Thursday, September 21, 2017

Makan malam ala Tiongkok di Kedai Yamie Panda Lippo Plaza Jogja

Outlet Yamie Panda Lippo Plaza Jogja | adipraa.com
Yamie Panda Lippo Plaza Jogja 
adipraa.com - Melihat patung panda di kedai ini jadi teringat karakter animasi pendekar Kung Fu yang dikenal dengan sebutannya Po si Pendekar Naga. Dalam cerita animasi tersebut, Si Pendekar Naga ini kesehariannya bekerja membantu ayahnya mengelola Kedai Yamie yang lezat. Mungkin cerita Po Si Kung Fu Panda inilah yang menjadi inspirasi konsep dari Kedai Yamie Panda.
Relax and read another yummy post : Makan Di Happy Bee, Restoran Citarasa Asia Dengan Taglinenya "Happy Place To Be Happy"
Di kedai dengan desain interior bergaya Tiongkok ini kita bisa menikmati berbagai macam menu Yamie. Mulai dari Yamie asin maupun manis yang disajikan dengan kuah terpisah dan toping beragam sesuai selera. Untuk porsinya, menu di Yamie Panda disajikan dengan 2 (dua) pilihan, yaitu Porsi Sedang dan Porsi Kenyang. 
Desain Interior Kedai Yamie Panda Beryaga Tiongkok | adipraa.com
Desain Interior Kedai Yamie Panda ala Tiongkok
Seperti biasa, sepulang belanja kebutuhan sehari-hari, saya dan keluarga biasanya cari makan sekalian di luar. Dan kulineran malam itu (19/9) tertuju pada Kedai Yamie Panda Lippo Plaza Jogja. Lokasinya berada di UG Floor Lippo Plaza Jogja, Jl. Laksda Adisucipto No. 32-34, Demangan, Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 
Yamie Asin Rica Porsi Sedang, Pangsit Goreng dan Lemon Tea | adipraa.com
Yamie Asin Rica Porsi Sedang, Pangsit Goreng dan Lemon Tea
Di Kedai Yamie Panda ini, saya memesan Yamie Asin Rica Porsi Sedang (Rp. 13.500,-) dengan tambahan toping pangsit goreng (Rp. 3000,-). Untuk minumnya saya pilih Lemon Tea (Rp. 8.000,-). Harganya tidak terlalu mahal, pas dengan kantong mahasiswa Jogja
Selfie dengan suasana ala Tiongkok | adipraa.com
Selfie dengan suasana ala Tiongkok
Icipable banget kan gaes! Lezatnya mie dengan teksturnya yang keriting tipis kecil diolah menggunakan bumbu oriental. Campurkan kuah gurih dan sambal pedasnya. Yummy! Sukses membuat saya menikmati makan malam dengan suasana ala Tiongkok. Meskipun saya ga punya tampang orang chinese sama sekali. Wkwkwk. 

Monday, September 18, 2017

Menikmati "Snack Time" dalam penerbangan bersama Garuda Indonesia

adipraa.com - September ini, saya dan keluarga pergi jagong manten saudara yang ada di Jakarta. Dan perjalanan Yogyakarta - Jakarta ini kami tempuh dengan menggunakan jalur udara. Pertimbangannya adalah menghemat waktu dengan cuti yang cukup singkat. Selain itu juga agar tidak terlalu lelah di perjalanan mengingat agenda kegiatan di Jakarta cukup padat, maklum bawa anak kecil. Dipilihlah maskapai penerbangan Garuda Indonesia kelas Ekonomi.

Untuk perjalanan kali ini, saya telah mempersiapkan dengan booking tiket jauh-jauh hari sebelumnya agar mendapatkan harga tiket yang lebih murah. Untungnya saya punya aplikasi Bebas Bayar yang sudah saya unduh dari Google Playstore, jadi ga perlu ribet untuk mendapatkan tiket pesawatnya. Mudah, cepat dan dapat cachback pula. 
First Experience with Garuda Indonesia | adipraa.com
First Experience with Garuda Indonesia
Ini kali pertama anak lanang terbang naik "burung besi". Untuk first experience-nya, saya percayakan penerbangan kali ini pada maskapai yang namanya sesuai dengan nama burung yang dipakai sebagai lambang ideologi Pancasila.

