Masjid Agung Manunggal Bantul
Adipraa.com – Momen lebaran memang selalu punya cerita. Selain menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, lebaran juga menjadi kesempatan untuk mendekatkan kembali hubungan dengan sanak saudara.
Saya pun bersyukur mendapat kesempatan berkunjung ke rumah simbah dan bertemu keluarga di Bantul. Selepas ujung ke rumah simbah yang berada tidak jauh dari pesisir Pantai Samas, kami kemudian bersiap melakukan perjalanan pulang.
Saat perjalanan berlangsung, adzan Maghrib berkumandang. Perjalanan pulang masih cukup jauh sehingga kami memutuskan berhenti sejenak untuk mendirikan sholat.
Kebetulan rute perjalanan melewati salah satu masjid yang cukup dikenal di pusat Kota Bantul. Akhirnya, kami pun memilih sholat Maghrib di Masjid Agung Manunggal Bantul.
Masjid Agung Manunggal Bantul
Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Bantul, Yogyakarta.
Masjid yang menjadi salah satu bangunan penting di Bantul ini memiliki area yang cukup luas. Pohon-pohon besar di sekitarnya membuat suasana tampak sejuk dan rindang.
Letaknya berada di pusat Kota Bantul sehingga cukup mudah ditemukan. Salah satu hal yang langsung terasa ketika tiba di lokasi adalah halaman parkirnya yang luas dan dapat menampung banyak kendaraan.
Singgah Sejenak di Tengah Perjalanan
Area tempat wudhu pria dan wanita dibuat terpisah, meskipun masih berada dalam satu kawasan di sisi selatan masjid. Saat menuju tempat wudhu, terdapat kolam air yang dilewati sebelum memasuki area untuk berwudhu.
Ketika Arsitektur Jawa Hadir di Masjid
Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah karakter arsitektur Jawa yang begitu terasa pada bangunan masjid ini. Konsep atapnya menggunakan bentuk Joglo dengan mustaka sebagai bagian puncaknya.
Sayangnya, saat itu saya tidak sempat mengabadikan bagian atap dari luar karena suasana sudah gelap. Namun, karakter arsitektur Jawa masih sangat terasa ketika berada di dalam bangunan.
Pilar-pilar atau tiang penyangga pada bangunan utama maupun serambi berukuran cukup besar. Di bagian tengah masjid terdapat empat tiang utama atau saka yang dilapisi kayu jati dengan ukiran.
Gunungan Wayang Menjadi Detail yang Menarik
Detail lain yang membuat interior masjid ini terasa semakin khas adalah area mimbar. Ruang khusus untuk imam sholat memiliki bentuk yang mengingatkan pada gunungan wayang.
Perpaduan unsur masjid dengan elemen budaya Jawa membuat bangunan ini memiliki karakter visual yang berbeda. Bentuk gunungan wayang menjadi salah satu detail yang mudah dikenali.
Pintu utama masjid juga menggunakan bentuk yang serupa. Ornamen tersebut membuat nuansa Jawa semakin terasa sejak pertama kali memasuki bangunan.
Bagi saya, detail seperti ini justru menjadi bagian yang menarik ketika berkunjung. Tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi sekaligus bisa memperhatikan bagaimana unsur budaya lokal hadir dalam sebuah bangunan keagamaan.
Singgah, Beribadah, Lalu Melanjutkan Perjalanan
Banyak orang datang ke Masjid Agung Manunggal Bantul untuk beribadah sekaligus beristirahat sejenak dari perjalanan. Bagi saya, kunjungan singkat pada malam itu juga menjadi pengalaman kecil yang menarik di tengah perjalanan pulang dari Bantul.
Sebuah perjalanan terkadang tidak selalu tentang destinasi utama. Ada tempat-tempat yang kita temui secara tidak sengaja, tetapi justru meninggalkan cerita tersendiri.
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Itulah cerita singkat saya ketika singgah di Masjid Agung Manunggal Bantul. Selain menjadi tempat untuk beribadah, bangunan ini juga memperlihatkan bagaimana karakter arsitektur Jawa hadir melalui konsep Joglo, saka kayu, dan ornamen gunungan wayang.
Perjalanan pulang pun kembali dilanjutkan. Lebaran tahun itu meninggalkan satu cerita kecil lagi: silaturahmi, perjalanan, dan sebuah masjid di pusat Bantul yang membuat saya berhenti sejenak untuk menikmati suasana.
Terima kasih sudah mampir ke adipraa.com. Semoga cerita perjalanan sederhana ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi ketika suatu saat kamu melewati kawasan Bantul.
Masjid2 lama di cirebon jg bentuknya kayak gini..banyak tiang2 di dalemnya..joglo ya namanya
ReplyDeleteLuass banget masjidnyaa mas yaa :D ornamen masjidnya juga penuh kayu jati :D menambah kesan jawa bangeet hehehe
ReplyDeletesemoga kita makin mecintai masjid mas Adi amiin dan bisa terus memakmurkannya aamiin....
ReplyDeleteAmin ya rabbal alamin. Makasih mas Angki.
DeletePasti ada sejarah kenapa dinamakan masjid manunggal ya Mas Adi???
ReplyDeleteMesjidnya bagus banget ya
ReplyDeleteMinal aidin walfaizin... Blm trlambat kan bang :-)
ReplyDelete