Oxalis
Triangularis.
Ada tanaman yang menarik karena bunganya. Ada pula yang justru mencuri perhatian lewat daunnya. Oxalis triangularis termasuk yang kedua.
Di Adipraa Leaf Garden, tanaman ini menjadi salah satu koleksi yang selalu menarik untuk diamati. Warna ungunya sudah cantik sejak awal, tetapi ada satu hal yang membuatnya terasa berbeda: daunnya tidak selalu berada dalam posisi yang sama.
Daun ungu yang sulit diabaikan.
Yang paling mencolok dari Oxalis triangularis adalah bentuk daunnya. Setiap helai daun tersusun dari tiga anak daun berbentuk segitiga, sehingga sekilas menyerupai bentuk semanggi.
Pada tanaman yang saya miliki, warna daunnya didominasi ungu tua hingga kehitaman dengan semburat atau pola merah muda. Perpaduan warna tersebut membuatnya terlihat berbeda dari tanaman hias berdaun hijau pada umumnya.
Pagi membuka. Malam menguncup.
Inilah bagian yang paling saya suka. Daun Oxalis dapat membuka pada kondisi cahaya tertentu dan kemudian melipat atau menguncup ketika kondisi cahaya berubah, terutama menjelang malam.
Pergerakan tersebut merupakan respons alami tanaman terhadap perubahan lingkungan dan dikenal sebagai gerak nyctinasty. Jadi, kalau tanaman ini diamati dari pagi hingga malam, penampilannya bisa terasa seperti berubah.
Rasanya seperti melihat tanaman memiliki ritme harian sendiri.
Ringan, lentur, dan tumbuh dari bawah.
Dari sisi pertumbuhan, Oxalis triangularis mempunyai tangkai daun atau petiol yang relatif panjang dan ramping. Tangkai inilah yang menopang setiap kelompok tiga anak daun.
Karena tangkainya cukup lentur, tanaman terlihat ringan dan menjuntai, terutama ketika sudah tumbuh rimbun.
Tanaman ini tidak memiliki batang berkayu seperti tanaman hias pada umumnya. Pertumbuhannya lebih banyak berasal dari bagian bawah tanah berupa struktur seperti umbi atau rimpang kecil yang menjadi tempat penyimpanan energi.
Bunganya kecil. Pesonanya tetap terasa.
Selain daunnya, bunga Oxalis triangularis juga memiliki daya tarik tersendiri. Bunganya berukuran relatif kecil dengan warna merah muda hingga ungu muda.
Bunga muncul pada tangkai yang ramping dan menjulang di antara daun. Bentuknya sederhana dengan beberapa helai mahkota, tetapi terlihat cantik ketika muncul bergerombol.
Warna bunga yang lembut menjadi kontras dengan daun berwarna gelap. Justru perpaduan sederhana inilah yang membuat Oxalis terlihat semakin menarik.
Bukan sekadar tanaman hias.
Bagi saya, Oxalis bukan sekadar tanaman hias untuk mempercantik sudut rumah. Ada sesuatu yang menarik karena kita bisa melihat perubahan penampilannya dari waktu ke waktu.
Pagi atau siang hari, daunnya membuka dan memperlihatkan corak cantiknya. Ketika cahaya mulai berkurang, daun perlahan menguncup.
Merawat Oxalis juga memberikan pengalaman tersendiri bagi saya sebagai penghobi tanaman hias. Tanaman ini lebih menarik jika ditempatkan pada area yang mendapatkan cahaya terang, tetapi tidak berlebihan.
Sedikit perhatian untuk Oxalis.
Media tanam sebaiknya memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang. Penyiraman pun perlu disesuaikan dengan kondisi media, bukan sekadar mengikuti jadwal.
Ketika pertumbuhannya sedang aktif, tanaman bisa terlihat semakin rimbun dan menghasilkan lebih banyak daun maupun bunga.
Kadang tanaman tidak perlu melakukan banyak hal untuk membuat kita jatuh hati.
Bentuk daun yang unik, warna ungu yang eksotis, bunga mungil berwarna lembut, serta kebiasaannya membuka dan menguncup membuat Oxalis triangularis selalu punya kejutan kecil setiap hari.
Tanaman hias ternyata tidak selalu harus memiliki bunga besar untuk terlihat menarik. Kadang, gerakan kecil pada daun pun sudah cukup untuk membuat kita berhenti sejenak dan memperhatikan.


Apakah sama dengan putri malu?
ReplyDeleteBeda kak, kalau putri malu berdasarkan rangsang sentuhan, kalau tanaman ini berdasarkan rangsang ada tidaknya cahaya
Delete