Sunday, July 16, 2017

Harmonisasi Musik ala Jogja

Harmonisasi Musik Ala Jogja | adipraa.com
Harmonisasi Musik Ala Jogja

Adipraa.com - Siapa sih yang tidak suka mendengar musik? Hampir semua orang suka mendengar musik, salah satu aktivitas manusia yang menyenangkan. Menurut saya, perasaan seseorang akan menjadi rileks dan tenang dengan mendengarkan musik. Bahkan, musik juga bisa menjadi obat. 

Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata, Jogja dan musik? Rasanya dua kata tersebut dapat diumpakakan sebagai pasangan serasi yang tak bisa dipisahkan. Ya, Jogja memang sangat kental dengan seni dan budaya, termasuk seni musiknya. Yuk, simak ulasan tentang harmonisasi musik ala Jogja dalam artikel kali ini. Sekedar membagikan spot-spot seru yang menyajikan lantunan musik tradisional secara live di Jogja. 

"Musisi jalanan mulai beraksi...." 

Tau kan sepenggal lirik tersebut, persembahan dari Katon Bagaskara yang berjudul Yogyakarta. Lewat musisi jalanan alunan musik mewarnai Jogja dimana-mana. sebagai contoh musik calungnya, lagu demi lagu banyak dilantunkan setiap lampu lalu lintas tanda berhenti menyala di beberapa sudut kota Jogja. Beberapa grup calung ready untuk memainkan musik yang enak di dengar. Menghibur setiap pengendara yang berhenti menunggu lampu hijau menyala. 
Musik Calung di Malioboro Jogja | adipraa.com
Calung di Malioboro Jogja

Mau yang lebih seru lagi! Cobalah untuk mendengarkan musik calung di Malioboro saat malam hari. Alunan musik yang didominasi oleh harmonisasi nada yang keluar dari alat musik angklung ini akan mengiringi langkahmu menikmati malam di jalan yang paling termahsyur di kota Jogja. 

Masih di kawasan Malioboro, ada spot menarik lain yang menyajikan alunan musik tradisional Jawa. Nada indah tercipta dari alat musik siter dengan tembang-tembang yang dilantunkan. Mengiringimu berbelanja di gerai paling ujung selatan Malioboro, tepatnya di Batik Hamzah atau dulu femes dengan nama Mirota Batik. Perlu diketahui, siter merupakan alat musik petik yang sangat khas dalam gamelan Jawa.
Musik Siter dan Kendang di Batik Hamzah Jogja | adipraa.com
Siter dan Kendang di Batik Hamzah Jogja

Memasuki gerai yang kental dengan koleksi barang-barang tradisional ini, kamu akan menyaksikan pemain siter memetikkan ibu jarinya dan menghasilkan nada yang menenangkan hati. 

Tak hanya di tempat umum dan pusat perbelanjaan saja, keindahan musik ala Jogja juga dapat kamu temukan di beberapa instansi milik Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satunya adalah suguhan musik yang ada di Rumah Sakit Jogja.

Seperti yang telah saya utarakan pada paragraf sebelumnya, musik juga dapat menjadi obat. Disadari atau tidak, musik bisa menghadirkan perasaan senang dan menjadi terapi kesehatan yang mujarab. Hal ini diperhatikan oleh Rumah Sakit Jogja. Pihak rumah sakit berusaha menghadirkan pemain siter dan sinden yang membawakan tembang-tembang Jawa untuk para pelanggannya yang datang  berobat.
Alunan Tembang Jawa di RS Jogja | adipraa.com
Alunan Gamelan dan Tembang Jawa di RS Jogja

Jika kamu kebetulan berkunjung ke rumah sakit ini, cobalah menikmati alunan musik gamelan khas Jawa yang ada di ruang tunggu pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Jogja. Setiap harinya, siter dan sindennya siap memainkan di atas gazebo mulai pukul 8 pagi hingga 12 siang. Selain siter, terkadang juga dihadirkan alat musik gamelan lainnya sebagai pengiring sindennya. Istimewa. 
Itulah ulasan singkat tentang Harmonisasi Musik ala Jogja yang bisa saya rangkum dalam artikel sederhana ini. Semoga semakin membuat kamu merindukan Jogja dari sudut pandang musiknya. Fin.

