotel ini.

Selain "Hotel Merdeka", hotel yang bangunannya berusia 100 tahun ini telah beberapa kali berganti nama. Dimulai dari tahun 1930, seorang businessman Belanda bernama D.N.E Franckle menyewa bangunan hotel ini dan menamainya "The Splendid Hotel". Hingga di tahun 1942, namanya berganti menjadi "Yamato Hotel" saat Jepang menduduki Indonesia. Setelah masa Hotel Merdeka berlalu, Bapak Sulaeman mengambil alih kepemilikan hotel dari Manajemen Natour dan namanya pun resmi berubah menjadi "Phoenix Heritage Hotel". Lagi-lagi nama hotel ini berganti di tahun 2004 menjadi "Grand Mercure Yogyakarta".
Deluxe Room The Phoenix Hotel Yogyakarta | adipraa.com
Deluxe Room The Phoenix Hotel Yogyakarta

Hingga akhirnya di tahun 2009 hotel ini kemudian berganti nama menjadi "The Phoenix Hotel Yogyakarta". Di bawah bendera AccorHotels, hotel ini memiliki 143 kamar, 8 ruang pertemuan, 1 ballroom, kolam renang, spa, fitness center, butik dan cake shop.
Female Puppeteer by Paguyuban Dimas Diajeng Jogja | adipraa.com
Female Puppeteer by Paguyuban Dimas Diajeng Jogja

Usai menikmati hotel tour bersama teman-teman influencer dan blogger, agenda selanjutnya adalah menyaksikan beberapa pertunjukan seni yang dipersembahkan oleh Paguyuban Dimas Diajeng Jogja. Salah satu yang menarik yakni pertunjungan wayang kulit yang dimainkan oleh seorang dalang wanita. Rizki Rahma Nurwahyuni, dalang wanita perwakilan Dimas Diajeng Jogja ini mementaskan cerita pakeliran padat wayang kulit berjudul "Wahyu Cakraningrat". Cerita singkatnya ialah tentang Raden Abimanyu yang sedang mencari wahyu. Menarik, jarang di jaman sekarang ini generasi muda ada yang mau mencintai seni budaya Jawa. Apalagi dalang wanita, langka gaes!
Kepoin cerita reportase event menarik lainnya disini: Melihat Kesenian Jathilan "Roso Tunggal"
Sekian cerita singkat saya mengikuti Influencer & Blogger Rendezvous yang menjadi salah satu agenda menarik dari rangkaian acara Centennial Jubilee "The Story of a Greatness", sebuah perayaan memperingati 100 tahun berdirinya bangunan The Phoenix Hotel Yogyakarta. Sungguh menjadi pengalaman tersendiri bisa mendapatkan informasi sejarah bangunan hotel yang menjadi bangunan cagar budaya di Yogyakarta. Maturnuwun.

Saturday, 7 July 2018

#DIY-Crafts : Membuat penutup celah pintu

Membuat Penutup Celah Pintu | adipraa.com
Membuat Penutup Celah Pintu
adipraa.com - Astaga dragon! Beberapa hari yang lalu saya melihat ada tikus kabur keluar melewati celah pintu rumah. Celahnya cukup untuk dilewati tikus berukuran kecil. Berawal dari mendengar suara aneh di ruang tamu, ternyata ada tikus kecil yang sedang asik mengerat di bawah rak buku. Setelah saya kageti, tikus kecil itu kabur keluar rumah lewat celah yang ada di pintu utama. Nyebelin ga tuh!
Celah pintu akses keluar-masuk tikus | adipraa.com
Celah pintu akses keluar-masuk tikus

Okedeh, saatnya bikin DIY-Craft menutup celah pintu yang menjadi akses keluar-masuk tikus berukuran kecil. Untuk menutup celah tersebut, saya gunakan kayu yang panjangnya selebar daun pintu. Untungnya rumah sebelah sedang dibangun, ada sisa kayu bongkaran rangka atap yang dapat digunakan.
Baca #DIY-Crafts lainnya disini: Membuat Pot Unik Dari Botol Kaca Bekas
Kayu tersebut kemudian saya amplas dan cat dengan menggunakan cat lak synthesis warna putih. Cat tersebut saya beli di Toko Cat Warna Abadi yang lebih familiar disebut Toko Cat Wawawa. 
Alat dan Bahan | adipraa.com
Alat dan Bahan

Setelah kayu mulus dengan penampakan warna putih, kayu tersebut kemudian saya gambari dengan spidol permanen warna hitam. Gambarnya ngawur aja, abstrak gitu, yang penting demes. Ini nih penampakan hasil akhirnya:
Penutup celah pintu | adipraa.com
Penutup celah pintu

