adipraa.com - Kadang, liburan keluarga tidak perlu direncanakan terlalu rumit. Tidak harus pergi jauh, tidak harus mencari tempat yang sedang ramai dibicarakan. Cukup menemukan sebuah tempat yang bisa membuat perut kenyang, anak bisa bermain, dan orang tua bisa duduk santai menikmati suasana.
Salah satu tempat seperti itu saya temukan di Kulon Progo. Namanya Lor Tinalah. Lokasinya berada di Kedungrong, Jl. Persandian, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dari namanya saja sebenarnya sudah cukup memberi petunjuk. “Lor Tinalah” berarti berada di utara Sungai Tinalah. Dan benar saja, begitu sampai, sungai tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan tempat ini.
Hal pertama yang terasa ketika tiba di Lor Tinalah bukan soal makanannya. Justru suasananya yang langsung menarik perhatian.
Tempat ini terasa terbuka dan dekat dengan alam. Di kejauhan terlihat hamparan persawahan yang hijau, sementara perbukitan Menoreh berdiri menjadi latar belakang. Angin pedesaan yang berembus pelan membuat suasananya terasa jauh lebih santai dibandingkan tempat makan yang berada di tengah perkotaan.
Pilihan tempat duduknya juga membuat saya betah. Ada yang berada di dalam rumah joglo, ada tempat beratap ilalang, dan tersedia pula area lesehan.
Tinggal pilih mau duduk di mana. Kalau ingin suasana yang lebih tradisional, bisa memilih joglo. Kalau ingin lebih santai, lesehan juga menjadi pilihan yang menarik.
Setelah puas melihat-lihat, tentu saja tujuan berikutnya adalah mencari makanan.
Lor Tinalah menggunakan konsep prasmanan. Jadi pengunjung bisa memilih sendiri lauk dan sayuran yang ingin disantap. Buat saya, konsep seperti ini justru terasa akrab karena mengingatkan pada warung makan rumahan.
Pilihan saya kali ini cukup sederhana: nasi putih hangat, sayur lodeh, telur mata sapi pedas, mie goreng, dan tahu goreng.
Menu yang mungkin terdengar biasa saja, tetapi justru di situlah daya tariknya. Rasanya seperti makan masakan rumahan di tengah suasana desa.
Untuk minumannya saya memilih wedang jahe seruni. Perpaduan jahe hangat, sereh, dan perasan jeruk nipis terasa pas diminum di suasana yang cukup sejuk.
Setelah urusan perut selesai, waktunya mencari spot foto.
Salah satu spot yang menarik berada di area dengan latar persawahan dan perbukitan Menoreh. Kalau cuaca sedang cerah, pemandangannya semakin cakep. Langit biru, hamparan hijau, dan perbukitan menjadi kombinasi yang sulit ditolak untuk sekadar mengabadikan momen.
Saya dan anak pun ikut berfoto bersama. Bukan foto yang harus dibuat terlalu formal. Cukup berdiri, tersenyum, lalu membiarkan alam menjadi latarnya.
Bagi saya, momen seperti ini justru yang sering kali paling berkesan. Foto memang tersimpan di galeri ponsel, tetapi cerita di balik foto itulah yang nantinya akan terus diingat.
Kalau urusan orang tua sudah selesai makan dan foto-foto, anak biasanya punya agenda sendiri.
Di Lor Tinalah, anak lanang tidak perlu waktu lama untuk menemukan kesenangannya. Sungai Tinalah yang berada tepat di sisi lokasi makan langsung menjadi tujuan berikutnya.
Sungainya terlihat bersih dan jernih dengan aliran yang cukup tenang. Tentu saja tetap harus dengan pengawasan orang tua, tetapi bagi anak, bermain air di sungai memberikan pengalaman yang berbeda.
Kami bermain air, melempar batu-batu kecil ke sungai, dan sesekali memperhatikan hewan-hewan kecil yang berenang di antara aliran air.
Anak saya terlihat senang. Mungkin bagi kita aktivitas seperti ini sederhana, tetapi bagi anak, bermain langsung di alam terbuka adalah pengalaman yang menyenangkan.
Pada akhirnya, Lor Tinalah bagi saya bukan sekadar tempat untuk makan. Tempat ini seperti paket kecil untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga.
Ada makanan dengan cita rasa rumahan, suasana desa yang tenang, pemandangan persawahan dan perbukitan Menoreh, spot foto, serta Sungai Tinalah yang bisa menjadi tempat bermain anak.
Sederhana, tetapi justru kesederhanaan itulah yang membuat pengalaman di sini terasa menyenangkan.
Kalau suatu hari sedang ingin mencari tempat untuk makan sambil mengajak keluarga menikmati suasana alam Kulon Progo, Lor Tinalah bisa masuk dalam daftar perjalanan. Jangan lupa membawa kamera, dan kalau berniat bermain air, pakaian ganti tentu wajib masuk tas.
