Saturday, 20 June 2026

Review RVM Plasticpay di RS JIH Yogyakarta, Cara Seru Menyetor Botol Plastik Jadi Poin

adipraa.com - Belakangan ini saya tertarik mengenalkan kebiasaan peduli lingkungan kepada anak-anak lewat cara yang sederhana dan menyenangkan. Salah satu hal yang ingin saya coba adalah mengajak mereka melihat langsung bahwa botol plastik bekas sebenarnya tidak harus selalu berakhir di tempat sampah. Dari situlah saya mulai mengenal Plasticpay, sebuah gerakan sosial berbasis platform yang mengajak masyarakat untuk mengubah sampah botol plastik yang merusak lingkungan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan membawa kebaikan multi-dimensi. Plasticpay bukan hanya sekadar aplikasi pengumpul poin, tetapi juga bagian dari gerakan yang mendorong masyarakat untuk memilah sampah plastik, mendaur ulangnya, dan ikut berkontribusi pada pengurangan sampah yang selama ini menjadi persoalan besar di sekitar kita.
Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay
Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay

Konsep Plasticpay menurut saya menarik karena menggabungkan unsur edukasi lingkungan, teknologi, dan insentif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Jadi, masyarakat tidak hanya diajak membuang botol plastik pada tempatnya, tetapi juga diberi pengalaman baru bahwa sampah botol plastik bisa dikumpulkan, disetorkan, lalu ditukar menjadi poin yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali. Bagi saya, pendekatan seperti ini terasa lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat modern, karena ada unsur praktis sekaligus menyenangkan.

Karena penasaran ingin mencoba langsung bagaimana cara kerja Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay, pada siang hari tanggal 20 Juni 2026 saya pun mengajak anak-anak untuk setor botol plastik ke salah satu RVM Plasticpay di Yogyakarta. Dari beberapa titik yang tersedia di Jogja, saya memilih RVM Plasticpay di RS JIH Yogyakarta karena lokasinya yang paling dekat dari rumah. Sejauh yang saya tahu, saat ini ada lima titik RVM Plasticpay di Yogyakarta, yaitu di UNISA, UMY, Teras Malioboro, BSI UIN, dan RS JIH. Kehadiran beberapa titik ini tentu memudahkan masyarakat yang ingin mulai membiasakan diri memilah dan menyetorkan botol plastik bekas.
Botol Plastik yang akan disetor ke RVM
Botol Plastik yang akan disetor ke RVM

Botol plastik yang kami bawa siang itu sebenarnya tidak banyak, hanya 8 botol plastik. Namun justru dari jumlah yang sederhana itu saya merasa pengalaman pertama menggunakan mesin Plasticpay jadi terasa lebih santai dan tidak terburu-buru. Anak-anak pun terlihat antusias sejak awal, apalagi ketika melihat bentuk mesin RVM yang cukup menarik perhatian.
Layar RVM
Layar RVM

Begitu sampai di lokasi, saya langsung mencoba proses setor botolnya dan ternyata caranya cukup mudah. Langkah pertama adalah menekan tombol “mulai” pada layar mesin. Setelah itu, botol plastik dimasukkan satu per satu ke dalam lubang yang tersedia. Setiap botol yang dimasukkan akan ditarik otomatis oleh mesin, lalu lampu indikator berubah menjadi hijau sebagai tanda bahwa botol berhasil diterima. Bagian ini justru menjadi momen yang paling seru bagi anak-anak. Mereka penasaran melihat botol yang dimasukkan bisa tertarik sendiri ke dalam mesin. Anak saya bahkan ingin ikut mencoba memasukkan botol satu per satu.
Mencoba memasukkan botol ke RVM
Mencoba memasukkan botol ke RVM