Tuesday, July 4, 2017

Silaturahmi di Museum Tembi Rumah Budaya

Adipraa.com - Heyho, guys! Yang namanya rejeki itu tak melulu soal harta berupa uang. Rejeki itu juga berwujud nikmat kesempatan berkumpul menghadiri Syawwalan Keluarga Besar Trah Abdullah Hadi. Bertegur sapa dengan saudara jauh yang mungkin jarang sekali ketemu dan saling maaf-memaafkan di hari yang fitri. Alhamdulillah, saya dapat mengikuti momen silaturahmi bersama keluarga besar tahun ini (27/6) yang terselenggara dengan sukses di Pendopo Museum Tembi Rumah Budaya. Dari kegiatan syawwalan tersebut, lagi-lagi saya dapat rejeki, yaitu kesempatan untuk meng-eksplore Museum Tembi Rumah Budaya. Lumayan untuk bahan artikel kali ini. 

Museum yang diresmikan tanggal 21 Oktober 1999 ini berlokasi di Jl. Parangtritis Km. 8.4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta.

Ada apa aja di Museum Tembi Rumah Budaya? 

Dari segi bangunannya, denah bangunan Museum Tembi Rumah Budaya didirikan berkonsep rumah tradisional Jawa yang terdiri atas kuncungan, pendapa, pringgitan, dalem, gandok dan lain-lain. 
Koleksi Gamelan Museum Tembi Rumah Budaya | adipraa.com
Koleksi Gamelan Museum Tembi Rumah Budaya
Museum ini memiliki beragam koleksi benda-benda warisan kebudayaan Jawa. Di dalam “dalem” yang difungsikan sebagai ruang utama museum dapat dilihat beberapa koleksi seperti senjata tradisional tombak dan keris, celengan kuno, dan masih banyak lagi. Ada juga koleksi gamelan yang kebetulan sedang ngungsi karena tempatnya sedang dipakai untuk kegiatan syawwalan. 
Sistem Pembagian Ruang yang disebut Senthong (kamar)
Senthong Kiwa Berisi Hasil Bumi | adipraa.com
Senthong Kiwa berisi alat dapur dan hasil panen
Dari Museum Tembi Rumah Budaya ini saya mendapat informasi baru tentang kebudayaan Jawa terkait sistem pembagian ruang. Sistem pembagian ruang rumah tradisional Jawa disebut “senthong” (kamar) terdiri dari senthong kiwa, senthong tengah dan senthong tengen. Ketiga senthong ini memiliki fungsi sendiri-sendiri. Sebagai contoh senthong kiwa (kiri) digunakan sebagai tempat menyimpan alat dapur dan hasil panen berupa padi dan palawija. 
Koleksi Celengan Antik Museum Tembi Rumah Budaya | adipraa.com
Koleksi Celengan Antik Museum Tembi Rumah Budaya
Koleksi celengan yang ada di Museum Tembi Rumah Budaya bentuknya lucu dan unik. Masyarakat Jawa menabung secara tradisional dalam wujud celengan yang berbentuk hewan seperti kuda, katak, kura-kura, ayam jago dan lain sebagainya. Ada juga yang berbentuk bulatan dan tabung yang dibuat dari tanah liat. Kegiatan “nyelengi” adalah cara masyarakat Jawa untuk menghemat agar dapat digunakan di waktu mendatang untuk keperluan tak terduga. 
Koleksi Dakon dan Kecik Museum Tembi Rumah Budaya | adipraa.com
Koleksi Dakon dan Kecik Museum Tembi Rumah Budaya

Ada yang punya dakon di rumah? Museum Tembi Rumah Budaya memiliki beragam koleksi mainan “dakon” dengan keciknya yang dapat dimainkan. Kecik-kecik dari biji-bijian yang digunakan ada yang dari sawo, lerak, sirsat dan ada juga yang dari plastik. Yuk, lestarikan mainan anak satu ini.
Majalah Kejawen | adipraa.com
Majalah Kejawen
Koleksi Sepeda Onthel Museum Tembi Rumah Budaya | adipraa.com
Koleksi Sepeda Onthel Museum Tembi Rumah Budaya
Di ruangan lainnya, dapat kita nikmati manuskrip dan majalah beraksara Jawa. Salah satunya adalah majalah Kejawen yang diterbitkan tahun 1923-1937.