Karena terkadang, liburan terbaik bukan tentang seberapa jauh kita pergi, tetapi tentang cerita apa yang kita bawa pulang.


Jadi ini restoran ada disamping sungai?
ReplyDeleteWah kulonprogo itu tempatnya asri banget. Salah satu destinasi di wilayah jateng dan sekitarnya yang pengen kukunjungi. Di sana masih bisa melihat sawah dan sungai yang nggak banyak ada di perkotaan. :D
ReplyDeleteKulon Progo ternyata punya hidden gem kuliner juga ya. Makin pengen explore Jogja bagian barat!
ReplyDeleteWahhh di Kulon Progo ini tempatnya asyik dan rindang banget! Jadi pengen kesana deh
ReplyDeletecirengnya menggoda banget, pengen mampir dan coba juga ah :D
ReplyDeleteNgopi sambil sarapan prasmanan, sambil liat sawah + sungai + bukit Menoreh menurutku emang mantul banget vibesnya. Main air di sungai juga bikin anak-anak happy. Konsep rumahan tapi estetik, cocok banget buat healing ala kampung. Recommended!
ReplyDeleteasri banget yah, wisata alamnya mirip-mirip dengan kampungan halaman saya di Sumbar. Pengen banget main di sungai dangkal, yang arusnya tenang, cocok buat relaksasi.
ReplyDeletebanget....apalagi pemandangan air sungai mengalir hmm gemericik menggungah hati dan pikiran yang datang kesana....sungguh healing yang aku idam idamkan
ReplyDeleteAdemm banget makan di sana ya, tempatnya adem ala-ala tradisional dan ada pemandangan alamnya. Semoga bisa ke sanaa
ReplyDeleteAnak-anak pasti betah nih kalo diajak maen ke sungai kayak gini, bisa maen renang-renangan seharian, apalagi cuaca jogja mendukung ya pas kalo agak panas dikit ada di aer jadi adem. Jadi inget, di daerah Kaliurang juga ada wisata sungat Ledok Sambi, dari duhur sampe mau tutup tetap betah anak-anak....
ReplyDeletekulonprogo itu berarti dekat sama bandara yang baru ya, mas? duh rasanya pengen balik lagi ke jogja karena terakhir ke sana lagi-lagi cuma 1 hari
ReplyDeleteWah, tempatnya kelihatan adem dan menenangkan banget! Suasana alam pedesaan seperti ini jarang banget ditemui di kota, apalagi bisa sambil sarapan enak dengan pemandangan sawah dan bukit. Menu prasmanannya juga kelihatan simpel tapi menggugah selera, cocok banget buat yang kangen masakan rumahan.
ReplyDeleteKonsepnya keren memadukan keindahan alam dengan sajian makanan dan healing untuk keluarga yang butuh rehat sejenak diakhir pekan.
ReplyDeleteBookmark dulu ya
Asyik banget makan disini, suasananya menyatu dengan alam. Menunya juga enak² kelihatannya. Pemandangan bagus sawah terhampar luas. Puas mata puas perut ini sih.
ReplyDeleteasyik banget tempatnya, ada cireng pula menunya. Keren loh menurutku bisa eksplore alam setelah makan
ReplyDeleteSukak banget makan di tempat dengan view alam secantik ini kapan kapan mau mampir pas ke Jogja
ReplyDeleteMemang menyenangkan bersantap ceria bareng keluarga eh sambil pula melihat persawahan, ada rasa seru dan bahagia.
ReplyDeleteMemang menyenangkan bersantap ceria bareng keluarga eh sambil pula melihat persawahan, ada rasa seru dan bahagia.
ReplyDeleteMenunya sederhana, tapi pemandangannya juara. Jadi teringat pas kecil tuh suka main di sungai. Lihat sawah, terus bawa bekal juga buat dimakan sehabis nyuci. Catet deh Lor Tinalah ini
ReplyDeleteWah, seru banget! Sarapan sambil main di sungai tuh vibes-nya Jawa banget—hangat, alami, dan menenangkan. Lor Tinalah di Kulon Progo ternyata punya potensi wisata kuliner dan alam yang asik banget ya. Jadi pengin ke sana!
ReplyDeleteMasih sangat sangaaatt alami sekalii yaa..
ReplyDeleteSeneng ajakin keluarga healing sekaligus makan enak di Lor Tinalah.
Yang lagi pusing pusing, kudunya cari udara segar ke Kulon Progo gini yaa..
Wuih seru ya bisa wisata dan kulineran di Kulon Progo. Oke, masuk bucket list deh
ReplyDeleteWah, menunya menu rumahan, mantap sekali dan dikelilingi suasana yang nyaman. Makan tambah lahap
ReplyDelete