Bisnis Musiman Jelang Lebaran
Dari kue kering, selongsong ketupat, lampion hingga jasa penukaran uang baru. Inilah beberapa bisnis musiman yang ramai bermunculan menjelang Lebaran di Yogyakarta.
Adipraa.com - Menjelang Lebaran, plat-plat nomor kendaraan yang wara-wiri di Jogja mulai bervariasi. Ah, tapi bukan itu yang akan kita ulas dalam artikel kali ini. Hehehe. Momen Lebaran tinggal menghitung hari, tak sedikit bisnis dadakan bermunculan.
Bisa juga dikatakan bisnis musiman karena muncul dikala bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran. Dari hasil observasi ngalor-ngidul-ngetan-ngulon, berikut akan saya ulas beberapa bisnis musiman yang muncul menjelang Lebaran. Check this out!
Bisnis Kue Kering
Saat Ramadan dan jelang Lebaran, bisnis kue kering menjadi waktu yang tepat. Pasalnya, tingginya permintaan kue kering membuat bisnis ini laris manis. Tak sedikit dari teman saya di kantor maupun tetangga dekat rumah ada yang menawarkan kue kering.
Jenisnya pun beragam. Ada yang membuat sendiri dari rumah, sementara sebagian lainnya memilih menjadi reseller. Pola seperti ini cukup mudah ditemui ketika mendekati Hari Raya. Lingkungan sekitar tiba-tiba berubah menjadi pasar kecil, lengkap dengan tawaran kue untuk suguhan tamu.
Kue kering merupakan makanan praktis yang menjadi andalan sebagai suguhan untuk tamu yang berkunjung ke rumah saat Lebaran. Sudah beli kue kering belum, guys?
Menjelang Lebaran, ruang promosi kue kering tidak selalu berada di toko. Teman kantor dan tetangga pun bisa menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli.
Bisnis Selongsong Ketupat
Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan hidangan ketupat opor. Menjelang Lebaran, biasanya banyak bermunculan pedagang yang menjual selongsong ketupat yang dibentuk dari janur kelapa. Bisnis ini menjamur mulai H-3 Lebaran hingga malam takbiran.
Pedagang selongsong ketupat mulai menggelar lapak-lapaknya di berbagai pasar tradisional. Bahkan ada yang menjual di pinggir jalan. Seperti yang ada di sepanjang Jalan Sultan Agung, Yogyakarta.
Tumpukan-tumpukan selongsong ketupat mulai banyak menghiasi daerah tersebut. Pemandangan seperti ini menjadi salah satu penanda bahwa Lebaran sudah semakin dekat.
Bisnis Lampion
Panen rejeki mulai dirasakan para penjual lampion menjelang malam takbiran. Di sudut-sudut strategis Kota Yogyakarta mulai disuguhkan pemandangan berbagai macam karakter lampion yang dijual.
Seperti yang ada di kawasan Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta. Lampion berbahan styrofoam dengan bentuk karakter-karakter kartun seperti Angry Birds, Spongebobs, Naruto, Marsha dan yang lainnya banyak dipajang di pinggir jalan sekitar Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta.
Karakter-karakter kartun memang banyak diminati sebagian besar anak-anak. Lampion-lampion ini menjadi aksesoris favorit yang harus dibawa saat takbir keliling.
Ada satu hal yang membuat saya sedikit nelangsa. Pengen lihat takbir keliling, tetapi saya masuk shift jaga malam di kantor pas malam takbir. Hiks.
Jasa Penukaran Uang Baru
Ada lagi nih, bisnis yang lain daripada lainnya. Uang kok diplastik dan dipajang berjajaran, mulai dari dua ribuan hingga dua puluh ribuan.
Yap, jasa penukaran uang baru juga menjadi salah satu bisnis musiman yang muncul jelang Lebaran . Di Yogyakarta, bisnis ini menjamur di sepanjang jalan depan Obyek Wisata Taman Pintar, mulai dari timur hingga barat.
Catatan dari Jalanan Jogja
Itulah beberapa bisnis musiman yang muncul jelang Lebaran. Sebenarnya masih banyak bisnis lainnya, namun menurut saya beberapa bisnis tersebut di atas paling menjamur.
Dari kue kering yang ditawarkan dari rumah ke rumah, selongsong ketupat yang memenuhi pinggir jalan, lampion warna-warni yang mulai muncul menjelang malam takbiran, sampai uang baru yang dipajang berjajar dalam plastik, semuanya menjadi bagian kecil dari suasana menjelang Hari Raya di Jogja.
