Featured Post

Berlarian kesana-kemari di Pantai Teleng Ria Pacitan

Saturday, 7 July 2018

#DIY-Crafts : Membuat penutup celah pintu

Membuat Penutup Celah Pintu | adipraa.com
Membuat Penutup Celah Pintu
adipraa.com - Astaga dragon! Beberapa hari yang lalu saya melihat ada tikus kabur keluar melewati celah pintu rumah. Celahnya cukup untuk dilewati tikus berukuran kecil. Berawal dari mendengar suara aneh di ruang tamu, ternyata ada tikus kecil yang sedang asik mengerat di bawah rak buku. Setelah saya kageti, tikus kecil itu kabur keluar rumah lewat celah yang ada di pintu utama. Nyebelin ga tuh!
Celah pintu akses keluar-masuk tikus | adipraa.com
Celah pintu akses keluar-masuk tikus

Okedeh, saatnya bikin DIY-Craft menutup celah pintu yang menjadi akses keluar-masuk tikus berukuran kecil. Untuk menutup celah tersebut, saya gunakan kayu yang panjangnya selebar daun pintu. Untungnya rumah sebelah sedang dibangun, ada sisa kayu bongkaran rangka atap yang dapat digunakan.
Baca #DIY-Crafts lainnya disini: Membuat Pot Unik Dari Botol Kaca Bekas
Kayu tersebut kemudian saya amplas dan cat dengan menggunakan cat lak synthesis warna putih. Cat tersebut saya beli di Toko Cat Warna Abadi yang lebih familiar disebut Toko Cat Wawawa. 
Alat dan Bahan | adipraa.com
Alat dan Bahan

Setelah kayu mulus dengan penampakan warna putih, kayu tersebut kemudian saya gambari dengan spidol permanen warna hitam. Gambarnya ngawur aja, abstrak gitu, yang penting demes. Ini nih penampakan hasil akhirnya:
Penutup celah pintu | adipraa.com
Penutup celah pintu

Lumayanlah untuk mengurangi akses keluar-masuk tikus. Kayu ini saya pasang saat malam hari dimana hewan pengerat lebih banyak aktif bergerak kesana-kemari. Sip, sekian dulu yak! Selamat ber-DIY. Jangan lupa tersenyum. FIN

Ini wisata Jogja yang bisa memacu adrenalin

adipraa.com - Mengunjungi Jogjakarta dan menikmati liburan di Kota Gudeg itu menyenangkan, artinya punya kesempatan untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata yang menarik. Tak hanya di dalam kotanya saja, Jogja memang memiliki banyak destinasi wisata unggulan yang tersebar di berbagai wilayah, bahkan hingga ke wilayah kabupatennya. Namun untuk yang suka dengan tantangan dan kegiatan olahraga yang memacu adrenalin, lokasi wisata yang satu ini tentu akan menjadi destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi. Di Jogja, kamu bisa menikmati olahraga paralayang yang menantang dan membutuhkan nyali yang cukup besar. Aktifitas ini bisa kamu lakukan di Bukit Parang Endog, sebuah bukit karang yang terletak tidak jauh dari Pantai Parangtritis. Belum pernah ke sana? Kamu bisa menggunakan layanan jasa sewa mobil Jogja yang profesional untuk urusan perjalananmu selama di kota Jogja, termasuk untuk mencapai Bukit Parang Endog ini.
Sore di Pantai Parangtritis | adipraa.com
Sore di Pantai Parangtritis

Untuk mencapai Bukit Parang Endog atau yang juga populer dengan nama Bukit Paralayang ini, bisa masuk melalui gerbang utama di Pantai Parangtritis. Hanya dibutuhkan perjalanan sekitar 20 menit saja dengan berkendara ke arah Timur, maka akan terlihat Bukit Parang Endog yang memiliki pemandangan luar biasa indah ini. Bukit ini menyajikan jajaran bibir Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok pada bagian Baratnya. Dari atas bukit ini juga dapat menikmati keindahan sunset. Selain pemandangan indah, Bukit Parang endog juga memiliki landasan paralayang yang biasa digunakan sebagai landasan latihan oleh para atlit paralayang profesional. Lalu, apakah kamu siap mencoba olahraga yang menantang adrenalin ini?

Datanglah di siang hari, di mana angin cukup bersahabat dan banyak atlit paralayang yang berlatih di sini. Tandem saja dengan para atlit profesional, tentunya setelah memenuhi syarat dan juga ketentuan untuk aktifitas tersebut. Meski tidak terjun payung sendiri, kegiatan ini tentu harus dilakukan dengan memenuhi sejumlah syarat terlebih dahulu, termasuk sejumlah biaya yang harus dibayarkan. Pastikan tiba tepat waktu dan tidak kesorean, sehingga bisa menikmati aktifitas seru yang satu ini. Agar perjalanan nyaman dan lancar, gunakan jasa sewa mobil Jogja yang bisa dipercaya sejak awal.