Masih dalam ruangan yang sama, terdapat beberapa contoh iklan-iklan kuno yang menggunakan bahasa Jawa, baik dengan aksara Jawa maupun Latin. Iklan-iklan kuno tersebut dipajang dengan pigura di dinding-dinding museum. Selain itu, ada pula beberapa koleksi sepeda onthel dan sepeda motor kuno yang bernuansa modern. 
Rumah Tradisional Jawa
Terdapat pula koleksi rumah-rumah tradisional Jawa bergaya limasan serta berkonstruksi dan berdinding kayu (gebyok). Rumah-rumah tersebut berasal dari beberapa daerah di DIY dan Jawa Tengah yang kemudian diangkut untuk direkonstruksi kembali di komplek Tembi Rumah Budaya. Rumah-rumah ini berusia 50-70 tahun dan dapat diinapi yang dilengkapi dengan AC, water heater dan Wi-Fi. 
Selfie di komplek Tembi Rumah Budaya | adipraa.com
Selfie di komplek Tembi Rumah Budaya
Jagoan kecilku pun eksis dengan berselfie ria di depan Rumah Inap Ganjuran. Rumah Inap Ganjuran merupakan rumah limasan yang didirikan pada tahun 1939. Bangunan ini diperoleh dari Dusun Jepitu, Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, DIY pada tahun 2007. 
Ikut eksis di Museum Tembi Rumah Budaya | adipraa.com
Ikut eksis di Museum Tembi Rumah Budaya
Tak mau ketinggalan dari anak lanang, saya juga ikut mendokumentasikan diri bersama Museum Tembi Rumah Budaya. Hasil jepretan mas Bintang bagus juga. Makasih ya nak!
Itulah sedikit informasi tentang Museum Tembi Rumah Budaya yang tempatnya sangat artistik dan memiliki koleksi etnografi yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa. Rejeki dari silaturahmi bersama keluarga besar Trah Bani Abdullah Hadi. Semoga bermanfaat ! Thanks.

Sunday, July 2, 2017

Es Teller Bale Spesial feat Es Campur Bale Spesial, Nyesss...

Adipraa.com - Hawa panas di siang hari memang dapat membuat hati dan pikiran terbakar. Konsentrasi pun buyar dan kadang muncul percikan-percikan emosi. Ada ketidaknyamanan sedikit saja kemarahan pun dapat meluap. Mengambil istilah dari kawan lama semasa SMA dulu saat lagi tidak ingin diganggu, "Tanjung Priok, Senggol Bacok". Ngerinya. Naudzubillah... 

Minggu siang (02/07), enak sekali minum es di tengah cuaca terik. Untuk mendinginkan suasana, satu menu terbaik yang tak boleh ketinggalan saat makan siang di Bale Bebakaran adalah Es Campur Bale Spesial. Pun diamini oleh istri yang juga memilih untuk menikmati Es Teller Bale Spesial
Es Campur Bale Spesial | adipraa.com
Es Campur Bale Spesial
Pas rasanya! Menikmati Es Campur Bale Spesial yang isinya ada irisan buah semangka, melon, tape dan kerumunan biji selasih yang dicampur dengan serutan es dan potongan roti tawar. Tidak ada yang lebih nikmat daripada meminum es di hari yang panas. Nyesss... 
Es Teller Bale Spesial | adipraa.com
Es Teller Bale Spesial
Dan wajah sumringah penuh lega pun juga tampak dari raut wajah istri saya setelah menikmati Es Teller Bale Spesial. Kesegaran pun langsung dapat dirasakan seketika saat menyeruput sendok demi sendok minuman spesial dari Bale Bebakaran ini. Nyess lagi... 
Aneka Minuman Spesial Bale Bebakaran | adipraa.com
Aneka Minuman Spesial Bale Bebakaran
Selain dua kesegaran dari duet maut Es Teller Bale Spesial feat Es Campur Bale Spesial yang kami nikmati, masih ada minuman spesial lainnya yang dapat dipesan di Bale Bebakaran. Antara lain Es Campur Kelamud, Es Kacang Merah dan Mocca Float. Semua itu bisa kamu order untuk mengobati panasnya hati dan pikiran akibat teriknya siang di Jogja. Soal harga pun tak akan membuatmu gerah dan kanker (Baca: Kantong Kering). Cukup terjangkau.
Musholla Bale Bebakaran | adipraa.com
Musholla Bale Bebakaran
Apabila masih juga terasa panas, ada satu obat lagi yang mujarab. Jangan lupakan sholat! Kalau kamu sedang makan siang di Bale Bebakaran yang ada di Jalan Sutomo No. 19 Bausasran Yogyakarta dan kebetulan belum sholat. Jangan khawatir, ada musholla di lantai dua. Tempatnya bersih dan nyaman untuk sholat. Insyaallah Nyess juga. Fin.

