Featured Post

Hunting spot instagramable di Resoinangun Garden

Thursday, 16 May 2019

Mlipir Mampir ke Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama

adipraa.com - Lama tak menyapa sahabat semua yang sering mampir meluangkan waktu berkunjung di blog ini. Emang ada? Wkwkwk. Ternyata rasa malas itu lebih dominan dan niat untuk update blog seringnya hanya sebatas niat saja. Oke, postingan kali ini cerita dolan bareng anak lanang saja ya, mlipir mampir ke Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama
Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama | adipraa.com
Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama

Kemarin sore (15/05), saya mlipir mampir ke Museum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No.75, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari perempatan Galleria Mall tancap gas ke arah barat sekitar 400 meter sebelum sampai di perempatan Gramedia Jl. Jend. Sudirman. Kemudian ambil lajur kanan, Museum ini berada di kanan jalan (utara jalan) dari perempatan tersebut. Museum ini berada di sebelah timur Hotel Swiss-Belboutique Yogyakarta.

Sebenarnya sudah sejak lama ingin ngajakin anak lanang main ke tempat ini. Saya hampir sering melintasi museum ini karena jalannya searah dengan jalur antar-jemput istri. Penasaran juga. Akhirnya kesampaian juga nengokin museum ini sepulang kantor bersama anak lanang.

Bangunan museum milik TNI Angkatan Darat ini berada di ujung barat Jalan Jenderal Sudirman dekat dengan Toko buku Gramedia. Museum ini merekam kisah perjuangan pada masa sesudah Indonesia merdeka. Sebelum beralih fungsi menjadi museum, bangunan ini awalnya digunakan sebagai markas komando resirem (makorem).
Pintu masuk museum otomatis | adipraa.com
Pintu masuk museum otomatis

Museum ini terbagi menjadi beberapa ruang, memasuki pintu utama museum ini yang dapat terbuka secara otomatis, di ruangan bagian depan sebelah kanan dan kiri terdapat diorama ruang kerja Letjen Urip Sumoharjo dan Jenderal Sudirman. Kedua ruang ini memberikan informasi riwayat hidup dua pahlawan besar tersebut.
Diorama Ruang Kerja Jenderal Sudirman | adipraa.com
Diorama Ruang Kerja Jenderal Sudirman
Melihat video multimedia | adipraa.com
Melihat video multimedia

Di ruang ini dilengkapi pula dengan video multimedia yang interaktif. Anak lanang tampak serius melihat video yang ditampilkan. Belajar ya nak! Jangan lupakan sejarah.
Anak lanang melihat diorama | adipraa.com
Anak lanang melihat diorama
Anak lanang melihat senjata | adipraa.com
Anak lanang melihat senjata

Museum Dharma Wiratama menyimpan beragam koleksi barang sejarah yang terdiri dari berbagai jenis persenjataan, seragam, bendera kesatuan TNI-AD, tanda jasa, foto dokumentasi hingga koleksi sejarah lain. Di museum ini, anak lanang terpukau melihat tampilan senjata-senjata yang ditata menghiasi sudut dinding museum ini.
Tank yang dipajang dekat parkir motor | adipraa.com
Tank yang dipajang dekat parkir motor

Di luar gedung museum, terdapat beberapa tank dan meriam yang dipajang. Namun anak lanang lebih nyaman di dalam ruangan yang lebih adem. Ayahnya juga prefer untuk ngadem daripada panas-panasan di luar ruangan. Maklum, lagi puasa. Wkwkwk.
Baca cerita plesiran lainnya disini: Puas Selfie Di Museum Angkut Malang
Okei gaes! Sekian dulu ceritanya. By the way, kalo pergi bareng anak kecil, sahabat suka ngajakin main kemana? Share di kolom komentar yuk. Maturnuwun.

Wednesday, 24 April 2019

Durasi Mencuci Muka Setiap Hari Berdasarkan Kondisi Wajah

adipraa.com - Kulit wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang paling membutuhkan perawatan. Sebab, wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering dilihat saat kita berinteraksi dengan orang lain. Sehingga, untuk memberikan kesan yang baik, maka diperlukan perawatan kulit wajah secara rutin. 
Durasi Mencuci Muka Setiap Hari Berdasarkan Kondisi Wajah | adipraa.com
Durasi Mencuci Muka Setiap Hari Berdasarkan Kondisi Wajah

Untuk merawat kulit wajah, cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan cara mencuci wajah setiap hari. Namun, durasi mencuci wajah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Karena setiap orang punya kondisi wajah yang berbeda-beda sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Untuk itu, perhatikan ulasan berikut untuk mencuci wajah berdasarkan kondisi kulit wajah: 

KULIT SENSITIF
Jika memiliki kulit yang sensitif, maka harus tahu betul cara membersihkan wajah yang tepat. Karena, kulit wajah yang sensitif cenderung lebih mudah rusak dan bisa membuat penampilan terlihat kurang maksimal. Untuk membersihkan kulit wajah yang cenderung kering dan sensitif ini, maka usahakan untuk mencucinya sebanyak satu kali sehari saja. Karena, jika mencuci kulit wajah yang kering terlalu sering, maka hal tersebut akan membuatnya menjadi semakin kering. Oleh karena itu, jaga kelembaban kulit agar kulit wajah senantiasa sehat. 

KULIT BERMINYAK
Tidak semua orang punya kulit wajah yang kering atau lembab. Beberapa orang memiliki masalah pada kulit wajahnya yang terlalu berminyak. Jika kulit wajah berminyak, maka perlu diketahui seberapa sering harus mencuci wajah setiap harinya. Usahakan untuk mencuci wajah sebanyak 2 (dua) kali sehari yakni pada pagi hari dan pada malam hari sebelum tidur. Dengan mencuci wajah sebelum tidur, dapat mencegah minyak pada wajah saat tidur serta mencegah timbulnya jerawat pada keesokan harinya. Gunakan juga scrub 2 (dua) minggu sekali agar dapat membuat wajah terlihat lebih cerah. 

Itulah sedikit tips merawat wajah melalui proses pencucian berdasarkan jenis kulit wajah. Berbeda jenis kulit maka berbeda pula cara untuk merawat kulit wajah. Tapi, untuk membersihkan wajah, pastikan menggunakan produk yang berkualitas seperti Garnier. Karena, Garnier punya beragam produk yang bisa disesuaikan dengan jenis kulit serta masalah kulit wajah.

Saturday, 20 April 2019

Diary of Onthel Rider #2: Pemilu 2019

adipraa.com - Hari pencoblosan telah berlalu, saatnya ngonthel! Hohoho. Rute kali ini saya meluncur ke Stadion Kridosono. Berangkat jam enam kurang lima belas menit, saya kayuh sepeda onthel dengan santai menuju tempat paling favorit untuk menikmati mural. Karena masih dalam suasana Pemilu 2019, #door kali ini sembari update #enjoymuraljogja ya, bersepeda santai keliling Jogja menikmati mural bertemakan Pemilu 2019 di Stadion Kridosono. 
Diary of Onthel Rider #2 | adipraa.com
Diary of Onthel Rider #2

Ngomongin Pemilu 2019 kemarin, kalian tidak golput kan! Saya ingin sedikit menceritakan pengalaman saya menjadi salah satu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Sleman. 
Baca cerita lain tentang aktivitas Ngonthel disini: Diary Of Onthel Rider #1: Simpang Empat Jalan Kaliurang
Sebagai ujung tombak penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) di tingkat bawah, pekerjaan KPPS ternyata cukup berat. Tugasnya mulai dari menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS), melayani pemungutan suara, penghitungan suara hingga menyerahkan hasil penghitungan suara ke tingkat Kabupaten/ Kota ataupun Kecamatan. Bayangkan, ada lima surat suara yang berbeda yang harus dihitung sekaligus dengan cermat. Pemilu 2019 kali ini menggabungkan antara pemilihan eksekutif dan legislatif.

TPS 26 adalah tempat dimana saya dan kawan-kawan KPPS lainnya menyelenggarakan pemungutan suara di wilayah Minomartani. Mulai pukul 7 (tujuh) pagi hingga 3 (tiga) pagi esok harinya, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas di TPS 26. Hampir 24 jam nonstop kerjanya, begadang gaes! Demi lancarnya penyelenggaraan Pemilu 2019, pemilih berdaulat negara kuat.

Sayangnya terdapat sedikit permasalahan di Tingkat KPU Sleman, ada keterlambatan dalam pembayaran honor untuk petugas KPPS. Semoga saja masalah ini segera terselesaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan dari petugas KPPS.

Itulah pengalaman saya menjadi anggota KPPS, kembali ke #door ya gaes! Rute perjalanan ngonthel kali ini melewati Jalan Suroto Kotabaru. Kawasan cagar budaya Kotabaru Yogyakarta ini telah direvitalisasi dan memiliki wajah baru.