Meskipun harga tiketnya di atas rata-rata maskapai penerbangan lain, namun seimbang dengan kenyamanan dalam perjalanan yang diberikan oleh Maskapai Penerbangan Kelas Ekonomi Terbaik di Dunia.

Salah satu keunggulan dalam kenyamanan yang kami dapati dalam penerbangan bersama Garuda Indonesia adalah adanya layanan snack box yang diberikan dengan lama penerbangan kurang dari 1 (satu) jam.
Menikmati "Snack time" dalam penerbangan bersama Garuda Indonesia | adipraa.com
Menikmati "Snack time" dalam penerbangan bersama Garuda Indonesia 
Setelah pesawat berhasil take-off, tampak dua pramugari maskapai Garuda Indonesia sibuk membagikan snack box berwarna kuning bertuliskan "Snack time". Mulai dari kabin depan, hingga akhirnya sampai juga di kursi yang kami duduki. Asik.
Isi Snack box Penerbangan Garuda Indonesia di bawah 1 (satu) jam | adipraa.com
Isi Snack box Penerbangan Garuda Indonesia di bawah 1 (satu) jam
Apa aja isi dari "snack time" ini? ada roti isi selai stroberi, 1 (satu) bungkus mixed nuts (Kacang polong, kacang koro dan kacang tanah), refreshing towel dan 1 (satu) buah air mineral merek "Aqua" 120 ml.

Selain snack box yang tersedia, diberikan pula satu gelas minuman dengan berbagai macam pilihan. Karena sedang batuk pilek, jadinya saya memilih segelas sunkist orange juice no ice.
Peace! | adipraa.com
Peace!
Anak lanang suka dengan panganan yang diberikan. Apalagi roti isi selai stroberinya, dilahapnya sampai habis saat main games dari fasilitas multimedia yang ada. Sembari menikmati "snack time" dalam penerbangan bersama Garuda Indonesia, kami terhibur dengan beragam pilihan film, musik, atau games yang siap dimainkan di dalam layar touch screen LCD 9 inci yang ada di depan kursi. Dan yang melegakan, pengalaman pertama naik pesawat anak lanang pun berjalan dengan fun

Thursday, September 7, 2017

Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Yogyakarta

adipraa.com - Sejak awal Agustus 2017, Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) mulai dilaksanakan serentak di 6 provinsi di pulau Jawa termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kampanye Imunisasi MR ini digelar dengan memberikan vaksin MR secara gratis melalui injeksi pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. 
Imunisasi MR di Balai RT. 07 Kel. Baciro Yogyakarta | adipraa.com
Imunisasi MR di Balai RT. 07 Kel. Baciro Yogyakarta (Sumber: Dokumentasi Dinkes Kota Yogyakarta)
Di wilayah Kota Yogyakarta, imunisasi MR dilakukan oleh petugas Puskesmas yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta (DKY). Secara organisasi menjadi tugas Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M). 

Dalam pelaksanaannya, imunisasi MR ini dibantu oleh petugas medis, paramedis dan non medis dari fasilitas kesehatan lain seperti Rumah Sakit dan Klinik Dokter Praktek Spesialis Anak. Selain itu dibantu dan didukung oleh beberapa organisasi profesi kesehatan seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). 
Lets make a cup of coffee and read another post : Cobalah Berhenti Merokok!
FYI, sebelum anak diberikan imunisasi MR, dilakukan proses skrining terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatan anak. Saat dijumpai anak dengan kondisi kesehatan yang kurang mendukung diberikan imunisasi akan dkonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk mendapatkan rekomendasi lanjutan. 

Untuk tahap pertama dengan sasaran anak sekolah, telah selesai dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2017. Pada tahap ini, pemberian imunisasi Measles Rubella diberikan pada seluruh siswa yang duduk di sekolah formal mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP. Meskipun demikian masih ada beberapa anak yang belum mendapat imunisasi MR karena beberapa faktor seperti tidak masuk, sakit atau pun menolak diimunisasi. Pada kasus ini rencananya akan dilakukan sweeping atau kunjungan ulang oleh DKY. Harapannya agar cakupan imunisasi MR sesuai dengan target yang telah ditentukan pemerintah DIY yakni mencapai 95%. 
Sit Well dude! Click another post here : Depresi, Segeralah Curhat!
Sementara pada bulan September 2017, imunisasi MR tahap kedua diberikan pada seluruh anak balita mulai usia 9 bulan, siswa homeschooling dan anak putus sekolah sampai usia 15 tahun. Pelaksanaannya dilakukan secara menyeluruh di posyandu yang ada di Kota Yogyakarta. 

