Monday, 23 July 2018

Influencer & Blogger Rendezvous, menengok histori bangunan dari The Phoenix Hotel Yogyakarta

adipraa.com - Keabadian, sesuai namanya, itulah harapan dari The Phoenix Hotel Yogyakarta untuk terus selalu berjaya sampai kapanpun. Di tahun 2018, hotel bersejarah peninggalan jaman kolonial Belanda ini memperingati tepat 100 tahun usia bangunan awal hotel berdiri. Dan pada hari minggu (22/7), saya mendapat kesempatan menghadiri undangan acara Influencer & Blogger Rendezvous. Event ini adalah salah satu dari serangkaian acara untuk merayakan peringatan 100 tahun berdirinya The Phoenix Hotel Yogyakarta. Bertajuk Centennial Jubilee "The Story of a Greatness", mengikuti acara ini menjadi pengalaman unik bagi saya dimana mendapat pengetahuan baru mengenai sejarah sebuah bangunan hotel yang menawan.

Centennial Jubilee merupakan sebuah perayaan besar untuk menandai peringatan 100 tahun usia bangunan hotel. Mari kita tengok historinya. Berdiri pada tahun 1918, lokasi bangunan awal yang menjadi cagar budaya ini beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 9 Yogyakarta. Bangunan awal hotel ini terletak di bagian depan dari halaman, lobby hingga sampai di koridor dekat Cendrawasih Meeting Room. Dahulu, bangunan ini adalah kediaman seorang saudagar dari Semarang yang bernama Kwik Djoen Eng. Sampai sekarang, The Phoenix Hotel Yogyakarta konsisten mempertahankan bangunan awal tersebut sesuai dengan aslinya. Karena konsistensinya inilah, hotel bintang 5 (lima) yang masuk dalam koleksi hotel M-Gallery ini mendapat penghargaan dari Yogyakarta Heritage Society.
Hotel Tour Influencer & Blogger Rendezvous | adipraa.com
Hotel Tour

Lewat hotel tour yang menjadi salah satu itinerary dari kegiatan ini, saya bersama teman-teman influencer dan blogger diajak berkeliling mengenal ruang demi ruang dari The Phoenix Hotel Yogyakarta dimana memiliki suasana yang klasik, kaya akan barang-barang antik. Beragam ornamen kerajinan seni yang dipajang menghiasi tiap-tiap sudut ruang hotel ini merupakan perpaduan dekorasi Asia dan Eropa.

Bicara tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Pemerintahan Republik Indonesia sempat dipindah dari Jakarta ke Yogyakarta sekitar tahun 1946 - 1949. Dan hotel ini pun menjadi kantor sementara Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada masa tersebut juga bangunan hotel ini digunakan sebagai kediaman resmi Konsulat China.
Tanggal putar klasik di dalam bangunan hotel | adipraa.com
Tanggal putar klasik di dalam bangunan hotel

Yup, Ir. Soekarno pernah menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia di bangunan hotel ini. Tepatnya di lantai 2 bangunan awal hotel ini, untuk naik ke ruang kantor tersebut dapat diakses melalui tangga putar berbahan besi yang tampilannya sangat klasik. Saat ini, kantor tersebut difungsikan sebagai ruang General Manajer. 
Pohon Tanjung yang ditanam sendiri oleh Bung Karno | adipraa.com
Pohon Tanjung yang ditanam sendiri oleh Bung Karno
Pohon Tanjung yang menjulang tinggi | adipraa.com
Pohon Tanjung yang menjulang tinggi

Tak hanya kantor pemerintahan sementara, Bung Karno juga meninggalkan warisan berupa tanaman jenis Tanjung. Tanaman ini ditanam beliau pada tahun 1951 saat hotel ini berada di bawah manajemen Direktorat Perhotelan Negara dan Pariwisata (Manajemen Natour). Pada saat itu hotel ini bernama Hotel Merdeka. Hingga kini tanaman tersebut terawat dengan baik menghiasi bangunan hotel ini.