Wednesday, June 28, 2017

MAMAHKE' JOGJA, Ikon Baru Industri Kuliner di Kota Gudeg

Adipraa.com - Industri kuliner di Kota Gudeg (Baca: Yogyakarta) kini makin lama makin ramai saja. Banyak nama-nama baru muncul dan mulai menunjukkan eksistensinya. Salah satu ikon baru yang sedang digandrungi penikmat kuliner Jogja adalah "MAMAHKE' JOGJA". Sebuah gerai kuliner yang menyuguhkan varian cake dengan citarasa istimewa. MAMAHKE' sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "dikunyahkan". Dengan mengedepankan brand yang mencitarasakan Jogja dalam bentuk rasa, MAMAHKE' JOGJA hadir sebagai alternatif jajanan masyarakat Jogja. 
Gerai MAMAHKE' JOGJA | adipraa.com
Gerai MAMAHKE' JOGJA
Meskipun terbilang baru, namun produk kuliner yang dibawa oleh keluarga selebritis papan atas yaitu Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo ini mampu bersaing mengisi pasar kuliner di Yogyakarta. Hal ini diperkuat dengan lokasi gerainya yang sangat strategis yaitu berada di dalam komplek Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Gerai MAMAHKE' JOGJA berada di Jalan Tamanan KT. I/ 329 Yogyakarta. Berdiri persis di sebelah selatan Obyek Wisata Taman Sari dan dekat dengan Alun-Alun Selatan.
Keluarga Hanung Bramantyo pemilik MAMAHKE' JOGJA
Dengan menyuguhkan produk oleh-oleh kekinian berjenis dessertMAMAHKE' JOGJA memiliki 3 layer berupa cake dengan 6 varian rasa dan ditengahnya disisipkan puff pastry yang renyah. Varian rasa cake tersebut antara lain Red Velvet, Green Tea Chocolate, Banana, Tiramisu, Cheese dan Chocolate. Yummy.
Antrian di MAMAHKE' JOGJA | adipraa.com
Antrian di MAMAHKE' JOGJA
Bawa pulang MAMAHKE' JOGJA | adipraa.com
Bawa pulang MAMAHKE' JOGJA
Seirama dengan penikmat kuliner Jogja lainnya, saya pun tergerak untuk mencoba mencicipi produk kuliner yang ditawarkan oleh MAMAHKE' JOGJA.

Sabtu sore (24/6), ketika hendak mudik lebaran, saya dan istri sudah berniat membawa kuliner baru alternatif oleh-oleh kekinian satu ini. 
MAMAHKE' JOGJA Varian Rasa Banana | adipraa.com
MAMAHKE' JOGJA Rasa Banana
Sesampainya di gerai, dari kejauhan tampak antrian panjang menanti. Mau tak mau kami pun rela untuk antri. Kira-kira hampir sekitar satu jam kami antri menunggu untuk order, dan sempat pula diwarnai dengan habisnya stock produk MAMAHKE' JOGJA yang ada di lemari display karena banyaknya pembeli. Untungnya masih ada stock produksi terakhir sebelum gerai tutup meski mungkin tak akan cukup untuk semua konsumen yang antri kala itu. 
Tampilan layer cake MAMAHKE' JOGJA
Walau tak sesuai rencana kami yang hendak mencoba 3 varian rasa yaitu cheese, chocolate dan banana, tapi kami tetap bersyukur masih dapat menikmati salah satunya. Karena tinggal satu varian rasa yang tersisa pada waktu itu, kami pun akhirnya hanya order MAMAHKE' JOGJA rasa banana (55K) saja. 
Alhamdulillah, masih bisa membawa MAMAHKE' JOGJA untuk oleh-oleh kekinian sebagai alternatif jajanan saat mudik lebaran ke kampung halaman. Lain waktu semoga bisa mencicipi varian rasa lainnya dari ikon baru Industri Kuliner di Kota Gudeg ini. Thanks.