Pengalaman sederhana seperti ini terasa sangat berharga karena anak-anak bisa belajar bahwa sampah plastik bukan hanya benda yang dibuang, tetapi juga bisa diproses dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Selain jadi aktivitas seru di siang hari, pengalaman ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi kecil tentang pentingnya memilah sampah sejak dini. Setelah semua botol selesai dimasukkan ke mesin, proses berikutnya adalah mengambil poin melalui aplikasi Plasticpay. Caranya juga cukup praktis. Saya membuka aplikasi Plasticpay di ponsel, lalu di layar mesin memilih menu ambil poin. Setelah itu, muncul barcode yang harus dipindai menggunakan aplikasi Plasticpay. Setelah barcode berhasil dipindai, tinggal klik konfirmasi poin di aplikasi hingga muncul notifikasi bahwa transaksi berhasil. Menurut saya, alurnya cukup sederhana dan ramah untuk pengguna baru. Seluruh proses terasa cepat, tidak ribet, dan justru memberi pengalaman yang menyenangkan karena ada sensasi “menukar sampah menjadi poin” secara langsung.

Dari 8 botol plastik yang kami setor, total berat yang tercatat di mesin adalah 0,4196 kg. Dari jumlah tersebut, kami mendapatkan 448 poin. Kalau dihitung rata-rata, berarti satu botol plastik bernilai sekitar 56 poin. Angka ini memang mungkin terlihat kecil jika dibayangkan sebagai nominal, tetapi menurut saya justru bukan itu inti utamanya.

Hal yang paling menarik dari Plasticpay adalah bagaimana platform ini berhasil mengubah sudut pandang kita terhadap botol plastik bekas. Barang yang biasanya langsung dibuang ternyata masih punya nilai, bahkan bisa menjadi bagian dari kebiasaan baik yang lebih besar. Poin yang terkumpul nantinya bisa ditukarkan ke berbagai reward digital seperti GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja, dan masih banyak lagi. Ini menjadi daya tarik tambahan, terutama bagi masyarakat yang mungkin membutuhkan dorongan lebih agar terbiasa memilah sampah plastik. Namun bagi saya pribadi, manfaat terbesarnya justru ada pada pengalaman itu sendiri. Mengajak anak-anak menyetor botol plastik ke Reverse Vending Machine Plasticpay terasa seperti langkah kecil yang bermakna. Mereka belajar bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari hal besar.

Pengalaman mencoba RVM Plasticpay di RS JIH Yogyakarta menurut saya sangat menarik, mudah, dan layak dicoba, terutama untuk keluarga yang ingin mengenalkan edukasi lingkungan kepada anak-anak dengan cara yang praktis. Plasticpay berhasil menghadirkan konsep daur ulang yang terasa lebih dekat, modern, dan menyenangkan. Dengan proses yang simpel, sistem poin yang jelas, serta manfaat nyata bagi lingkungan, RVM Plasticpay bukan hanya sekadar mesin setor botol, tetapi juga media edukasi dan pengingat bahwa perubahan kebiasaan bisa dimulai dari langkah kecil. Jika semakin banyak orang terbiasa menyimpan botol plastik bekas lalu menyetorkannya ke RVM seperti ini, saya percaya dampaknya akan jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Monday, 8 June 2026

Warung Yanto Jalan Kaliurang: Review Kakap Krispy Saus Telur Asin yang Wajib Dicoba

adipraa.com - Bagi pencinta Chinese food dan seafood di Sleman, Warung Yanto bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang layak masuk daftar kunjungan. Berlokasi di Jalan Kaliurang Km 11,5, Pedak, Sinduharjo, Sleman, restoran ini menawarkan beragam menu Chinese food dan Seafood dengan cita rasa yang menggugah selera. Dengan konsep tempat makan yang nyaman, area parkir luas, serta dapur terbuka yang menarik perhatian, Warung Yanto menjadi pilihan yang cocok untuk makan bersama keluarga maupun teman.
Waroeng Yanto
Waroeng Yanto

Kami sekeluarga mengunjungi tempat makan satu ini saat waktu brunch (breakfast lunch) atau makan pagi menjelang siang. Lokasinya cukup mudah ditemukan karena berada di kawasan Jalan Kaliurang yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner di Sleman. Kesan pertama yang kami rasakan adalah kenyamanan area parkir yang berada di basement. Area parkir yang luas tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi pengunjung yang datang menggunakan mobil bersama keluarga.
Area Parkir Waroeng Yanto
Area Parkir Waroeng Yanto