Selain "Hotel Merdeka", hotel yang bangunannya berusia 100 tahun ini telah beberapa kali berganti nama. Dimulai dari tahun 1930, seorang businessman Belanda bernama D.N.E Franckle menyewa bangunan hotel ini dan menamainya "The Splendid Hotel". Hingga di tahun 1942, namanya berganti menjadi "Yamato Hotel" saat Jepang menduduki Indonesia. Setelah masa Hotel Merdeka berlalu, Bapak Sulaeman mengambil alih kepemilikan hotel dari Manajemen Natour dan namanya pun resmi berubah menjadi "Phoenix Heritage Hotel". Lagi-lagi nama hotel ini berganti di tahun 2004 menjadi "Grand Mercure Yogyakarta".
Deluxe Room The Phoenix Hotel Yogyakarta | adipraa.com
Deluxe Room The Phoenix Hotel Yogyakarta

Hingga akhirnya di tahun 2009 hotel ini kemudian berganti nama menjadi "The Phoenix Hotel Yogyakarta". Di bawah bendera AccorHotels, hotel ini memiliki 143 kamar, 8 ruang pertemuan, 1 ballroom, kolam renang, spa, fitness center, butik dan cake shop.
Female Puppeteer by Paguyuban Dimas Diajeng Jogja | adipraa.com
Female Puppeteer by Paguyuban Dimas Diajeng Jogja

Usai menikmati hotel tour bersama teman-teman influencer dan blogger, agenda selanjutnya adalah menyaksikan beberapa pertunjukan seni yang dipersembahkan oleh Paguyuban Dimas Diajeng Jogja. Salah satu yang menarik yakni pertunjungan wayang kulit yang dimainkan oleh seorang dalang wanita. Rizki Rahma Nurwahyuni, dalang wanita perwakilan Dimas Diajeng Jogja ini mementaskan cerita pakeliran padat wayang kulit berjudul "Wahyu Cakraningrat". Cerita singkatnya ialah tentang Raden Abimanyu yang sedang mencari wahyu. Menarik, jarang di jaman sekarang ini generasi muda ada yang mau mencintai seni budaya Jawa. Apalagi dalang wanita, langka gaes!
Kepoin cerita reportase event menarik lainnya disini: Melihat Kesenian Jathilan "Roso Tunggal"
Sekian cerita singkat saya mengikuti Influencer & Blogger Rendezvous yang menjadi salah satu agenda menarik dari rangkaian acara Centennial Jubilee "The Story of a Greatness", sebuah perayaan memperingati 100 tahun berdirinya bangunan The Phoenix Hotel Yogyakarta. Sungguh menjadi pengalaman tersendiri bisa mendapatkan informasi sejarah bangunan hotel yang menjadi bangunan cagar budaya di Yogyakarta. Maturnuwun.
Previous Post
Next Post
Related Posts

31 comments:

  1. wah punay nilah sejarahnya, keren

    ReplyDelete
  2. Wah saya jadi penasaran pinguin nginep di the phoenix hotel ini, nilai sejarahnya menarik banget!

    ReplyDelete
  3. Banyak info jadinya, selain tentang informasi hotel, juga informasi sejarah yang belum saya tahu sebelumnya.

    Ah kangen Yogyakarta :)

    ReplyDelete
  4. Wah asik yah bisa hotel tour, jadi bisa tau info seputar hotel dengan detail

    ReplyDelete
  5. Seru ya... Terasa kaya nginep di museum... Hehehe... Btw hotel tour ini hanya untuk blogger aja kah...? Atau bisa untuk masyarakat umum juga... Aku penasaran Ama ruang kerjanya bung Karno itu euy

    ReplyDelete
  6. wah, model bangunannya mirip dengan hotel Niagara yang ada di Malang. Konon kabarnya hotel Niagara ini adalah hotel pertama di Malang, bisa jadi seumran dengan The Phoenix Hotel Jogjakarta

    ReplyDelete
  7. hmmm, kapan bisa ke jogja lagi yaa? pengen juga melihat The Phoenix Hotel Yogyakarta secara langsung

    ReplyDelete
  8. Mau ke jogja dan nginep disana dah lama bnget gk explore

    ReplyDelete
  9. Wah udah lamaa banget ya ternyata, seabad. Pengin ke sini nih, untuk belajar sejarah.