Di sepanjang pedestrian dan boulevard Jalan Kotabaru dilengkapi fasilitas pendukung seperti lampu taman yang bentuk desainnya disesuaikan dengan konsep kawasan cagar budaya Kotabaru. Ada pula bangku-bangku taman yang dipercantik dengan berbagai hiasan lampu dan bunga. Menambah apik kawasan ini.
Wajah Baru Kotabaru | adipraa.com
Wajah Baru Kotabaru

Minggu pagi (21/4/2019), mengolah raga untuk menjaga stamina, perjalanan ngonthel saya lanjutkan menuju Stadion Kridosono yang jaraknya hanya selemparan bola bekel. Dan beberapa waktu lalu, mural yang ada tempat ini telah di update. Banyak mural-mural baru bertemakan hajatan pesta demokrasi yang telah kita laksanakan bersama. Ya, mural-mural tersebut adalah hasil dari lomba mural yang diselenggarakan oleh KPU DIY dalam rangka menginformasikan Pemilu 2019 kepada masyarakat luas dengan cara yang berbeda, lewat seni mural. Berikut beberapa mural apik yang bisa saya bagikan untuk sahabat semua, check this out:
Memilih untuk masa depan bangsa | adipraa.com
Memilih untuk masa depan bangsa
Jangan golput | adipraa.com
Jangan golput
Tunggal sedulur sing padha akur | adipraa.com
Tunggal sedulur sing padha akur
 Masyarakat yang cerdas, tidak golput | adipraa.com
Masyarakat yang cerdas, tidak golput

Okey, itulah beberapa mural yang bisa saya jepret saat ngonthel di kawasan Kotabaru, tepatnya di dinding Stadion Kridosono. Dan beberapa foto lainnya saya kolaborasikan dalam video rute relive berikut ini: 


Sekian dulu #door kali ini, sedikit analisis bersepeda onthel kali ini, jarak yang ditempuh sejauh 15.3 km, dengan total waktu 1:06:06. Cukup berkeringatnya. Salam onthelis jogja! #diaryofonthelrider #door #jogjaistimewa

Saturday, 6 April 2019

Diary of Onthel Rider #1: Simpang Empat Jalan Kaliurang

adipraa.com - Hai hai hai, assalamualaikum sahabat! Lama tak update blog ini, rasa malas sedang melanda nih. Jangan ditiru yak. Oke, kesempatan kali ini, saya ingin memulai dengan bercerita aktivitas bersepeda onthel yang saya lakukan. Saya beri judul "Diary of Onthel Rider", dengan hastag #door ya. Semoga kedepannya bisa bercerita secara berkelanjutan biar saya bisa terus update blog. Hohoho
#door #1

Ngonthel kali ini (7/4/2019), saya mulai sekitar pukul setengah enam kurang. Sebelumnya saya cek kondisi ban terlebih dahulu, gembos opo ora. Memastikan Mbah Ote (Sebutan sepeda onthel saya) dalam kondisi prima. Saya pun siap bersepeda bersama Mbah Ote, melaju ke arah simpang empat jalan kaliurang.

Ngomongin sedikit tentang Jalan Kaliurang atau saya lebih suka menyebutnya prapatan jakal. Setelah simpang empat Jalan Jombor, Jogja akan memiliki satu lagi underpass yang dibangun di prapatan jakal membujur dari barat ke timur. Pembangunan underpass ini direncanakan sepanjang 1,060 meter dengan tinggi enam dan lebar jalan 15,50 meter. Dan proses pengerjaannya memakan waktu 1 (satu) tahun, mulai dari tanggal 14 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019. Jadi, yang lewat prapatan jakal, siap-siap bermacet-macetan ya. Sing sabar!

Dari Prapatan Jakal, perjalanan saya belokkan ke arah utara menikmati suasana pagi di Jalan Kaliurang. Melewati Batalyon Infanteri - 403, berhenti sejenak tuk memfoto pintu masuk tempat ini. Saya ingat waktu kecil dulu, saat ditanya cita-cita, saya selalu menjawab "ABRI" atau Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. CTS dong! Cita-cita tak sampai. Sekarang rejekinya di dunia kesehatan. Namun tetap bersyukur yak!