Semoga dengan Kampanye Imunisasi Measles Rubella ini dapat memutus transmisi penularan virus Measles dan Rubella. Targetnya, mencapai eliminasi Campak (Measles) dan pengendalian Rubella pada tahun 2020. Itulah komitmen Indonesia. Mari kita sukseskan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) untuk generasi Indonesia yang lebih baik! FIN

Monday, September 4, 2017

Raih Juara Harapan III di Jogja Fashion Week 2017, Badar menampilkan busana bertemakan Pancasila

adipraa.com - Perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) 2017 telah sukses dilaksanakan pada Agustus lalu. Tepatnya tanggal 23 - 27 Agustus 2017. Inilah ajang unjuk gigi untuk para desainer lokal memamerkan karya-karyanya. “Artistically Wastra”, menjadi tema yang diusung pada perhelatan tahun ini dengan mengangkat kain tenun sebagai bahan dasar. Dengan mengusung tema tersebut harapannya agar masyarakat lebih mengenal kekayaan kain yang ada di Indonesia. 
Jogja Fashion Week 2017 | adipraa.com
Jogja Fashion Week 2017 (Picture by: Fila Urfan)
Lebih dari 70 desainer ikut berpartisipasi di acara fashion tahunan ini. Salah satunya adalah Badarwati, peserta JFW 2017 yang ikut dalam kategori Busana Fantasy. Beruntung saya mendapat kesempatan untuk ngobrol seputar keikutsertaannya di ajang JFW 2017 dengan wanita yang akrab disapa Badar ini.

Dalam obrolan singkat kami, Badar menjelaskan kalau dia baru pertama kali ikut sebagai peserta JFW 2017 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC). Meski 2 (dua) tahun belakangan Badar sempat membantu body painting untuk peserta yang ikut di JFW sebelumnya. 
Juara Harapan III Kategori Busana Fantasy | adipraa.com
Juara Harapan III Kategori Busana Fantasy (Picture by Fila Urfan)
Abiya Anagiya artinya Pemersatu NKRI, konsep yang ditonjolkan Badar dalam desain fashionnya. Mengangkat tentang Pancasila, wanita yang merupakan lulusan DKV ISI 2011 ini menggandeng Ghea sebagai modelnya. Dengan tinggi 173 cm, Ghea mampu menampilkan auranya dengan kostum berkonsep Pancasila. Terbukti di Jogja Fashion Week 2017 ini, karya Badar masuk 6 (enam) besar dan mampu meraih Juara Harapan III dalam kategori Busana Fantasy. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan. 
Badarwati dan Karya Busana fantasy miliknya | adipraa.com
Badarwati dan Karya Busana fantasy miliknya (Picture by Fila Urfan)
Awalnya Badar sempat bingung untuk membuat konsepnya, karena clue dari juri harus memasukkan unsur Indonesia dengan prosentase bahan busana 60% tenun, 20% Batik dan 20% kain. Selama 3 (tiga) hari memikirkan konsep, akhirnya menemukan ide busana yang mengangkat tema Pancasila ini. Untuk proses pengerjaannya sendiri Badar bercerita kalau dia membutuhkan waktu sekitar 10 (sepuluh) hari. 

Di ajang Jogja Fashion Week 2017 ini, Badar tidak bekerja sendiri dalam menyiapkan karyanya. Dia dibantu oleh beberapa temannya, salah satunya adalah Janet yang membantu Hairdo. Selain itu juga mendapat support dari Anggy, Ruswanto, Andika Industriana, Fila Urfan, Rumbe, dkk. Dan yang paling utama adalah dukungan dan doa dari kedua orang tua. 
Malioboro Street Art | adipraa.com
Malioboro Street Art (Picture By Fila Urfan)
Karya Badar mendapat apresiasi positif | adipraa.com
Karya Badar mendapat apresiasi positif (Picture by Fila Urfan)
Karya Busana berkonsep Pancasila ini juga diikutkan dalam karnaval Malioboro Street Art. Tak sedikit dari warga Jogja maupun wisatawan asing yang melihat karnaval ini mengapresiasi dengan berfoto bersama karya milik Badar. 