    ReplyDelete
  10. Bahasannya komplet gini. Ikut kontes atau dapat job review?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya menghadiri undangan saja, dan sebagai ucapan terimakasih kepada pihak manajemen The Phoenix Hotel Yogyakarta...

      Delete
  11. Luar biasa ternyata The Phoenix Hotel banyak menyimpan sejarah era Dahulu...Dan mungkin sudah banyak gonta-ganti penguasa...

    Meski masih mencerminkan ciri khas bangunan lama namun The Phoenix Hotel tetap kokoh dan anggun berdiri...😄😄😄

    ReplyDelete
  12. Wah nginap sekalian belajar sejarah ya di hotel ini. Ulasannya juga lengkap

    ReplyDelete
  13. wah, selamat nih buat perayaan ke-100 tahunnya The Phoenix Hotel Yogyakarta. eh, kia2 siapa yg punya hak pate kelola ini hotel ya, mas?

    ReplyDelete
  14. sudah tua juga ya hotelnya. Sejarah klasik ini memang jadi nilai tambah malah yaa

    ReplyDelete
  15. Hotelnya ternyata cukup bersejarah ya. Ada jejak sejarah Pak Sukarno juga rupanya. Karena di Jogja, mesti hotel beginian disuka wisatawan asing karena kental seni budayanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Ika, saat saya berada disana, banyak bule berlalu lalang

      Delete
  16. Hotel yang klasik. Pernah kesini sekali waktu om nginap disana.

    ReplyDelete
  17. Ada pohon tanaman bunga Karno...udah lama banget hotel ini ya..ada nilai sejarah masa lalu yg terekam disini..

    ReplyDelete
  18. udah lama pengen nginet di hotel ini..semoga e jogja besok bisa keturutan..

    ReplyDelete
  19. Hotelnya banyak menyimpan rahasia dan cerita. Seru banget bisa eksplore ini. eh btw kalau hotel tua gini seram ngga sih? heheheh

    ReplyDelete
  20. Wah, mesti kemarin rame ya mas.. banyak sejarah menarik yang tersembunyi ternyata.. hehe.. sayang kemarin diriku ga bisa ikut karena acaranya bareng sama acara keluarga.. :-D

    ReplyDelete
  21. Wow usianya 100 tahun? Kereeenn, bahkan pohon yang ditamnam oleh Bung Karno pun msh ada...
    Semoga selalu awet ya bangunan fisik hotelnya...

    ReplyDelete
  22. Pernah denger ini salah satu hotel di jogja dgn masakan di restoran yg sedap sedap.. trus baca disini infonya udah 100 tahun pula usianya. Berarti bener, bisa jadi sedap krn berpengalaman. Ah jd penasaran

    ReplyDelete
  23. Udah 1 abad dan aku baru tau ada hotel bintang 5 di Jogja.
    Disini kadang aku merasa kurang update (KuDet) karena biasanya kalo nginep di Jogja cuma dikasi referensi untuk tidur di losmen aja.

    Wagelaseh ini harus dicoba staycation dimarih*

    ReplyDelete
  24. Waw, ternyata Bung Karno pernah memanfaatkan bangunan hotel ini untuk menjalankan roda pemerintahan RI. Mantap. Nilai historinya kental banget, sekental susu manis cap nona.

    Suatu pengalaman tak terlupakan yah bisa ikut merasakan sensasi hotel bersejarah yang usianya mencapai 100 tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kok pake susu kental manis cap nona. Yang penting enak... Btw skg namanya jadi creamer... :)

      Delete
  25. Wah keren banget... sejarahnya kena banget...
    Asyuk kayaknya nih tempat

    ReplyDelete
  26. Duh, sayang banget aku ga ikutan.

    ReplyDelete
  27. Hotel bersejarah banget ya....usianya bisa 100 tahunan apalagi ikut menjadi saksi sejarah

    ReplyDelete
  28. Keren mas, dapat ilmu dan pengetahuan serta bisa keliling hotel juga.

    ReplyDelete