Friday, 21 September 2018

Ngonthel ke Embung Tambakboyo

adipraa.com - Meskipun hari minggu pagi (16/9) agendanya ada acara keluarga, namun aktiviti pit-pitan tetap jalan. Sekejap saja, dan rute Ngonthel-nya pun menuju ke lokasi yang dekat-dekat saja. Yang penting menjaga raga agar tetap pada kondisi prima. Kemana, Di? Saya langsung kepikiran untuk ngonthel ke Embung Tambakboyo karena lokasinya cukup dekat dengan tempat tinggal saya.
Ngonthel ke Embung Tambakboyo | adipraa.com
Ngonthel ke Embung Tambakboyo


Olahraga di Pagi Hari

Pagi itu, cuaca sangat cerah. Kulaju sepeda onthel menuju Embung Tambakboyo untuk gowes mencari keringat. Ya, embung yang merupakan salah satu waduk yang berada di wilayah Sleman ini menjadi lokasi andalan untuk berolahraga seperti jogging ataupun bersepeda. Embung Tambakboyo memiliki wilayah yang cukup luas, yakni sekitar 7.8 Hektare
Jogging di Embung Tambakboyo | adipraa.com
Jogging di Embung Tambakboyo

Embung Tambakboyo menjadi lokasi yang cocok untuk berolahraga karena terdapat jalan berkonblok dengan jarak yang lumayan jauh. Jadi, kita bisa berolahraga mengelilingi waduk yang memiliki volume tampungan air sebanyak 400.000 Meter Kubik ini.
Sunrise di Embung Tambakboyo | adipraa.com
Sunrise di Embung Tambakboyo


Sunrise di Embung Tambakboyo

Sembari berolahraga, kita bisa menikmati pemandangan indah di sekitar embung. Tak lupa, saya pun mencoba mengabadikan moment sunrise di Embung Tambakboyo. Lumayan, menikmati sunrise mungkin bukan sesuatu yang bisa saya lakukan setiap hari. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Berinteraksi dengan alam sungguh menyenangkan.
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban
Mumpung libur akhir pekan, tak ada salahnya mengawali pagi dengan menyaksikan keindahan matahari yang baru bangun dari tidurnya di Embung Tambakboyo. Tak harus naik ke puncak gunung buat menikmati sunrise yang menawan. Dari seberang waduk pun kita bisa melihatnya.


D'Paragon Horse Riding Club (DHRC) dan Mancing Mania

Berkeliling di Embung Tambakboyo, di sisi sebelah utara, kita bisa melihat area kandang kuda milik D'Paragon Horse Riding Club (DHRC). Di dalamnya terdapat beberapa kuda yang dua diantaranya adalah milik POLDA DIY. Tampak di lapangan berkudanya terparkir kendaraan khusus milik Polda DIY untuk mengangkut kuda.
D'Paragon Horse Riding Club (DHRC) | adipraa.com
D'Paragon Horse Riding Club (DHRC)
Aktivitas mancing di Embung Tambakboyo | adipraa.com
Aktivitas mancing di Embung Tambakboyo

Bagi yang gemar memancing, banyak juga yang datang untuk mencari peruntungan di Embung Tambakboyo. Aktivitas memancing ikan ini banyak ditemui kala itu di Embung Tambakboyo.
Baca cerita Ngonthel lainnya disini: Ngonthel Tiap Minggu Pagi
Oke, setelah tiga putaran, Ngonthel ke Embung Tambakboyo pun diakhiri. saya pun segera pulang ke rumah. Pasalnya ada acara lain yang musti dikerjakan. Pit-pitan-nya dilanjut minggu depan lagi. By the way, terimakasih sudah mampir di blog ini ya gaes! Kalau mampir ke Embung Tambakboyo, kabari saya ya, nanti tak susul pakai sepeda. Yuk, ngonthel bareng saya! Hohoho.

Monday, 10 September 2018

Ngonthel tiap minggu pagi

adipraa.com - Empat bulan ga ngeblog, giliran nulis jadi bingung! Eh, ini kan status dari salah satu sahabat saya yang ditulisnya di pesbuk. Status dari emak blogger yang nge-hits ini mengintrospeksi diri sendiri untuk kembali menulis di blog yang pageview-nya telah merosot jauh. Yah, meskipun yang ditulis juga ringan-ringan aja. Yang penting nulis. Mengutip quote yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

Nah, sekarang saya mau membahas tentang aktiviti bersepeda yang saya coba rutinkan setiap seminggu sekali. Yap, bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga murah meriah dan bisa juga untuk rekreasi.
Sepeda Onthel | adipraa.com
Sepeda Onthel

Setiap minggu pagi, saya kayuh sepeda berkeliling kota Jogja untuk mencari keringat. Sepeda yang saya pakai adalah sepeda onthel yang dibeli pada akhir bulan Juli lalu di sebuah bengkel sepeda daerah Moyudan Sleman. Sepeda onthel model jengki laki ini saya beli dengan harga yang cukup murah, yaitu sebesar 650 ribu rupiah. Kemudian saya lengkapi beberapa part-nya agar makin demes tampilannya.
Pintu Masuk Benteng Vredeburg | adipraa.com
Pintu Masuk Benteng Vredeburg

Dan di pertengahan bulan Agustus kemarin saya mulai pakai sepeda ini untuk sepedaan tiap minggu pagi. Di hari minggu kemarin (9/9), saya mencoba gowes ke Malioboro dari ujung ke ujung. Kemudian istirahat sejenak menikmati suasana pagi di Titik Nol Jogja.
Titik Nol Jogja | adipraa.com
Titik Nol Jogja

Di Jogja itu hampir setiap hari bisa melihat orang bersepeda, apalagi kalau hari libur. Karena bersepeda merupakan olahraga yang banyak diminati masyarakat. Banyak komunitas sepeda yang berkembang di daerah istimewa tersebut. Kalau sepeda onthel sendiri, komunitasnya yang saya tau ada J.O.C, Podjok dan Papikoe. Sebenarnya masih banyak lagi, namun yang saya tau baru itu saja.