Sesampainya di Jakal KM 10, perjalanan saya arahkan melewati Pasar Gentan. Suasana pasar di pagi hari memang ramai, dan saya menyukainya. Lagi-lagi saya teringat masa lalu, saat saya sering mengantar ibu pergi ke pasar. By the way, kalian seringnya kalo belanja pilih ke pasar atau supermarket? Berikan alasannya, share di kolom komentar ya.

Jarak tempuh #door kali ini sejauh 8.5 km dengan waktu 35 menit. Meski tak begitu jauh karena saya masih nubi, tapi lumayanlah buat ngeluarin keringat. Olahraga kecil-kecilan.
Baca cerita lain tentang aktivitas Ngonthel disini: Ngonthel Ke Spot Jogja Yang Namanya Disebut Dalam Lantunan Lagu
Untuk rute perjalanan dan foto-fotonya saya dokumentasikan dengan menggunakan aplikasi Relive, check this out


Okey, buat yang suka bersepeda, aplikasi ini cukup menarik untuk digunakan. Berbagi aktivitas melalui video 3D. Coba deh! Sampai jumpa di #door selanjutnya. Mari berkeringat! FIN.

Saturday, 23 March 2019

Menyantap dinginnya Es Buah PK dikala hujan, Brrrrrr....

adipraa.com - Seharian hujan, dari pagi hingga sore tiba, tidak mengurangi niat untuk menyantap es buah. Apalagi kalau belinya di Es Buah PK. Tak diragukan lagi deh, es buahnya memang juara. 
Es Buah PK Jalan Godean | adipraa.com
Es Buah PK Jalan Godean

Minggu sore (17/3/2019), usai berjibaku menjadi panitia seminar spesialis ngeprint sertifikat di RSUP Sardjito Yogyakarta, saya beserta anak-bojo makan di Es Buah PK yang berlokasi di Jalan Godean KM 9. Meski hujan tak kunjung reda, memesan es buah tak boleh ketinggalan untuk teman makan bakso di Warung Es Buah "PK".
Es Buah PK | adipraa.com
Es Buah PK

Dalam satu mangkuk, es buah ini menyajikan aneka buah diantaranya ada nanas, alpukat, kelapa muda, sawo dan nangka. Buah-buah tersebut ditambahkan dengan serutan es serta susu cokelat untuk menambah citarasa manis.
 Bakso & Es Buah PK | adipraa.com
Bakso & Es Buah PK

Makan bakso ditemani seporsi es buah. Rasanya, spesial banget. Apalagi makan ditemani anak-bojo, tambah spesial dong! Lebay. Harganya pun cukup terjangkau, hingga artikel ini ditulis, untuk semangkuk es buah lezat dibanderol Rp. 8.000,-. Kalau baksonya lebih mahal sedikit, yakni seharga Rp. 12.000,-. Sangat jelas terbaca di daftar menu yang terpampang nyata di dinding warung ini. #syahrinimodeon
Daftar Menu Es Buah PK | adipraa.com
Daftar Menu Es Buah PK

Kalau sahabat mau cari es buah saat berada di Jogja, salah satu rekomendasi yang tepat ya berkunjung ke Es Buah PK saja. Selain di Jalan Godean KM 9, cabang lainnya ada di Jalan Kyai Mojo dan Jalan Pakuningratan. Cuz ah kalo mau yang seger-seger! FIN.

Thursday, 7 March 2019

4 Cara Traveller Memanfaatkan Blog Sebagai Ladang Uang

adipraa.com - “Ada gak ya pekerjaan yang mengisi saldo bank saya tanpa henti sedangkan saya asyik travelling kesana kemari?” Kalau pertanyaan tersebut saya ajukan satu dekade lalu, saya mungkin akan ditertawakan. Syukurlah saya hidup di era digital seperti saat ini. Sebuah era dimana menjadi travel blogger bisa mencukupi untuk hidup layak bahkan menjamin kesejahteraan. Jalan-jalan sambil mendulang rupiah - bahkan dollar - bukan lagi sekadar impian. 
4 Cara Traveller Memanfaatkan Blog Sebagai Ladang Uang | adipraa.com
4 Cara Traveller Memanfaatkan Blog Sebagai Ladang Uang

Apalagi, menjadi travel blogger tak butuh modal besar. Dengan merogoh kocek tak sampai 1 (satu) juta rupiah, saya bisa mendapatkan domain dan hosting murah untuk 1 tahun. Sedangkan, hal lainnya untuk pengembangan blog bisa ditemukan di artikel - artikel yang bertebaran di internet. Dengan semua kemudahan itu, travel blogger memang layak dilirik sebagai sebuah profesi yang menjanjikan.