Tuesday, June 27, 2017

Cerita Lebaran: Sholat di Masjid Agung Manunggal Bantul

Adipraa.com – Momen lebaran memang sangat istimewa. Pasalnya bisa mendekatkan yang jauh. Ya, silaturahmi memang menjadi tradisi yang paling ditunggu saat lebaran tiba. Saya pun bersyukur dapat berkunjung ke rumah simbah dan bertemu sanak saudara di Bantul.

Waktu itu, adzan maghrib pun berkumandang. Posisi saya dan keluarga masih dalam perjalanan pulang selepas “ujung” ke rumah simbah yang berada tak jauh dari pesisir pantai Samas, Bantul. Perjalanan kami pun masih lumayan jauh. So, berhenti sejenak untuk mendirikan sholat menjadi pilihan terbaik. Akhirnya kami pun sholat maghrib di Masjid Agung Manunggal Bantul. Kebetulan perjalanan kami melewati masjid ini. 
Area Parkir Kendaraan Roda Empat Masjid Agung Manunggal Bantul | adipraa.com
Area Parkir Kendaraan Roda Empat Masjid Agung Manunggal Bantul
Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Bantul ini sangat luas dan banyak pohon-pohon besar yang membuat suasana sekitar tampak sejuk dan rindang. Berlokasinya di pusat kota Bantul, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman No. 1 Bantul. Halaman parkirnya juga luas, guys! Mampu menampung kendaraan dengan kapasitas banyak. 
Tempat Wudhu Pria Masjid Agung Manunggal Bantul
Untuk tempat wudhu antara pria dan wanita terpisah namun masih dalam satu lokasi yang sama yaitu berada di sisi selatan masjid. Saat memasuki tempat wudhu kita akan melewati kolam air untuk membasuh kaki.
Tiang Penyangga (saka) Masjid Agung Manunggal Bantul | adipraa.com
Tiang Penyangga (saka) Masjid Agung Manunggal Bantul
Masjid ini bangunannya sangat unik, arsitekturnya bergaya jawa dengan atap (mustaka) berbentuk Joglo. Sayangnya saya tidak sempat mendokumentasikan wujud atapnya dari luar masjid karena waktu itu sudah gelap.

Pilar-pilar atau tiang penyangga baik di bangunan utama masjid maupun di serambinya cukup besar. Pun demikian dengan yang ada di tengah masjid ini, terdapat empat tiang penyangga (saka) besar yang berlapis kayu jati ukir. 
Area Imam Masjid Agung Manunggal Bantul | adipraa.com
Area Mimbar Masjid Agung Manunggal Bantul
Serambi Masjid Agung Manunggal Bantul, Tampak Pintu Utama Masjid berbentuk Gunungan Wayang | adipraa.com
Serambi Masjid Agung Manunggal Bantul, Tampak Pintu Utama Masjid berbentuk Gunungan Wayang
View mimbar masjidnya pun tampak istimewa dengan adanya suatu ruang khusus untuk imam sholat yang bentuknya seperti gunungan wayang. Serupa dengan pintu masuk masjid yang juga berbentuk seperti gunungan wayang. Sangat kental dengan gaya jawanya ya, guys!
Baca juga : Arung Jeram Di Sungai Progo Bersama Arus Progo Rafting
Banyak pengunjung yang datang ke masjid ini untuk istirahat dan juga mendirikan sholat di Masjid Agung Manunggal Bantul. Alhamdulillah, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H!
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Friday, June 23, 2017