Lumayanlah untuk mengurangi akses keluar-masuk tikus. Kayu ini saya pasang saat malam hari dimana hewan pengerat lebih banyak aktif bergerak kesana-kemari. Sip, sekian dulu yak! Selamat ber-DIY. Jangan lupa tersenyum. FIN

Ini wisata Jogja yang bisa memacu adrenalin

adipraa.com - Mengunjungi Jogjakarta dan menikmati liburan di Kota Gudeg itu menyenangkan, artinya punya kesempatan untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata yang menarik. Tak hanya di dalam kotanya saja, Jogja memang memiliki banyak destinasi wisata unggulan yang tersebar di berbagai wilayah, bahkan hingga ke wilayah kabupatennya. Namun untuk yang suka dengan tantangan dan kegiatan olahraga yang memacu adrenalin, lokasi wisata yang satu ini tentu akan menjadi destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi. Di Jogja, kamu bisa menikmati olahraga paralayang yang menantang dan membutuhkan nyali yang cukup besar. Aktifitas ini bisa kamu lakukan di Bukit Parang Endog, sebuah bukit karang yang terletak tidak jauh dari Pantai Parangtritis. Belum pernah ke sana? Kamu bisa menggunakan layanan jasa sewa mobil Jogja yang profesional untuk urusan perjalananmu selama di kota Jogja, termasuk untuk mencapai Bukit Parang Endog ini.
Sore di Pantai Parangtritis | adipraa.com
Sore di Pantai Parangtritis

Untuk mencapai Bukit Parang Endog atau yang juga populer dengan nama Bukit Paralayang ini, bisa masuk melalui gerbang utama di Pantai Parangtritis. Hanya dibutuhkan perjalanan sekitar 20 menit saja dengan berkendara ke arah Timur, maka akan terlihat Bukit Parang Endog yang memiliki pemandangan luar biasa indah ini. Bukit ini menyajikan jajaran bibir Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok pada bagian Baratnya. Dari atas bukit ini juga dapat menikmati keindahan sunset. Selain pemandangan indah, Bukit Parang endog juga memiliki landasan paralayang yang biasa digunakan sebagai landasan latihan oleh para atlit paralayang profesional. Lalu, apakah kamu siap mencoba olahraga yang menantang adrenalin ini?

Datanglah di siang hari, di mana angin cukup bersahabat dan banyak atlit paralayang yang berlatih di sini. Tandem saja dengan para atlit profesional, tentunya setelah memenuhi syarat dan juga ketentuan untuk aktifitas tersebut. Meski tidak terjun payung sendiri, kegiatan ini tentu harus dilakukan dengan memenuhi sejumlah syarat terlebih dahulu, termasuk sejumlah biaya yang harus dibayarkan. Pastikan tiba tepat waktu dan tidak kesorean, sehingga bisa menikmati aktifitas seru yang satu ini. Agar perjalanan nyaman dan lancar, gunakan jasa sewa mobil Jogja yang bisa dipercaya sejak awal.

Jika ingin menikmati olahraga yang menantang ini, yang harus dibawa dan dipersiapkan adalah pakaian dan juga sepatu yang tepat. Di ketinggian, angin akan berhembus lebih kencang, sehingga membutuhkan pakaian (jaket dan celana panjang) yang cukup tebal. Hal ini untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan tidak kedinginan. Selain itu, kenakan juga sepasang sepatu yang tepat, sehingga kedua kaki tetap aman dan tidak cedera saat melakukan pendaratan. Jika semua perlengkapan ini telah dipersiapkan dengan baik, maka rencana untuk melakukan tandem paralayang tentu bisa berjalan dengan lancar. Jangan lupa untuk membawa serta kamera, sehingga bisa mengabadikan beberapa foto terbaik dari ketinggian.

Kegiatan tandem sebenarnya cukup populer di Jogja, sehingga sangat sayang untuk dilewatkan. Aktifitas yang membutuhkan keberanian yang cukup besar ini, tentu akan memberikan pengalaman yang baru dan menyenangkan. Namun untuk aktifitas olahraga yang berat seperti ini, tentu wajib mempersiapkan kondisi fisik yang fit terlebih dahulu, termasuk psikis (terutama bagi yang sedikit takut dengan ketinggian). Hal ini penting, untuk memastikan bahwa selama berada di ketinggian dalam keadaan baik-baik saja dan bisa menikmati olahraga tandem ini dengan maksimal.

Saat melakukan kegiatan yang satu ini, lepas landas dilakukan di ketinggian Bukit Parang Endog dan mendarat dengan cantik di Pantai Parangtritis. Semua ini tentu akan menyenangkan dan tidak bisa ditemukan di kota lain. Untuk semua perjalanan wisata selama di Jogja, mungkin bisa menggunakan jasa sewa mobil OMOcars Jogja, agar bisa menikmati berbagai destinasi wisata indah di kota ini dengan mudah dan nyaman. FIN