Yuk, share bisnis musiman yang muncul di kotamu jelang Lebaran. Tapi jangan petasan alias mercon yak, itu berbahaya. By the way, follow blog ini ya. Thanks!
Bisnis kartu lebaran mulai marak lagi nih :D Di tengah era kirim-kirim pesan lewat WA, kartu lebaran jadi lebih berkesan gitu deh
ReplyDeleteJelang lebaran rizki melimpah. Hehe
ReplyDeletetidak ada yang salah jika kemudian lebaran disebut hari penuh berkah, soalnya ternyata banyak bermunculan bisnis musiman yang bisa jadi tambahan penghasilan keluarga.
ReplyDeletesipmirkisip mang artikelnya
Maturnuwun mang lembu. Sipmirkisip...
DeleteKalau yang penukaran uang itu apakah saat menukar nominalnya sama atau lebih gitu ya,hhe
ReplyDeleteLebih mas, kyknya sekitar 10% dari nominal yg ditukarkan. Kalo saya pribadi, saya tidak akan menukarkan disitu karena riba, haram hukumnya. Artikel ini hanya mengulas bisnis yg muncul musiman saja mas Andrie.
DeleteUntuk jasa penukaran uang itu banyak memang. Tadinya tertarik nukarin uang juga, begitu tahu lebih, saya milih nukarin ke warung tradisional terdekat deh. Hehe.
ReplyDelete👍 Mbak Khulatul Mubarokah pancen oye!
DeleteKirain jasa penukaran uang cuma ada di Jakarta aje bang, ternyata di luar Jakarta banyak juga ya... Ada lagi bang, bisnis parcel, kartu lebaran,
ReplyDeleteIya mas, dimanamana ada kykny mas.
DeleteLebaran memang selalu penuh berkah ya. Rezeki darimana saja. Dan bisnis seperti ini selalu berhasil ya. Apalagi kalau bisnis baju.
ReplyDeleteBaju baru, alhamdulillah, dipakai di hari raya... *malah nyanyi*
Deletenah kalo ketupat aman mas... hehe kalo yg uang baru itu hehe kudu diwaspadai hehe...
ReplyDeleteIya Mas, betul sekali. Kudu diwaspadai hukumnya dalam agama. Berat....
Deletelangsung inget sama sagu keju kalo bahas lebaran, di tempatku ngga ada yg jual lampion, kebanyakan balon hehe
ReplyDeleteYaps, bentar lagi mulai open order kue kering lumayan buat tambahan THR plus dapat kue gratis hehe
ReplyDeleteudah dekat ya sekarang sudah rejab, terus sya'ban semoga disampaikan ke bulan Ramadhan aamiin
bisnis baju muslim dan turunannya, (jilbab, mukena kopiah, dan kawan2nya) juga banyak bermunculan euy..
ReplyDeleteBanyak yang nyari nastar hahahhaha
ReplyDeleteBisnis anyaman ketupat itu paling banyak di tempatkan di Kalimantan. Secara disini makanan khasnya juga ketupat bersantan :D
ReplyDeletekue kering.. mantepp...
ReplyDeletenastar, kacang mete, wajib ada setiap lebaran.
Hampir sama dengan Jakarta dan sekitarnya. Tapi di sini kayaknya gak ada yang jual lampion deh, wah harus digarap nih hahahaa.
ReplyDeleteKalau kue kering sih sebenernya, nggak mesti nunggu lebaran. Karena masih banyak yang menjualnya.
ReplyDeleteTapi kalau selongsong ketupat itu iya. Berasa banget dah mau lebarannya, pas denger di komplek rumah ada yang jualan sambil bilang "kulit-kulit"😁
Petasan juga rame nih nanti. Tukang cukur h-5 lebaran udah full terus biasanya. Dan tukang jait ini yg bakal penuh juga.
ReplyDeleteKalau lebaran aku punya tradisi buat kue sendiri hehhe. Walau kurang enak, bagikub dan keluarga enak aja. Karena buatnya sama-sama. Hehhee
ReplyDeleteJelang lebaran bikin orang jadi makin kreatif ya mas. Alhamdulillahnya bisa bikin dapur ngebul juga :D
ReplyDeleteOalah, baru tahu saya. Ternyata kalau di Jogja, lumayan rame juga ya ada bisnis jualan lampion pas ramadan. Itu lampionnya lucu-lucu ya. Ih, saya di tempat saya di Lamongan nggak ada begituan...
ReplyDeleteSebenarnya bisnis-bisnis di atas bisa dikatakan tidak harus musiman karena harus tetap dilakukan secara berkelanjutan supaya semakin berkembang*
ReplyDelete#SemangatBerbisnis
Alhamdulillah ya Ramdhan bawa berkah buat semua termasuk buat pedagang2 musiman :D
ReplyDeleteSaya paling seneng tu sama yang jualan kue kering. Btw satu bisnis lagi sebenrnya yaitu yg takjil pinggir jalan kalau sore hehe
Iya betul, Takjil pinggir jalan kalau menjelang buka bersama juga menjamur...
DeleteAku udh mulai ditawarin kue kering nih,, ini bisnis yg ckup subur saat bulan ramadhan.
ReplyDeleteBisnis makanan dan pakaian memang yang paling menjanjikan saat bulan Ramadhan dan Hari Raya tiba :)
ReplyDeleteKalau menjelang lebaran pasti busnis kue kring dan kartu lebaran nih yg menjamur, apalgi jualan pakaian thank infnya
ReplyDeleteBisnis lampion karakter menurut ku itu unik
ReplyDelete., Karen tak semua daerah ada..
Lucu..
Alhamdulillah masyarakat Indonesia khususnya pedagang selalu menangkap peluang dengan cepat, cerdas,dan mandiri. Semoga para pedagang tersebut sukses.
ReplyDeleteEh ada ya yg jual tukaran uang receh itu?
ReplyDeleteSekarang Bank2 juga banyak nyediain tukaran uang kalau jelang lebaran.
makin banyak sekarang bisnis musimannya yah apalagi menjelang lebaran gini
ReplyDeleteLebaran memberi berkah bagi banyak orang... Asakan pandai memanfaatkannya ya mas...
ReplyDeleteBisnis yg banyak muncul juga olahan buat takjil. Di kampung saya hampir semua rumah pinggir jalan pada jualan sirop, es buah dan gorengan.
ReplyDeletePaling banyak dikotaku pedagang musiman bungkus ketupat.
ReplyDeleteTerutama area didekat pasar, berderet penuh pedagangnya.
Cakep deh warnanya hijau pupus gitu 😁
Masih kurang nih. Bisnis jualan baju lebaran. :D
ReplyDelete"Baju baru alhamdulillah, dipakai di hari raya, tak punya pun taka apa-apa, masih ada baju yang lama", malah nyanyi...
DeleteDie.. ditempat sih biasanya paling banter musim berburu ke pasar kaget.. itu lho pasar yang kalau pas ke sana mendadak kaget.. ternyata kudu datang pagi-pagi banget sedangankan saya datangnya jam 12 siang.. udah bubaaaar :((
ReplyDeleteYang gak ada di Bandung bisnis lampion tuh :)
ReplyDeleteSoal penukaran uang itu aku ragu2 hehe, soalnya kalau soal ada tambahan dan pengurangan uang khawatir ma hukumnya. Lagian gak pernah kasi2 uang krn gk ada ponakan kecil2 sih hehe.
ReplyDeleteKalau kue kering ku suka, maksudnya bagian mesennya doank, gak bikin dewe hahahaha
Bisnis dadakan harus pandai melihat peluang yang tepat. Karena bisnis biasanya hanya saat itu saja
ReplyDeleteMemanfaatkan momen salah satu trik bisnis biar berhasil. Kalau ngga pandai pandai mah bisa ketinggalan ama yang lain. Aku juga sering bisnis memanfaatkan momen hehe
ReplyDeleteBetul banget mas... Mau lebaran pasti semuanya sibuk bikin ketupat, beli petasan dan baju lebaran.
ReplyDeleteAku termasuk yang berkutat dengan bisinis musiman ini. Jual kue sama tukar uang. Lumayan buat nambah penghasilan. Hihihi
ReplyDeleteSekarang musimnya es kepal milo mas wkwk
ReplyDeleteEs Gabus berkata, "Isih enak jamanku to..."
DeleteKalau yang nukeerin uang di BI itu, pakai lebihan juga enggak?
ReplyDeleteSaya ga tau mbak, belum pernah nukerin uang di BI...
DeleteBisnis penukaran uang baru ,ditempat saya lagi trend
ReplyDeleteKalau penukaran uang ngeri tiba aja saya mah. Mending jualan barang
ReplyDeleteEh kok malah banyak lampion kalo di yk ?
ReplyDelete