Tertarik mencicipi manisnya dunia seorang travel blogger? Gunakan 4 cara di bawah ini untuk menjadikan blog sebagai sumber pendapatan, check this out:

PEMASANGAN IKLAN
Memasang iklan adalah cara monetisasi blog yang paling umum dilakukan oleh para travel blogger. Mengapa? Karena memasang iklan sangatlah mudah. 

Ada 2 metode yang bisa dilakukan untuk memasang iklan di blog. Pertama dengan AdSense. Kedua dengan menyewakan area iklan mandiri. 

Untuk menggunakan metode pertama, yang diperlukan hanyalah mengisi form pendaftaran AdSense dan Google akan meninjau kelayakan website yang kita daftarkan. Jika website lolos uji, Google akan memberikan beberapa baris kode yang harus kita tempatkan di website. Dengan kode tersebut, Google bisa mengatur iklan apa yang muncul sesuai dengan blog dan pembaca. Komisi yang didapatkan dihitung dari banyaknya klik di iklan tersebut. 

Cara kedua membutuhkan lebih banyak usaha. Kita harus membuat beberapa variasi ukuran banner sesuai dengan banyaknya tempat beriklan strategis di blog. Selanjutnya, kita bisa menambahkan tulisan seperti “Terima Sewa Iklan” agar pengunjung tahu jika kita menerima penyewaan iklan. Setelah itu buatlah daftar harga penyewaan tergantung posisi iklan atau ukuran banner tersebut. 

Jika kita berhasil mendatangkan banyak traffic ke blog, permintaan pemasangan iklan di blog akan datang silih berganti. Namun jika baru merintis sebuah blog, mungkin harus menerapkan berbagai strategi untuk menarik calon pengiklan.

AFILIASI/ PAY PER ACTION
Pemasangan iklan memang mudah dilakukan, tapi penghasilan di iklan bukanlah satu-satunya sumber pendapatan seorang travel blogger. Jika sahabat bertanya apakah sumber pendapatan terbesar dari seorang travel blogger, afiliasi adalah jawabannya.

Bagaimana cara kerja afiliasi? Untuk memulai menggunakan metode ini, kita harus bergabung dulu dengan program afiliasi yang dimiliki oleh perusahaan terkait. Selanjutnya, kita akan diberikan sebuah link atau banner untuk ditempatkan di blog. Komisi akan dihitung dari banyaknya pengunjung yang melakukan pembelian/ transaksi dari link yang ada di blog.

Besarnya komisi pun bervariasi. Beberapa marketplace seperti Tokopedia dan BukaLapak menawarkan komisi 2% - 5% tergantung jenis produk. Bahkan, beberapa perusahaan web hosting lokal ada yang menawarkan komisi penjualan hingga 70%!! Menggiurkan, bukan?

Sebagai seorang travel blogger, kita juga bisa mencoba program afiliasi dari AirBnb, Traveloka, atau perusahaan lainnya yang terkait dengan aktivitas travelling. Semakin banyak program afiliasi yang diikuti, tentunya semakin deras pundi - pundi rupiah yang mengalir ke kantong kita.

MENGULAS HOTEL ATAU TEMPAT KULINER UNIK
Konten ulasan adalah salah satu jenis konten yang paling sering ditemui dari sebuah travel blog. Selain bermanfaat, konten ini juga bisa menjadi ladang uang bagi seorang travel blogger.

Semakin banyak orang yang datang ke blog, kredibilitas dan popularitas pun akan semakin terdongkrak. Dengan begitu, apapun hotel atau spot kuliner yang kita ulas di blog akan mudah dikenal dengan cepat. Kemampuan kita untuk mempromosikan tentunya akan dibayar mahal oleh para pebisnis hotel atau tempat makan.

Sebagai awalan, kita mungkin tak selalu mendapatkan kompensasi berupa uang. Tetapi, tawaran menginap gratis untuk beberapa malam tentunya tidak boleh dilewatkan.

MEMPROMOSIKAN BISNIS PRIBADI
Setelah menjadi travel blogger selama bertahun - tahun, kita akan memiliki cukup pengalaman untuk memulai usaha biro perjalanan sendiri. Kita bisa menggunakan blog sebagai media promosi untuk usaha baru yang dijalankan. Dengan kredibilitas yang kita miliki, menjaring pengunjung untuk memakai jasa yang kita tawarkan tentu bukan hal yang sulit.