Jika ingin menikmati olahraga yang menantang ini, yang harus dibawa dan dipersiapkan adalah pakaian dan juga sepatu yang tepat. Di ketinggian, angin akan berhembus lebih kencang, sehingga membutuhkan pakaian (jaket dan celana panjang) yang cukup tebal. Hal ini untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan tidak kedinginan. Selain itu, kenakan juga sepasang sepatu yang tepat, sehingga kedua kaki tetap aman dan tidak cedera saat melakukan pendaratan. Jika semua perlengkapan ini telah dipersiapkan dengan baik, maka rencana untuk melakukan tandem paralayang tentu bisa berjalan dengan lancar. Jangan lupa untuk membawa serta kamera, sehingga bisa mengabadikan beberapa foto terbaik dari ketinggian.

Kegiatan tandem sebenarnya cukup populer di Jogja, sehingga sangat sayang untuk dilewatkan. Aktifitas yang membutuhkan keberanian yang cukup besar ini, tentu akan memberikan pengalaman yang baru dan menyenangkan. Namun untuk aktifitas olahraga yang berat seperti ini, tentu wajib mempersiapkan kondisi fisik yang fit terlebih dahulu, termasuk psikis (terutama bagi yang sedikit takut dengan ketinggian). Hal ini penting, untuk memastikan bahwa selama berada di ketinggian dalam keadaan baik-baik saja dan bisa menikmati olahraga tandem ini dengan maksimal.

Saat melakukan kegiatan yang satu ini, lepas landas dilakukan di ketinggian Bukit Parang Endog dan mendarat dengan cantik di Pantai Parangtritis. Semua ini tentu akan menyenangkan dan tidak bisa ditemukan di kota lain. Untuk semua perjalanan wisata selama di Jogja, mungkin bisa menggunakan jasa sewa mobil OMOcars Jogja, agar bisa menikmati berbagai destinasi wisata indah di kota ini dengan mudah dan nyaman. FIN

Monday, 2 July 2018

#DIY-Crafts : Membuat Pot Unik dari Botol Kaca Bekas

adipraa.com - Hello Juli! Apa kabar hari ini? Istimewa. Mengawali bulan dimana Hari Anak Nasional diperingati, pada artikel kali ini saya ingin berbagi ide kreatif membuat Pot Unik dari Botol Kaca Bekas. Yah, dewasa ini miris jika melihat konten di timeline medsos yang isinya zonk alias ga penting. Konten gaje berisi hal-hal bodoh viral menghiasi media sosial. Okelah, kita butuh sesuatu yang fun, tapi mbokyo menyisipkan sisi edukatifnya. Agar anak Indonesia makin pintar. Betul. Yuk, bikin Do-It-Yourself (DIY) Craft aja!

Ide membuat Pot Unik dari Botol Kaca Bekas ini muncul saat saya melihat ada botol kaca bekas shampo milik teman kantor yang mangkrak di meja kerjanya. Daripada tidak terpakai, saya minta saja dan dibawa pulang untuk dijadikan bahan crafting. Kan lumayan bisa dijadikan Pot Unik tanaman untuk menghias rumah.
Alat dan Bahan | adipraa.com
Alat dan Bahan

Botol kaca bekas tersebut kemudian saya hias dengan melilitkan tali goni yang direkatkan dengan lem tembak. Tali goni ini dililitkan pada bagian atas dan bawah botol kaca. Bahan berupa tali goni ini dapat dibeli di Toko Alat Jahit "Jolie" yang beralamat di Jl. P. Diponegoro No. 110 Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta.

Setelah tali goni melilit dengan sempurna pada botol kaca, langkah terakhir adalah mengisinya dengan tanaman. Saya memilih tanaman Sirih Belanda yang cocok menjadi tanaman hias in door. Berikut penampakan hasil kreasi yang saya buat:
Pot Unik dari Botol Kaca Bekas | adipraa.com
Pot Unik dari Botol Kaca Bekas

Gimana gaes! Gampang kan bikinnya. Menarik untuk dicoba? Manfaatkan waktu luang untuk hal yang positif dengan berkreasi. Daripada diisi dengan membuat konten unfaedah, mending crafting sambil mendaur ulang barang bekas. Salah satunya membuat pot unik dari botol kaca bekas. Selamat ber-DIY! FIN.

Wednesday, 27 June 2018

Merindukan Senja dan Ramadan di Pantai Baru

adipraa.com - Laiknya para penikmat senja yang selalu mengagumi momen dimana mentari perlahan terbenam hingga muncul rasa rindu untuk bertemu kembali, semestinya Ramadan pun juga dirindukan akan kehadirannya. Senja dan Ramadan, keduanya datang dan hilang seiring dengan waktu berlalu. Ya, semua hal yang ada di dunia ini punya masanya. Sama halnya dengan Senja dan Ramadan, keduanya seakan terlihat pergi menghilang supaya kita belajar untuk menyedekahkan waktu. Apabila masih diberi umur panjang, berharap semoga esok kan lebih baik.
Pantai Baru kala Libur Idul Fitri 1439 H | adipraa.com
Pantai Baru kala Libur Idul Fitri 1439 H

