adipraa.com - Hobi tanaman memang selalu punya cara sendiri untuk menemani waktu luang, apalagi saat cuaca sedang tidak bersahabat. Hari ini, Ahad, 11 Januari 2026, hujan turun sejak pagi hari. Suasana mendung, udara sejuk, dan rintik hujan yang konsisten membuat aktivitas di luar rumah jadi terbatas. Daripada hanya rebahan dan merasa gabut, akhirnya saya kembali berkutat dengan hobi yang sudah cukup lama menemani keseharian, yaitu merawat tanaman hias.
| Dari Rendaman Air ke Pot, Proses Merawat Janda Bolong di Pagi Hujan |
Pilihan pun jatuh pada tanaman favorit banyak orang belakangan ini, janda bolong atau monstera adansonii, yang sebelumnya sudah kami rendam dalam air untuk merangsang pertumbuhan akar. Ceritanya sudah saya publish di artikel sebelumnya. Proses pemindahan tanaman dari media air ke pot selalu memberi kepuasan tersendiri. Ada rasa senang sekaligus deg-degan, karena tahap ini cukup menentukan kelanjutan hidup tanaman.
| Dua Janbol sudah berpindah pemilik |
Pagi itu, saya memutuskan untuk memindahkan dua pot terlebih dahulu. Tidak terburu-buru, karena memang sengaja dilakukan bertahap. Sebelumnya, dua pot janda bolong yang lain sudah “dipinang” oleh pelanggan dan berhasil dikirim dengan aman ke daerah Palagan. Kesempatan ini juga menjadi momen untuk mengucapkan terima kasih kepada para pembeli yang sudah order. Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat untuk terus menekuni hobi tanaman, bahkan perlahan menjadikannya peluang kecil yang menyenangkan.
| Akar sudah panjang |
Saat tanaman diangkat dari rendaman air, terlihat jelas perkembangan yang cukup menggembirakan. Akar janda bolong sudah tumbuh panjang dan tampak sehat. Tidak hanya itu, di sela batang juga mulai muncul tunas daun kecil yang memberi harapan akan pertumbuhan daun baru dalam waktu dekat. Melihat tanda-tanda ini selalu menghadirkan rasa puas, seolah usaha merawat dan menunggu selama ini terbayar lunas.
Media tanam yang digunakan pun dipersiapkan dengan sederhana namun tetap diperhatikan kualitasnya. Campuran tanah, sekam, dan sedikit kompos menjadi pilihan agar sirkulasi udara tetap baik dan akar tidak mudah membusuk. Setelah tanaman diposisikan dengan hati-hati ke dalam pot, media ditambahkan perlahan sambil ditekan ringan agar tanaman berdiri kokoh. Tidak lupa, pot diletakkan di area yang mendapat cahaya tidak langsung, karena janda bolong memang lebih menyukai sinar matahari yang lembut daripada paparan langsung.
| Dua janbol siap dipindah dalam pot |
Hujan di pagi hari justru menambah suasana tenang selama proses memindahkan tanaman ini. Tidak ada rasa terburu-buru, semua dilakukan sambil menikmati waktu. Hobi tanaman memang mengajarkan banyak hal, salah satunya adalah kesabaran. Kita tidak bisa memaksa tanaman tumbuh lebih cepat, yang bisa dilakukan hanyalah merawat, memperhatikan, dan menunggu. Setiap hari ada saja kejutan kecil, entah itu akar baru, daun yang mulai membuka, atau warna hijau yang semakin segar.
Kedepannya, dua pot janda bolong yang baru dipindahkan ini akan terus dipantau perkembangannya. Jika dalam beberapa hari ke depan tanaman menunjukkan adaptasi yang baik dan apabila telah tumbuh empat hingga lima daun baru, barulah tanaman ini akan ditawarkan kembali. Tentunya setelah dipastikan benar-benar sehat dan siap berpindah tangan ke pemilik baru.
Ada kepuasan tersendiri ketika hobi yang dijalani dengan penuh ketelatenan ternyata juga bisa memberi manfaat lebih.
Pada akhirnya, hobi tanaman bukan sekadar soal mengoleksi atau menjual, tetapi tentang proses menikmati setiap tahap pertumbuhan. Dari batang kecil yang direndam air, akar yang perlahan memanjang, hingga daun yang akhirnya tumbuh sempurna. Di tengah hujan pagi dan suasana yang tenang, merawat janda bolong hari ini menjadi pengingat bahwa hal-hal sederhana sering kali justru memberi kebahagiaan.
Dulu perasaan tanaman ini mahal ya.. viral banget di kalangan emak2... Ibu saya juga heboh bgt
ReplyDeleteIya, kakak. Pernah naik daun dulu...
Delete