"Seruuuu.... kudu mantep konsep dan eksekusi desainnya. Soalnya saingannya keren-keren banget!" kata Badar antusias ketika ditanya bagaimana kesannya mengikuti kompetisi di JFW 2017 ini.
Baca juga : 2 Jenis Kuliner Jadul Yang Ingin Kunikmati Di Pasar Kangen Jogja
Harapannya untuk perhelatan Jogja Fashion Week di tahun mendatang, Badar menuturkan semoga kompetisinya semakin baik dari tahun ini. Lebih ditingkatkan kreativitasnya di tahun depan agar semakin semangat ikut kompetensinya. Tetap semangat! Tetap berkarya! FIN.

Friday, September 1, 2017

Inovasi Aneka Rasa Panganan Geblek Khas Kulon Progo

adipraa.com - Salah satu ikon kuliner Kulon Progo yang sering saya beli saat balik ke kampung halaman adalah Geblek. Maklum, istri saya asli Kulon Progo dan anak lanang juga doyan dengan panganan satu ini. Makanan tradisional berbahan dasar pati dengan bentuk seperti angka delapan ini memiliki tekstur yang kering di luarnya dan kenyal saat digigit. Enak dimakan selagi hangat gaes!
Geblek | adipraa.com
Geblek
Untuk menikmati Geblek Panganan Khas Kulon Progo satu ini kamu bisa menyantapnya bersama dengan Besengek atau Tempe Benguk. Perpaduan rasa gurih yang sangat khas ini tentu memberikan cita rasa tersendiri.
Warung Geblek "Mr. Telo" | adipraa.com
Warung Geblek "Mr. Telo"
Sore itu (1/9), sesuai permintaan anak lanang, kami pun berhenti di sebuah warung geblek langganan di daerah Nanggulan. Nama warungnya lucu yaitu "Mr. Telo". Lokasinya tak jauh dari RS PKU Muhammadiyah Nanggulan. Kalau kamu dari Perempatan Kenteng jalan saja ke arah timur. Nanti kamu akan menemukan warung kecil dan sederhana di kiri jalan dengan bannernya yang mencolok bertuliskan geblek. 

Di warung ini, kamu bisa menjajal geblek dengan beberapa varian rasa yaitu original, tuna, tengiri dan udang. Sebuah inovasi panganan khas Kulon Progo yang perlu kamu ketahui. Geblek yang awalnya hanya memiliki rasa gurih saja, kini telah dikreasikan dengan berbagai rasa sehingga menggungah selera.
Geblek Khas Kulon Progo Rasa Tengiri | adipraa.com
Geblek Khas Kulon Progo Rasa Tengiri
Geblek Khas Kulon Progo Rasa Udang | adipraa.com
Geblek Khas Kulon Progo Rasa Udang
Saya sendiri paling suka geblek rasa tengiri dan udang. Saya beli masing-masing satu bungkus, berisi beberapa geblek mentah yang siap digoreng kapan saja. Selain itu ada juga kuah bumbu pedasnya, cocok untuk yang demen makan makanan pedas.

Soal harga, untuk geblek rasa tuna, tengiri dan udang dibanderol dengan harga Rp. 15.000,- per bungkusnya. Kalau yang rasa original lebih murah, per bungkus hanya Rp. 5000,- saja. Terjangkau kan.
Baca juga : 2 Jenis Kuliner Jadul Yang Ingin Kunikmati Di Pasar Kangen Jogja
Oke gaes! Kalau kamu sedang berwisata ke Kulon Progo jangan lupa beli geblek untuk oleh-oleh ya. Apalagi kini panganan khas satu ini memiliki aneka rasa yang lezat. Yummy.

By the way, terimakasih sudah berkunjung di blog ini. Jangan lupa Like FB page adipraa.com ya. Maturnuwun.