Bisnis Musiman Yang Muncul Jelang Lebaran

Adipraa.com - Menjelang lebaran, plat-plat nomer kendaraan yang wara-wiri di Jogja mulai bervariasi. Ah, tapi bukan itu yang akan kita ulas dalam artikel kali ini. Hehehe. Momen lebaran tinggal menghitung hari, tak sedikit bisnis dadakan bermunculan. Bisa juga dikatakan bisnis musiman karena muncul dikala bulan ramadan hingga menjelang lebaran. Dari hasil observasi ngalor-ngidul-ngetan-ngulon, berikut akan saya ulas beberapa bisnis musiman yang muncul menjelang lebaran, check this out:

Bisnis Kue Kering 

Bisnis Musiman "Kue Kering" | adipraa.com
Bisnis Musiman "Kue Kering"
Saat ramadan dan jelang lebaran, bisnis kue kering menjadi waktu yang tepat. Pasalnya tingginya permintaan kue kering membuat bisnis ini laris manis. Tak sedikit dari teman saya di kantor maupun tetangga dekat rumah ada yang menawarkan kue kering. Baik itu yang buat sendiri maupun yang hanya menjadi reseller saja. 

Kue kering menjadi makanan praktis yang menjadi andalan sebagai suguhan untuk tamu yang berkunjung ke rumah saat lebaran. Sudah beli kue kering belum, guys!

Bisnis Selongsong Ketupat

Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan hidangan ketupat opor. Menjelang lebaran, biasanya banyak bermunculan pedagang yang menjual selongsong ketupat yang dibentuk dari janur kelapa. Bisnis ini menjamur mulai H-3 Lebaran hingga malam takbiran.
Bisnis musiman "Selongsong Ketupat" | adipraa.com
Bisnis musiman "Selongsong Ketupat"
Pedagang selongsong ketupat mulai menggelar lapak-lapaknya di berbagai pasar tradisional. Bahkan ada yang menjual di pinggir jalan. Seperti yang ada di sepanjang Jalan Sultan Agung, Yogyakarta. Tepatnya berada di sekitar kawasan Pasar Sentul. Mulai dari pinggir jalan sekitar POM Bensin Sultan Agung sampai di depan Pura Pakualaman. Tumpukan-tumpukan selongsong ketupat mulai banyak menghiasi di daerah tersebut.

Bisnis Lampion 

Panen rejeki mulai dirasakan para penjual lampion menjelang malam takbiran. Di sudut-sudut strategis Kota Yogyakarta mulai disuguhkan oleh pemandangan berbagai macam karakter lampion yang dijual. Seperti yang ada di Kawasan Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta. 
Bisnis Musiman "Lampion" | adipraa.com
Bisnis Musiman "Lampion"
Lampion berbahan styrofoam dengan bentuk karakter-karakter kartun seperti Angry Birds, Spongebobs, Naruto, Marsha dan yang lainnya banyak dipajang di pinggir jalan sekitar Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta.

Karakter-karakter kartun memang banyak diminati sebagian besar anak-anak. Lampion-lampion ini menjadi aksesoris favorit yang harus dibawa saat takbir keliling. Jadi pengen liat takbir keliling, tapi sayang saya masuk shift jaga malam di kantor pas malam takbir. NelangsaHiks.

Jasa Penukaran Uang Baru

Bisnis Musiman "Jasa Penukaran Uang Baru" | adipraa.com
Bisnis Musiman "Jasa Penukaran Uang Baru"
Ada lagi nih, bisnis yang lain daripada lainnya. Uang kok diplastik dan dipajang berjajaran, mulai dari dua ribuan hingga dua puluh ribuan.

Yap, jasa penukaran uang baru juga menjadi salah satu bisnis musiman yang muncul jelang lebaran. Di Yogyakarta, bisnis ini menjamur di sepanjang jalan depan Obyek Wisata Taman Pintar, mulai dari timur hingga barat. Tak sedikit konsumen yang menukarkan uang baru disana untuk digunakan sebagai "angpao" saat momen lebaran.
Baca juga : Arung Jeram Di Sungai Progo Bersama Arus Progo Rafting
Itulah bisnis musiman yang muncul jelang lebaran. Sebenarnya masih banyak bisnis lainnya, namun menurut saya beberapa bisnis tersebut di atas paling menjamur. Yuk, share bisnis musiman yang muncul di kotamu jelang lebaran. Tapi jangan petasan alias mercon yak, itu berbahaya. By the way, follow blog ini ya. Thanks.