REPORTASE / FASHION / JOGJA 2017
Jogja Fashion Week 2017
Ketika kain tradisional, kreativitas, dan gagasan tentang
Indonesia bertemu di atas panggung fashion Yogyakarta.
adipraa.com - Perhelatan
Jogja Fashion Week (JFW) 2017 telah sukses dilaksanakan
pada Agustus lalu. Tepatnya tanggal 23 - 27 Agustus 2017.
Inilah ajang unjuk gigi untuk para desainer lokal
memamerkan karya-karyanya.
“Artistically Wastra”, menjadi tema yang diusung
pada perhelatan tahun ini dengan mengangkat kain tenun
sebagai bahan dasar.
Dengan mengusung tema tersebut harapannya agar masyarakat
lebih mengenal kekayaan kain yang ada di Indonesia.
01
Bertemu Badar
Lebih dari 70 desainer ikut berpartisipasi di acara
fashion tahunan ini.
Salah satunya adalah Badarwati, peserta JFW 2017 yang ikut
dalam kategori Busana Fantasy.
Beruntung saya mendapat kesempatan untuk ngobrol seputar
keikutsertaannya di ajang JFW 2017 dengan wanita yang akrab
disapa Badar ini.
Dalam obrolan singkat kami, Badar menjelaskan kalau dia
baru pertama kali ikut sebagai peserta JFW 2017 yang digelar
di Jogja Expo Center (JEC).
Meski 2 (dua) tahun belakangan Badar sempat membantu
body painting untuk peserta yang ikut di JFW sebelumnya.
Pencapaian
Juara Harapan III
Kategori Busana Fantasy
Karya
Abiya Anagiya
Konsep Pemersatu NKRI
Abiya Anagiya artinya Pemersatu NKRI, konsep yang
ditonjolkan Badar dalam desain fashionnya.
Mengangkat tentang Pancasila, wanita yang merupakan lulusan
DKV ISI 2011 ini menggandeng Ghea sebagai modelnya.
Dengan tinggi 173 cm, Ghea mampu menampilkan auranya dengan
kostum berkonsep Pancasila.
Terbukti di
Jogja Fashion Week 2017
ini, karya Badar masuk 6 (enam) besar dan mampu meraih
Juara Harapan III dalam kategori Busana Fantasy.
Sebuah prestasi yang patut dibanggakan.
“
Seruuuu.... kudu mantep konsep dan eksekusi desainnya.
Soalnya saingannya keren-keren banget!
Badar / JFW 2017
02
Merancang Pancasila
Awalnya Badar sempat bingung untuk membuat konsepnya,
karena clue dari juri harus memasukkan unsur Indonesia
dengan prosentase bahan busana 60% tenun, 20% Batik
dan 20% kain.
Selama 3 (tiga) hari memikirkan konsep, akhirnya menemukan
ide busana yang mengangkat tema Pancasila ini.
Untuk proses pengerjaannya sendiri Badar bercerita kalau
dia membutuhkan waktu sekitar 10 (sepuluh) hari.
Di ajang Jogja Fashion Week 2017 ini, Badar tidak
bekerja sendiri dalam menyiapkan karyanya.
Dia dibantu oleh beberapa temannya, salah satunya adalah
Janet yang membantu Hairdo.
Selain itu juga mendapat support dari Anggy,
Ruswanto, Andika Industriana, Fila Urfan, Rumbe, dkk.
Dan yang paling utama adalah dukungan dan doa dari
kedua orang tua.
Karya Busana berkonsep Pancasila ini juga diikutkan dalam
karnaval Malioboro Street Art.
Tak sedikit dari warga Jogja maupun wisatawan asing yang
melihat karnaval ini mengapresiasi dengan berfoto bersama
karya milik Badar.
CATATAN REPORTASE
Harapannya untuk perhelatan
Jogja Fashion Week di tahun mendatang,
Badar menuturkan semoga kompetisinya semakin baik dari
tahun ini.
Lebih ditingkatkan kreativitasnya di tahun depan agar
semakin semangat ikut kompetensinya.
Tetap semangat! Tetap berkarya!
FIN / ADIPRAA.COM


Wih selamat yah, busananya memang unik
ReplyDeleteDan kreatif.
DeleteTOP Badar...sukses selaalu menyertai aamiin
ReplyDeleteKreatif banget yang ngerancang busananya. Apik, unik dan menarik. Semoga tahun depan lebih bagus lagi.
ReplyDeleteWaw keren banget, busananya unik, kalau aku tak salah itu lambang padi dan kapas
ReplyDeleteselamat ya untuk semua yang terlibat, kalian luar biasa
We o we... Keren sangat. Kok bisa ya sekreatif itu? *langsung membandingkan dengan diri yg tidak kreatif blas :)
ReplyDeleteEmang keren banget tuh desain busananya.. mantap mbak badar...
ReplyDeleteoh ini yg aku pas diusir sama satpam, pas H-1 haha
ReplyDeleteduh pas dongnya malah gak ngeh keasyikan wifian di Grahatama
asyik sih tapi emang agak ngeri
keren2
Diusir knp mas Zayn?
DeleteSaya sening melihat peserta dengan antusias dan kreatifitasnya. Tidak asal ikut. Beruntung banget itu Si Badarwati ,baru pertama ikut ,bisa mendapat kemengangan juara III. Hebat, selamat dan selamat.
ReplyDeleteRalat Mas Bumi, belum Juara III tapi Harapan III. Tapi tetap diacungi jempol semangatnya....
DeleteWah, yang dapat harapan III aja udah sebagus ini. Gimana yang dapat juaranya ya?
ReplyDeleteIni ajang tahunan ya mas? Semoga bisa berkreasi lagi tahun depan. Saya tahu anak Indonesia bisa lebih kreatif lagi hehe :D
bangga rasanya punya desaigner yg handal dan artistik
ReplyDeleteKeren lah busananya,penuh dengan arti iya.
ReplyDeleteOwh iya googjob lah, suksek selalu buat para desainer dan acaranya.
Wow.. keren pisan rancangannya. Kepikiran gitu bikin yang seperti itu.. hihi
ReplyDeleteSenangnya menang..dibuat parade festival gitu keren yaa Mas Adi..jadi kangen Jogja, udah lama gak kesana hiiks
ReplyDeleteKeren bangeeeetttt
ReplyDeleteAda sayap sayapnya kayak victoria secret tapi ini sopan dan menarik banget karena ada unsur pancasilanya
pen foto barengggg
Keren ya busananya, apa itu busana yang dikenakan gak berat ya, Mas?
ReplyDeletebawa pakaian ini aja udah berat banget ya.
ReplyDeleteSuper kreatif. :D
ReplyDeleteSayapnya bisa bergerak-gerak kayak sayap kupu-kupu betulan ngga, mas ?.
ReplyDeleteMungkin, kelak jadi inspirasi buat perancang buat mbak Badar atau peserta lainnya untuk bikin kostum fantasi dengan sayap bisa digerak-gerakkan.
Biar beda gitu ..., soalnya kostum model seperti itu sudah banyak dibuat oleh desainer lainnya.
Ini cuma sekedar saran, loh :)
Selalu kagum dnegan para designer fashion yang unik-unik.
ReplyDeleteKarena idenya selalu outstanding. Saya ada teman di Malang yang sekarang mulai me-nasioanal juga, idenya unik.
Selamat buat pemenang JFW khususnya Badar...amazing!
Sukses buat FW mendatang