Memasuki area makan, kami langsung tertarik dengan konsep open kitchen atau dapur terbuka yang diterapkan oleh Warung Yanto. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses memasak yang dilakukan oleh para koki. Selain memberikan kesan transparan terhadap kualitas makanan yang disajikan, konsep ini juga menciptakan suasana restoran yang lebih hidup dan menarik. Aroma masakan yang berasal dari dapur semakin menambah selera makan sebelum hidangan tiba di meja.
Daftar Menu
Daftar Menu

Untuk menu kali ini, kami memesan tiga hidangan yang cukup menarik, yaitu Kailan Dua Rasa, Kakap Krispy Saus Telur Asin, dan Udang Saus Asam Manis. Kombinasi menu sayuran dan seafood ini menjadi pilihan yang pas untuk dinikmati bersama.

Menu pertama, Kailan Dua Rasa. Sayuran kailan yang digunakan terlihat segar dengan warna hijau yang menggugah selera. Teksturnya tetap renyah saat disantap, menandakan tingkat kematangan yang tepat. Bumbu yang digunakan meresap dengan baik dan menghasilkan perpaduan rasa gurih serta sedikit manis yang seimbang. Sebagai menu pelengkap, kailan dua rasa ini berhasil memberikan kesegaran di tengah dominasi hidangan seafood yang kaya rasa.
Kakap Krispy Saus Telur Asin
Kakap Krispy Saus Telur Asin

Menu berikutnya sekaligus menjadi favorit kami adalah Kakap Krispy Saus Telur Asin. Dari segi tampilan, hidangan ini terlihat sangat menggoda dengan potongan ikan kakap berwarna keemasan yang disiram saus telur asin melimpah. Saat dicicipi, tekstur ikan terasa renyah di bagian luar namun tetap lembut dan juicy di bagian dalam. Saus telur asin yang digunakan memiliki rasa gurih yang kaya dengan tekstur creamy yang menyelimuti setiap potongan ikan secara merata. Perpaduan antara renyahnya kakap goreng dan gurihnya saus telur asin menghasilkan kombinasi rasa yang sulit untuk ditolak. Tidak berlebihan jika menu ini menjadi salah satu rekomendasi utama saat berkunjung ke Warung Yanto.
Udang Saus Asam Manis
Udang Saus Asam Manis

Hidangan terakhir, Udang Saus Asam Manis. Udang yang digunakan memiliki ukuran yang cukup besar dan terasa segar. Teksturnya kenyal dengan tingkat kematangan yang pas sehingga tidak kehilangan cita rasa alaminya. Saus asam manis yang digunakan menghadirkan perpaduan rasa manis, asam, dan gurih yang seimbang. Saus tersebut tidak terlalu dominan sehingga karakter rasa udang tetap menjadi bintang utama dalam hidangan ini. Menu ini cocok bagi pengunjung yang menyukai sajian seafood dengan cita rasa yang lebih ringan namun tetap kaya rasa.

Selain kualitas makanan yang memuaskan, suasana restoran juga mendukung pengalaman bersantap yang nyaman. Area makan terasa cukup luas dengan tata ruang yang rapi. Pelayanan yang diberikan juga cepat dan responsif sehingga pengunjung tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati hidangan yang dipesan. Dari segi harga dan kualitas, Warung Yanto menawarkan nilai yang sepadan. Porsi makanan cukup memuaskan dengan kualitas bahan baku yang terlihat segar. Kombinasi antara rasa yang konsisten, lokasi strategis, area parkir luas, dan konsep open kitchen menjadikan restoran ini memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan tempat makan sejenis di kawasan Jalan Kaliurang.

Warung Yanto merupakan rekomendasi tempat makan Chinese food dan seafood di Sleman yang layak untuk dicoba. Menu Kakap Krispy Saus Telur Asin menjadi hidangan yang paling berkesan selama kunjungan kami, sementara Kailan Dua Rasa dan Udang Saus Asam Manis menjadi pelengkap yang sama nikmatnya. Bagi Anda yang sedang mencari restoran Chinese food di Jalan Kaliurang atau tempat makan seafood keluarga di Sleman, Warung Yanto menawarkan pengalaman kuliner yang memuaskan dengan suasana yang nyaman dan menu yang menggugah selera.

Link Google Map: