Tuesday, 15 September 2026

Dapat Pesan “Bansos Go Digital Rp1,5 Juta” di Telegram? Jangan Langsung Klik!

REPORTASE PENGALAMAN DIGITAL SAFETY • 2026

Dapat Pesan
Bansos Go Digital Rp1,5 Juta”
di Telegram?

Sekilas terlihat seperti informasi resmi. Tapi setelah saya perhatikan, ada beberapa hal yang membuat saya memilih untuk tidak langsung percaya.

REPORTASE TELEGRAM PHISHING BANSOS 2026

adipraa.com - Beberapa waktu lalu saya menemukan sebuah pesan di Telegram yang cukup menarik perhatian. Isinya menawarkan “Bansos Go Digital Kemensos”. Di dalam pesan tersebut juga ada tulisan yang mengajak orang untuk segera mendaftar dan mengecek apakah sudah terdaftar sebagai penerima bansos.

Pesan Telegram Bansos Go Digital Rp1,5 juta yang terindikasi penipuan
Pesan Telegram yang saya temukan. Sekilas terlihat meyakinkan, tetapi setelah diperhatikan ternyata ada beberapa tanda yang patut dicurigai.

Kalau cuma membaca sekilas, jujur saja pesan seperti ini memang terlihat meyakinkan. Ada logo pemerintah, ada foto pejabat, bahkan nama programnya membawa-bawa Kemensos. Ditambah lagi nominal bantuannya lumayan besar. Siapa yang tidak penasaran?

Sekilas tampak resmi. Tapi justru bagian kecil dari sebuah pesan sering menjadi petunjuk yang paling penting.

Bagian yang langsung bikin saya curiga

Tapi saya coba perhatikan lagi bagian yang menurut saya paling penting, yaitu tautan yang diberikan. Nah, di sinilah mulai muncul tanda tanya.

Link yang dicantumkan justru mengarah ke resmond.website, bukan ke website resmi pemerintah atau domain resmi Kementerian Sosial.

Menurut saya, ini sudah menjadi tanda bahaya yang cukup jelas. Apalagi pesan tersebut meminta penerima untuk melakukan pengecekan melalui link yang diberikan.

Kalau memang sebuah program pemerintah, tentu kita bisa mencari informasi dan melakukan pengecekan melalui kanal resmi pemerintah, bukan melalui website dengan nama domain yang asing.

Yang Membuat Pesan Ini Patut Dicurigai
01
Domain tidak dikenal Tautan mengarah ke resmond.website, bukan kanal resmi pemerintah.
02
Nominal bantuan dibuat menarik Pesan menawarkan bantuan awal sebesar Rp1.500.000 per orang.
03
Tampilan dibuat seperti pengumuman resmi Ada logo, foto pejabat, nama Kemensos, serta berbagai istilah program bantuan sosial.
04
Akun Telegram bukan akun resmi Di Telegram terlihat keterangan bahwa akun tersebut bukan akun resmi.

Jangan terkecoh hanya karena ada logo pemerintah

Yang juga membuat saya semakin curiga adalah cara pesan tersebut dibuat. Tampilannya sengaja dibuat seperti pengumuman resmi. Ada tulisan “BANSOS TAHUN 2026”, kemudian disebutkan “Bantuan Awal Senilai Rp1.500.000”, lengkap dengan logo dan gambar yang membuatnya terlihat seperti informasi dari pemerintah.

Padahal, memasang logo pemerintah atau foto pejabat di sebuah gambar tentu tidak otomatis membuat informasi tersebut menjadi resmi. Di era digital seperti sekarang, membuat gambar yang terlihat profesional bukanlah sesuatu yang sulit.

Catatan dari saya

Kalau menemukan pesan seperti ini, saya biasanya tidak langsung percaya. Saya berhenti sebentar, melihat alamat websitenya, kemudian mencari informasi pembanding dari sumber resmi.

Bisa saja mengarah ke phishing

Saya sendiri kalau mendapatkan pesan seperti ini biasanya tidak langsung percaya. Saya lebih memilih berhenti sebentar dan mengecek sumbernya. Sebab, modus seperti ini bukan sekadar soal mendapatkan informasi palsu.

Link yang diberikan bisa saja merupakan phishing, yaitu halaman yang dibuat untuk mengelabui pengguna agar menyerahkan data pribadi atau informasi penting.

Jangan sampai karena tergiur tulisan “Rp1,5 juta”, kita justru memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal.

Kalau menemukan pesan seperti ini

Jadi, kalau teman-teman mendapatkan pesan serupa, jangan buru-buru klik linknya. Apalagi kalau kemudian diminta memasukkan data diri seperti nomor HP, NIK, nomor KK, data rekening, password, atau kode OTP.

Kode OTP itu jangan pernah diberikan kepada orang lain maupun dimasukkan ke situs yang tidak jelas. Satu kode yang terlihat sederhana bisa menjadi sangat penting untuk keamanan akun.

5 Detik Sebelum Klik

  • × Cek siapa yang mengirim pesan.
  • × Perhatikan alamat website dengan teliti.
  • × Jangan mudah percaya hanya karena ada logo pemerintah.
  • × Jangan masukkan NIK, KK, rekening, password, atau OTP.
  • × Cari informasi pembanding melalui kanal resmi.

Cek bansos melalui kanal resmi

Untuk mengecek informasi mengenai bansos, saya menyarankan langsung menggunakan kanal resmi Cek Bansos Kemensos. Dengan begitu kita tidak perlu bergantung pada link yang dikirimkan melalui Telegram atau pesan berantai.

Prinsipnya sederhana: kalau ragu, jangan klik. Tutup dulu pesannya, kemudian cari informasi dari sumber resmi.

Kita memang perlu sedikit lebih waspada. Tawaran Rp1,5 juta memang membuat penasaran, tetapi jangan sampai rasa penasaran tersebut membuat kita memberikan data pribadi sembarangan.

Penipu memang sering memanfaatkan sesuatu yang terlihat menguntungkan untuk membuat orang bertindak tanpa berpikir panjang. Karena itu, menurut saya kebiasaan berhenti sebentar sebelum klik justru menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga diri di dunia digital.

CATATAN PENUTUP

Dapat Bansos Menyenangkan.
Kehilangan Data Jangan.

Jadi kalau nanti muncul pesan “Bansos Go Digital Rp1.500.000” dengan tautan dari website yang tidak dikenal, cek dulu sumbernya. Jangan asal klik.

REPORTASE PENGALAMAN • ADIPRAA.COM • BIJAK ONLINE, AMAN BERSAMA
Latest
Next Post
The Blogger

0 comments: