Film Indonesia Era 2000-an
Tiga film dengan cerita berbeda yang membawa Yogyakarta ke dalam perjalanan kisahnya.
Sebagai orang yang tinggal di Jogja, saya cukup senang kalau melihat Yogyakarta muncul dalam sebuah film. Rasanya ada sensasi tersendiri ketika melihat tempat-tempat yang sebenarnya akrab dalam kehidupan sehari-hari, tetapi ketika masuk ke layar film suasananya bisa terasa berbeda. Jalan, kampung, pasar, sampai sudut kota yang mungkin sering kita lewati ternyata bisa menjadi bagian penting dari sebuah cerita.
Kalau menengok film Indonesia era 2000-an, ada beberapa judul yang menjadikan Yogyakarta sebagai bagian dari perjalanan ceritanya. Dari beberapa film tersebut, saya memilih tiga judul yang menurut saya menarik untuk ditonton kembali, yaitu Mengejar Mas-Mas, Jagad X Code, dan Keramat. Ketiganya punya genre dan pendekatan yang berbeda dalam menggambarkan Jogja.
Mengejar Mas-Mas
Film pertama adalah Mengejar Mas-Mas yang dirilis pada 2007. Ceritanya mengikuti Shanaz, seorang remaja dari Jakarta yang pergi ke Yogyakarta setelah ibunya menikah lagi. Sesampainya di Jogja, perjalanan Shanaz justru membawanya bertemu dengan orang-orang dan kehidupan yang berbeda dari lingkungan asalnya.
Jogja bukan sekadar latar untuk memindahkan cerita dari satu tempat ke tempat lain.
Menurut saya, menariknya film ini terletak pada bagaimana Yogyakarta menjadi bagian dari perjalanan tokoh utamanya. Jogja bukan sekadar latar untuk memindahkan cerita dari satu tempat ke tempat lain. Kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar ikut memberikan warna pada perjalanan Shanaz.
Ada suasana Jogja yang terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bukan hanya tentang tempat wisata, tetapi juga tentang interaksi antarmanusia dan kehidupan masyarakatnya. Dari sini, film Mengejar Mas-Mas terasa seperti cerita perjalanan seseorang yang akhirnya menemukan pengalaman baru setelah keluar dari lingkungan yang selama ini dikenalnya.
Jagad X Code
Berikutnya ada Jagad X Code, film yang dirilis pada 2009. Film ini membawa cerita ke kehidupan Jagad, Bayu, dan Gareng yang tinggal di kawasan Kali Code.
Bagi saya, film ini menarik karena memperlihatkan sisi Yogyakarta yang cukup berbeda. Kawasan Kali Code menjadi bagian penting dalam cerita dan memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat di salah satu sudut kota Jogja.
Ketika sebuah lokasi tidak terasa seperti sekadar pajangan, di situlah sebuah kota mulai terasa hidup di dalam film.
Selain Kali Code, beberapa lokasi Yogyakarta lainnya juga hadir dalam film ini, seperti Pasar Ngasem dan Pasar Beringharjo. Jadi, sambil mengikuti cerita tiga sahabat tersebut, penonton juga mendapatkan gambaran beberapa sudut kota yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Yang saya suka dari film semacam ini adalah ketika sebuah lokasi tidak terasa seperti sekadar pajangan. Tempatnya memiliki hubungan dengan tokoh dan cerita. Kali Code misalnya, bukan hanya terlihat di belakang adegan, tetapi menjadi bagian dari dunia tempat para tokohnya menjalani kehidupan.
Keramat
Film ketiga adalah Keramat, sebuah film horor yang dirilis pada 2009. Ceritanya berawal dari sebuah tim film dari Jakarta yang datang ke Yogyakarta untuk melakukan persiapan produksi. Namun, perjalanan mereka kemudian berubah menjadi pengalaman yang penuh kejadian misterius.
Kalau Mengejar Mas-Mas terasa lebih dekat dengan cerita sosial dan Jagad X Code membawa kita melihat kehidupan kawasan Kali Code, Keramat memanfaatkan suasana Yogyakarta dan Bantul untuk membangun ketegangan.
Jalan yang biasa saja tiba-tiba terasa berbeda ketika dilihat melalui kamera film.
Saya rasa ini juga menarik karena Jogja memang memiliki banyak sisi. Kota ini bisa terlihat ramai dan hangat pada siang hari, tetapi ketika cerita film membawa kita ke kawasan yang lebih sepi, suasananya bisa berubah total. Apalagi kalau dibungkus dengan cerita horor. Jalan yang biasa saja tiba-tiba terasa berbeda ketika dilihat melalui kamera film.
Membawa Jogja ke dalam cerita perjalanan dan kehidupan sosial para tokohnya.
Memperlihatkan kehidupan masyarakat dan suasana kawasan Kali Code serta sudut-sudut Jogja lainnya.
Menghadirkan sisi Yogyakarta dan Bantul melalui suasana misteri dan cerita horor.
Jogja dalam Bingkai Film
Dari tiga film tersebut, saya melihat ada tiga cara berbeda dalam menghadirkan Yogyakarta. Mengejar Mas-Mas membawa kita pada perjalanan dan kehidupan sosial, Jagad X Code memperlihatkan kehidupan masyarakat di kawasan Kali Code, sedangkan Keramat mengeksplorasi suasana Yogyakarta dan Bantul melalui cerita horor.
Sebuah kota bisa terlihat berbeda tergantung dari cerita yang membawanya. Kadang terasa sederhana, kadang ramai, dan pada kesempatan lain justru bisa terasa misterius.
Jadi, kalau sedang ingin bernostalgia dengan film Indonesia era 2000-an sekaligus melihat Yogyakarta dalam balutan cerita yang berbeda, tiga film ini bisa masuk daftar tontonan. Ternyata Jogja tidak hanya menarik untuk dijelajahi langsung, tetapi juga seru untuk ditelusuri kembali lewat layar film.
Semuanya belum pernah ada yang saya tonton
ReplyDeleteDi jogja, terakhir kali nonton bioskop yaitu film tetanic.