Thursday, 23 July 2020

BERBAGAI JENIS JARINGAN INTERNET

adipraa.com - Ternyata jaringan internet tidak hanya satu jenis. Banyak jenis jaringan internet tergantung dari jangkauan geografisnya, distribusi sumber data, media transmisinya, dan hubungan perangkatnya, berikut ini penjelasannya: 
BERBAGAI JENIS JARINGAN INTERNET | adipraa.com
BERBAGAI JENIS JARINGAN INTERNET

Berdasarkan Jangkauan Geografis

PAN (Personal Area Network) 
Sesuai dengan namanya, area lingkup jaringan ini sangat kecil yaitu hanya mencakup perseorangan dan memiliki batas jangkauan yang terbilang pendek. Batas jangkauan jaringan ini sekitar 10 meter. Memang, istilah PAN terdengar asing dan tidak populer seperti istilah lain seperti LAN ataupun yang lainnya. Salah satu bentuk penggunaan jaringan PAN adalah jaringan Bluetooth

HAN (Home Area Network) 
Jaringan internet ini hanya mencakup satu buah rumah saja. Sama semerti istilah PAN, istilah HAN juga jarang digunakan. Salah satu contoh dari jaringan ini adalah ketika memasang televisi berlangganan yang dilengkapi dengan internet. Biasanya jaringan tersebut dihubungkan dengan router yang ditempatkan di dalam rumah. 

LAN (Local Area Network) 
LAN merupakan jaringan komputer atau jaringan internet yang hanya mencakup wilayah kecil, namun lebih besar daripada PAN. LAN hanya mampu mencakup wilayah tidak lebih dari 1 kilometer persegi. Biasanya LAN digunakan hanya dalam satu gedung saja. Dalam penggunaannya, biasanya digunakan kabel dengan teknologi IEEE 802.3, yaitu kabel Ethernet, untuk menghubungkan antar perangkat komputer dalam jaringan. Contoh pengaplikasian dari LAN adalah warnet alias warung internet, mereka menggunakan LAN untuk menghubungkan billing dengan OP (server). Selain menggunakan teknologi Ethernet, LAN juga menggunakan teknologi 802.11b yang lebih dikenal dengan istilah Wi-Fi. LAN yang menggunakan Wi-Fi disebut dengan WLAN atau Wireless Local Area Network

MAN (Metropolitan Area Network) 
Jaringan MAN merupakan pengembangan dari jaringan LAN sehingga mampu mencakup wilayah yang lebih luas. Jaringan ini mampu mencakup wilayah dengan luas berkisar 10-50 km, sehingga pada umumnya jaringan ini mampu menghubungkan komputer yang berada di lain kota atau kabupaten tetapi masih berada dalam satu provinsi atau masih berada dalam radius kurang dari 50 km. Jaringan MAN didukung oleh kabel dengan kecepatan transfer data yang tinggi, sehingga memungkinkan penerimaan informasi antar komputer berlangsung sangat cepat. Jaringan MAN sebenarnya gabungan dari beberapa LAN. Jaringan ini hanya memiliki satu atau dua kabel dan tidak dilengkapi dengna elemen switching, sehingga rancangan menjadi lebih simpel. Contoh bentuk penggunaannya yaitu jaringan departemen dengan beberapa kantor departemen tingkat kabupaten atau kota dihubungkan antara satu dengan lainnya. 

WAN (Wide Area Network) 
Jaringan WAN adalah jaringan internet paling luas yang mencakup wilayah sangat luas, bahkan mampu mencakup seluruh luas wilayah suatu negara. Sebenarnya WAN mirip dengan MAN yaitu sama-sama menghubungkan beberapa LAN. Akan tetapi, jumlah LAN yang mampu dihubungkan oleh jaringan WAN jauh lebih banyak daripada yang mampu dihubungkan oleh jaringan MAN. 

Berdasarkan Distribusi Sumber Informasi/ Data

Jaringan Terpusat 
Pada jaringan ini, terdapat sebuah komputer server dan satu atau lebih komputer client. Komputer server bertugas sebagai sumber informasi / data, sedangkan komputer client bertugas sebagai perantara dalam mengakses informasi / data dari komputer server. 

Jaringan Terdistribusi 
Sebenarnya jaringan terdistribusi tidak berbeda jauh dari jaringan terpusat. Beda dari kedua jenis jaringan tersebut adalah jaringan terdistribusi terdiri atas beberapa jaringan terpusat. Dalam jaringan ini, beberapa komputer client dan server terhubung menjadi satu yang membentuk suatu sistem jaringan tertentu. 

Berdasarkan Media Transmisi Data yang Digunakan

Jaringan Berkabel (Wired Network) 
Seperti namanya, jaringan berkabel atau wired network adalah sebuah jaringan yang menggunakan media kabel sebagai transmisi atau pengiriman data. Ada banyak jenis kabel yang biasa digunakan untuk jaringan ini, tetapi kabel UTP dan kabel Fiber Optik adalah kabel yang paling banyak digunakan saat ini. 

Jaringan Nirkabel/ Tanpa Kabel (Wireless Network) 
Sudah jelas bahwa jaringan ini tidak menggunakan media kabel dalam pengiriman data dari komputer yang satu ke komputer yang lain. Jaringan ini menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirimkan sinyal data antar komputer. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah alat yang bernama wireless adapter agar bisa mengirim dan menerima data yang dikirimkan oleh komputer lain. 