Saya sendiri mencoba merutinkan berolahraga dengan bersepeda untuk menjaga kesehatan. Seperti yang telah tertuang pada Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan oleh pemerintah guna membudayakan pola hidup sehat. Salah satu fokus kegiatannya yakni melakukan aktivitas fisik.

Dengan melakukan aktivitas fisik, termasuk bersepeda, akan membuat tubuh kita memproduksi hormon dopamin yang dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stres, atau bahkan depresi yang dialami. Jadi, selain menjaga stamina, bersepeda juga bermanfaat untuk mengurangi stress gaes! Yuk ngonthel tiap minggu pagi. Semangaaaat!

Saturday, 18 August 2018

Malam Tirakatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73

adipraa.com - Seperti yang telah diketahui bersama, bulan ini merupakan bulan yang bersejarah dimana pada tanggal 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Segudang kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI pastinya mewarnai setiap daerah di seluruh penjuru tanah air.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada peringatan ke-73 tahun Kemerdekaan RI ini di daerah tempat tinggal saya, juga memiliki beragam kegiatan. Salah satunya adalah acara "Malam Tirakatan". Kalau pada tahun sebelumnya diagendakan di masing-masing RT, malam tirakatan tahun ini digelar di tingkat RW. 

Malam tirakatan keluarga besar RW. 02 Perumnas Minomartani dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini digelar di depan Balai RT. 08. Di tempat inilah seluruh warga RW. 02 berkumpul bersama mengikuti acara demi acara yang telah dipersiapkan pada malam itu. Tak hanya diikuti oleh orang dewasa saja melainkan juga remaja dan anak-anak. Guyub rukun...
MC Membuka acara Malam Tirakatan | adipraa.com
MC Membuka acara Malam Tirakatan

Dibuka oleh Mbak Diaz selaku MC pada malam itu, kemudian malam tirakatan pun diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Dipimpin oleh Ibu Susilowati, menyanyikan Lagu Indonesia Raya berjalan dengan khidmat.
Tarian Daerah | adipraa.com
Tarian Daerah
Permainan Biola | adipraa.com
Permainan Biola
Tembang Macapat | adipraa.com
Tembang Macapat

Ada beberapa pementasan seni persembahan warga RW. 02 yang memeriahkan acara pada malam itu. Dimulai dari aksi permainan biola, tarian daerah hingga tembang macapat menghiasi acara Malam Tirakatan HUT Kemerdekan RI ke-73.
Pemenang Lomba Menyanyi Lagu Wajib Nasional | adipraa.com
Pemenang Lomba Menyanyi Lagu Wajib Nasional
Pemenang Lomba Kebersihan Lingkungan | adipraa.com
Pemenang Lomba Kebersihan Lingkungan

Di Malam Tirakatan ini, diumumkan pula para pemenang lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya. Lomba-lomba tersebut antara lain ada lomba menghias sepeda, lomba menyanyi anak, lomba kebersihan lingkungan dan lomba olahraga (Catur, bulutangkis dan tenis meja). Khusus untuk lomba kebersihan lingkungan, hadiah yang diberikan cukup menarik, yakni berupa perkakas seperti sekop, pacul dan lain sebagainya.
Pemotongan tumpeng oleh Ketua RW. 02 | adipraa.com
Pemotongan tumpeng oleh Ketua RW. 02

Tak ketinggalan, tradisi pemotongan tumpeng menjadi salah satu agenda yang dilaksanakan pada acara Malam Tirakatan. Tumpeng yang dilengkapi ingkung ayam utuh tersebut kemudian dipotong oleh Ketua RW. 02 sebagai perwakilan sesepuh warga dan kemudian diberikan kepada perwakilan remaja.
Prof. Dr. Pramono | adipraa.com
Prof. Dr. Pramono

Usai pemotongan Tumpeng, seluruh warga yang hadir di malam tirakatan kala itu bersama-sama menikmati "dahar kembul" sembari ngobrol santai bersama Prof. Dr. Pramono. Beliau membagikan pengalaman dengan bercerita tentang "Perjuangan Masa Lalu, Kini dan Esok".
Pemutaran film bertemakan perjuangan | adipraa.com
Pemutaran film bertemakan perjuangan

Di akhir acara Malam Tirakatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73, warga RW. 02 dihibur dengan pemutaran film bertemakan perjuangan yang merupakan karya dari salah satu warga RW. 02. Mungkin karena jadwal pemutaran filmnya ditaruh di paling akhir, jadinya yang nonton sedikit. Banyak warga terutama yang sudah sepuh pulang ke rumah masing-masing setelah acara ditutup terlebih dahulu.
Kepoin kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan RI lainnya disini: Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, RW 02 Minomartani Gelar Jalan Sehat
Itulah salah satu kegiatan di wilayah RW. 02 Minomartani di bulan Agustus tahun ini. Tradisi malam tirakatan yang digelar di malam 17 Agustus dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73. Tentang semangat pejuangan yang telah dilakukan para pendahulu untuk mewujudkan kemerdekaan indonesia. Semangat yang harus ada dan terpatri di dalam hati warga Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kobarkan semangat persatuan. Merdeka!