Jumat Sore (15/6), pasca ujung dengan keluarga, saya mengantar adik dan saudara-saudari yang kumpul dalam rangka mudik lebaran untuk vakansi ke Pantai Baru. Mumpung lagi di Jogja, menikmati liburan dengan mencicipi langit senja. Sinar jingga di salah satu pantai wilayah Bantul yang tergolong muda eksistensinya dibandingkan pantai lain di sekitarnya.
Pohon Cemara Udang di Pantai Baru | adipraa.com
Pohon Cemara Udang di Pantai Baru

Pantai yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Pantai Pandansimo dan Pantai Kuwaru ini terkenal akan keindahan pohon cemara udang yang rindang. Coba saja nikmati kala senja tiba, siluet pohon-pohon yang ada di Pantai Baru akan terlihat mengagumkan. Diam penuh misteri. Sesekali melambaikan rantingnya kala tertiup angin. Seakan melepas kepergian matahari untuk yang kesekian kali. 
Langit Senja 
Tanyakan pada bumi yang setia berotasi. Mengapa tercipta keindahan kala mentari terbenam? Mudah dikenang dan susah dilupakan. Mungkin agar rindu itu mengadu. Dan kita berani menantinya datang kembali. Dapatkah kita meramu waktu untuk mempersiapkan esok yang lebih baik?
Baca artikel menarik lainnya disini: Berlarian Kesana-Kemari Di Pantai Teleng Ria Pacitan
Terimakasih senja dan ramadan, karenamu saya kembali mengingat waktu. Hingga pada saatnya nanti keduanya tak mampu lagi tercipta, manfaatkan sebaik mungkin untuk kembali pada-Nya. #ceritaliburlebaran

Saturday, 23 June 2018

Makan Siang dengan Bakso Komplit Pak Narto

adipraa.com - Bakso lagi yuk gaes! Apah? ga mblenek tah? Kalau sudah menjadi kegemaran, mau gimana lagi. Asal jangan sering-sering aja. Cerita kuliner kali ini mengulas Bakso Pak Narto. Tau kan, salah satu warung bakso terkenal di Jogja. Bakso Pak Narto memiliki cabang-cabang yang tersebar di beberapa wilayah Yogyakarta.
Suasana Warung Bakso Pak Narto | adipraa.com
Suasana Warung Bakso Pak Narto

Saya paling sering menyambangi warungnya yang berada di Jalan Raya Manukan, Sanggrahan, Condongcatur, Sleman. Lokasinya cukup dekat dengan tempat tinggal saya dan Terminal Condongcatur. Yup, mungkin ini bisa jadi rekomendasi tempat kuliner nikmat di sekitar Terminal Condongcatur untuk sahabat yang kebetulan berada di Sleman.

Warung Bakso Pak Narto memang terkenal dengan suasananya yang nyaman dan bersih. Apalagi setelah berpindah lokasi, dari yang awalnya di ujung utara Jalan Raya Manukan, kini bergeser ke arah selatan mendekati Toko Peni Swalayan. Suasana di Warung Bakso Pak Narto menjadi semakin kece dengan konsep gubug yang dibangun di atas kolam ikan.
Bakso Komplit dan Juice Buah Naga | adipraa.com
Bakso Komplit dan Juice Buah Naga

Selasa (19/6), mencari warung makan yang buka pasca libur lebaran itu sulit. Dan saya perhatikan, yang buka kebanyakan warung bakso dan mie ayam. Pulang kantor berkendara dari Wirosaban sampai Condongcatur dengan perut keroncongan karena sejak pagi belum makan. Akhirnya dapatnya di dekat rumah juga.
Baca juga rekomendasi menu bakso lainnya disini: Icip Bakso Pikul Tradisional Pak Gino
Fix mendamparkan diri di Warung Bakso Pak Narto. Segera saya memesan Bakso komplit yang didampingi oleh segelas jus buah naga untuk minumannya. Mantap! 
Bakso Komplit | adipraa.com
Bakso Komplit

Di dalam seporsi Bakso Komplit Pak Narto, diantaranya berisi 4 jenis bakso yang terdiri dari 2 bakso ukuran kecil, 1 bakso ukuran besar, dan tahu bakso berukuran jumbo. Untuk mienya, diisi dua jenis mie, yakni mie bihun dan mie kuning. Tambahan lain ada potongan tahu, bawang goreng dan sawi.
Harga Bakso Komplit dan Juice Buah Naga | adipraa.com
Harga Bakso Komplit dan Juice Buah Naga

Saya paling suka menikmati tahu baksonya yang super gedhe. Disendok bersama kuah bakso, rasanya gurih dan pas banget sesuai selera. Tinggal tambahin sambal yang tersedia di meja. Jadi tambah komplit deh rasanya. This is it, Bakso Komplit Pak Narto. Enak dengan total biaya sebesar Rp. 25.000,- saja. Alhamdulillah, maturnuwun Gusti...