KESIMPULAN
Blog bukan lagi sekadar hobi. Untuk para traveller, blog adalah ladang uang yang menjanjikan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memonetisasi sebuah travel blog dan semuanya bisa diterapkan secara bersamaan. Namun, monetisasi sebuah travel blog tidak bisa bisa selesai dalam sekejap. Dibutuhkan proses dan ketekunan untuk mendapatkan blog yang bisa menjamin kesejahteraan. Selamat mencoba! FIN.

Thursday, 21 February 2019

Outbound bersama Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta di Desa Wisata Flory

adipraa.com - Jumat (09/02), sekitar jam setengah delapan pagi, si motu ireng sudah terpakir di Desa Wisata Kampung Flory. Ini kedua kalinya saya bertandang ke tempat ini, pertama kalinya saat acara reuni "04 Mania Mantap". Dan kesempatan kali ini, saya mengikuti acara outbound dalam rangka penggalangan komitmen bersama mensukseskan program kesehatan di wilayah kerja Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Desa Wisata Flory | adipraa.com
Desa Wisata Flory

Ya, Kampung Flory memang menjadi salah satu rekomendasi jujugan untuk kegiatan outbound di Jogja. Desa wisata yang berlokasi di Jugangpangukan, RT. 05 / RW. 11, Tridadi, Sleman ini memiliki bermacam fasilitas yang tersedia seperti tempat kuliner, outbond, homestay dan masih banyak lagi.
Pendopo Dewi Flory | adipraa.com
Pendopo Dewi Flory

Usai memarkirkan kendaraan, saya bergegas menuju pendopo Dewi Flory yang lokasinya tak jauh dari area parkir. Saya pikir sudah terlambat, ternyata acara belum dimulai. Namun gelaran tikar-tikar kosong yang siap ditempati sudah ngawe-awe, dan lantunan musik memecah keheningan di pagi hari.
Tim biru dan tim pingu mulai berkumpul

Satu persatu, dua perdua, tiga pertiga, para peserta mulai datang. Dan tak berselang lama pendopo telah dipenuhi peserta yang memakai seragam biru dan pingu (sebutan warna seperti pink seperti ungu).

Yang memakai kaos biru adalah perwakilan puskesmas dan rumah sakit yang menangani program tuberkulosis. Sedangkan yang berkaos pingu adalah tim dari program imunisasi. Saya dan kawan dari RS Panti Rapih, kami berdua paling ganteng di tim pingu. Cowoknya cuma kami berdua gaes. Hehehe.
Tim Pingu | adipraa.com
Tim Pingu

Setelah mendengar arahan dari Kepala Seksi P2M dan Imunisasi, kegiatan outbond pun dimulai. Permainan-permainan ketangkasan yang fun di dalam pendopo diberikan oleh tim pemandu Dewi Flory.

Peserta outbound yang salah mengikuti arahan permainan dari tim pemandu akan ditempeli stiker di wajah. Jadi yang banyak salahnya banyak juga tempelan stiker di wajahnya. Saat foto bersama, mari lihat siapa yang paling banyak tempelan stikernya... Hohoho.
Cerita lain tentang Desa Wisata Flory disini: Reuni "04 Mania Mantap" Di Kampung Flory Sleman
Usai pemanasan dengan permainan-permaian di dalam Pendopo Dewi Flory, lanjut ke kegiatan di luar pendopo.  Kali ini, saya ga ikutan, biar ibu-ibunya saja yang ikut. Soalnya kalah banyak bapak-bapaknya.
Wahana Outbound Desa Wisata Flory | adipraa.com
Wahana Outbound Desa Wisata Flory

FYI, Rute wisata kampung Flory kalau dari pusat kota Yogyakarta arahkan perjalanan menuju ke utara. Dari perempatan Jombor, tancap gas ke utara mengikuti arah Jalan Magelang. Sampai di Daerah Dengung Sleman, selanjutnya ambil ke arah kiri dari perempatan Dengung, perjalanan akan melewati kompleks kantor pemerintahan daerah Sleman ke arah barat. Sampai bertemu jembatan Pangukan masih lurus sedikit, dan disamping kiri jalan akan ditemui petunjuk jalan menuju ke lokasi wisata Kampung Flory ini. Ikuti saja petunjuk jalan itu hingga sampai ke lokasi wisatanya. Yang mau bikin acara outbound di Jogja, mungkin tempat ini bisa jadi salah satu rekomendasinya. FIN.