Berdasarkan Peranan dan Hubungan Tiap Komputer Dalam Jaringan

Jaringan Client-Server 
Jaringan ini sebenarnya mirip dengan jaringan terpusat ataupun jaringan terdistribusi. Jaringan Client-Server terdiri atas satu atau lebih komputer server dan komputer client. Komputer server bertugas sebagai penyedia informasi / data dan komputer client bertugas untuk menampilkan data yang didapat dari komputer server. 

Jaringan Peer to Peer 
Jaringan ini sangat berbeda dengan jaringan client-server. Meskipun sama-sama memiliki komputer server dan komputer client, tetapi fungsi atau tugas dari komputer tersebut berbeda dari tugas yang ada pada jaringan client-server. Dalam jaringan client-server, komputer server­ dan client memiliki fungsi yang berbeda dan tidak dapat ditukar-tukar. Akan tetapi, pada jaringan peer to peer, fungsi komputer server dan komputer client dapat ditukar-tukar. Komputer server dapat berfungsi sebagai komputer client dan komputer client juga dapat berfungsi sebagai komputer server. 

Itulah macam-macam jaringan internet, sedangkan untuk provider jaringan stabil kamu bisa baca info selengkapnya disini.

Wednesday, 15 July 2020

Cara Menghitung PPN Pada Sebuah Bisnis

adipraa.com - PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah bagian dari administratif yang harus diurus oleh banyak pebisnis. Jenis pajak ini oleh bisnis barang atau jasa penjualan karena merupakan pajak konsumsi. PPN dibayar oleh pelanggan akhir, bukan perusahaan yang menjual barang. PPN bisa dikatakan rumit, dan memakan waktu, dan Anda bisa dikenai biaya besar jika Anda salah melakukan perhitungan. 
Cara Menghitung PPN Pada Sebuah Bisnis | adipraa.com
Cara Menghitung PPN Pada Sebuah Bisnis

Apakah suatu bisnis harus mendaftar secara resmi untuk PPN atau tidak tergantung pada omset tahunannya dan jenis barang yang dijualnya. Ada beberapa tingkat PPN berbeda yang berlaku untuk berbagai jenis produk, dalam keadaan yang berbeda. Meskipun ada beberapa pengecualian, PPN berlaku untuk hampir setiap transaksi tunggal untuk sejumlah besar bisnis. Di bawah ini adalah panduan bagi Anda untuk menghitung PPN. 

Cara Menghitung PPN 

Pajak Pertambahan Nilai, adalah pajak bisnis yang dikenakan oleh pemerintah atas penjualan barang dan jasa. PPN adalah pajak konsumsi, yang dikumpulkan saat Anda memberikan nilai pada suatu produk. 

Dengan kata lain, PPN adalah pajak yang dibebankan pada produk / layanan yang dibeli orang dan bisnis. PPN adalah pajak tidak langsung, yang menunjukkan bahwa bisnis memungutnya atas nama pemerintah: perusahaan menambahkan biaya PPN atas barang dan jasa mereka, kemudian membayar PPN. 

PPN dibebankan pada sebagian besar barang dan jasa, seperti: 
  1. Penjualan bisnis 
  2. Meminjamkan barang 
  3. Menjual aset bisnis 
  4. Komisi 
  5. Barang bisnis yang digunakan karena alasan pribadi 
  6. ‘Non-penjualan’, seperti hadiah dan pertukaran sebagian. 

Semua item yang berlaku PPN ini dikenal sebagai 'persediaan kena pajak'. PPN dapat muncul di atas harga untuk penjualan bisnis-ke-bisnis, dengan banyak harga menunjukkan 'ex PPN'. Untuk penjualan langsung ke konsumen, harga sudah termasuk PPN.

Cara menghitung PPN, adalah Anda harus menggunakan rumus tarif PPN x Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau 10% x DPP. Contoh : 

PT. Masbos menjual sepatu pada CV Abadi dengan harga Rp 30.000.000. Maka, PPN yang perlu disetorkan adalah 10% x Rp 30.000.000 = Rp 3.000.000 

Persyaratan faktur PPN 

Faktur PPN lengkap digunakan untuk sebagian besar transaksi. Faktur PPN lengkap harus menunjukkan: 
  1. Nama pemasok, alamat dan nomor registrasi PPN 
  2. Nama dan alamat orang yang menerima barang yang dipasok 
  3. NPWP 
  4. Tanggal penerbitan 
  5. Tanggal pasokan barang atau jasa (dalam beberapa kasus sama dengan tanggal penerbitan) 
  6. Deskripsi barang atau jasa yang disediakan, termasuk jumlah masing-masing barang 
  7. Harga per item, tidak termasuk PPN 
  8. Tarif PPN yang dibebankan per item 9. Tingkat diskon per item 10. Jumlah total tidak termasuk PPN 11. Jumlah total PPN. 

Sudah paham mengenai Pajak Pertambahan Nilai bukan? Jika Anda masih bingung menghitung PPN pada bisnis Anda, unduh saja aplikasi keuangan bernama Buku Kas. Dengan aplikasi keuangan ini, maka segala pembukuan keuangan Anda akan jauh lebih mudah dan aman.