adipraa.com - Kisah Adipraa di dunia Minecraft kembali berlanjut. Pada episode sebelumnya, base pertama saya mulai terasa lebih nyaman. Kamar tidur sudah dibuat, penerangan mulai ditambah dengan lampion, dan goa berair yang berada tepat di samping base juga sudah diberi pagar. Saya bahkan sudah punya armor tembaga untuk menemani perjalanan berikutnya.
Yang paling menarik tentu saja kedatangan zombie berhelm emas yang akhirnya memberikan saya sebuah tali.
Awalnya saya tidak punya rencana khusus dengan tali tersebut. Namun, seperti yang sering terjadi dalam survival Minecraft, satu barang bisa saja membawa kita ke kegiatan lain yang sebelumnya tidak terpikirkan. Kali ini, tali itu membawa saya mencari penghuni baru untuk base.
Berburu Hewan di Sekitar Base
Saya mulai berjalan menjauh dari base sambil membawa tali. Tujuannya sederhana, mencari hewan yang bisa dibawa pulang.
Setelah cukup berkeliling, akhirnya saya menemukan beberapa hewan. Ada domba dan sapi yang terlihat cocok untuk dibawa ke base. Saya berhasil membawa dua ekor domba dan satu ekor sapi pulang.
Perjalanan membawa mereka ternyata cukup merepotkan. Saya harus berjalan perlahan supaya mereka tetap mengikuti saya dan tidak malah pergi ke arah lain. Beberapa kali saya harus berhenti atau mengatur posisi agar rombongan kecil ini tetap berada di jalur yang benar.
Tapi akhirnya kami sampai juga di base. Melihat tiga hewan itu sudah berada di dekat rumah, saya langsung berpikir untuk membuatkan tempat khusus bagi mereka.
Penghuni baru di sekitar base.
Goa Berair Berubah Jadi Kandang
Saya kembali melihat goa berair yang berada tepat di samping base. Tempat yang sebelumnya hanya saya gunakan untuk mengambil tembaga dan menjadi lokasi munculnya beberapa zombie ternyata masih bisa dimanfaatkan lagi. Kali ini saya jadikan bagian dari area kandang.
Saya membuat pembatas supaya dua domba dan satu sapi tersebut tidak berkeliaran ke mana-mana.
Goa itu pun perlahan berubah fungsi. Dari tempat yang awalnya cukup gelap dan sedikit menyeramkan, sekarang menjadi kandang kecil di samping base.
Setelah kandangnya selesai, saya baru sadar ada satu kebutuhan penting lainnya. Kalau mau memelihara hewan, tentu harus ada makanannya.
Mulai Menanam Gandum
Saya kemudian membuat lahan kecil untuk menanam wheat di sekitar base. Tidak terlalu besar, tetapi setidaknya sudah ada persediaan yang bisa digunakan untuk memberi makan hewan. Saya mulai merasa base ini semakin berkembang.
Awalnya saya hanya ingin punya tempat berlindung dari malam. Sekarang sudah ada kamar, penerangan, kandang, kebun, dan berbagai barang yang mulai memenuhi isi base.
Menariknya, semua itu tidak benar-benar saya rencanakan sejak awal. Satu kegiatan membawa saya ke kegiatan lainnya. Dan ternyata, perjalanan mencari hewan juga memberikan kejutan lain.
Bertemu Teman di Tengah Perjalanan
Saat masih berkeliling mencari hewan, saya menemukan seekor serigala. Melihatnya, saya langsung ingin mencoba menjinakkannya. Untungnya, saya masih mempunyai beberapa tulang dari skeleton yang sebelumnya saya kalahkan.
Saya coba memberikan tulang tersebut.
“Dan ternyata berhasil.”
Akhirnya saya punya teman baru yang bisa menemani perjalanan.
Rasanya cukup menyenangkan. Dunia yang awalnya terasa sepi perlahan mulai punya penghuni di sekitar base, dan sekarang saya juga mempunyai seekor serigala yang bisa diajak menjelajah.
Setelah kembali ke base dan menyelesaikan beberapa pekerjaan, saya kembali memperhatikan goa berair di samping rumah. Entah kenapa, saya jadi penasaran dengan bagian dalamnya.
Penggalian yang Awalnya Tanpa Tujuan
Saya kemudian mulai menggali dari area goa. Tidak ada koordinat tujuan. Tidak ada rencana membuat terowongan menuju tempat tertentu. Saya hanya penasaran, sebenarnya lorong ini akan membawa saya ke mana.
Kalau bertemu bagian yang tidak memungkinkan untuk dilewati, saya mencari arah lain. Kalau jalurnya masih bisa diteruskan, saya lanjut lagi. Saya tidak terlalu memikirkan akan sampai di mana, jadi penggalian itu benar-benar mengikuti keadaan di dalam tanah.
Semakin lama, lorong yang awalnya pendek mulai menjadi cukup panjang. Di sinilah eksplorasi bawah tanah terasa menarik. Kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan ditemukan di ujungnya. Bisa saja ketemu gua baru, menemukan bijih, atau malah berakhir di tempat yang sama sekali tidak disangka.
Saya pun terus berjalan dan menggali mengikuti jalur yang terbentuk secara alami sampai akhirnya melihat cahaya dari kejauhan.
Ternyata saya menemukan jalan keluar ke permukaan.
Setelah keluar, saya melihat koordinat yang menunjukkan sekitar -105, 71, 7.
Saya bahkan tidak tahu akan keluar di sini.
Saya sendiri tidak pernah menentukan tempat itu sebagai tujuan. Saya bahkan tidak tahu sebelumnya akan keluar di sana. Namun, karena sudah sampai, rasanya sayang kalau lokasi tersebut hanya menjadi pintu keluar sebuah lorong bawah tanah.
Dari sinilah muncul ide berikutnya.
Dari Pintu Keluar Menjadi Menara Pantau
Saya melihat-lihat lingkungan sekitar dari lokasi tersebut. Ada area yang cukup terbuka dan menurut saya menarik untuk dijadikan titik pengamatan.
Akhirnya saya memutuskan untuk membuat menara pantau.
Saya mulai membangun dari bawah dan perlahan menaikkannya sampai cukup tinggi.
Tidak ada desain yang benar-benar rumit. Saya hanya ingin membuat bangunan yang bisa digunakan untuk melihat area sekitar sekaligus menjadi penanda lokasi.
Dan ternyata hasilnya lumayan.
Sekarang saya punya jalur bawah tanah yang menghubungkan area goa di dekat base dengan tempat baru ini. Di ujung jalur tersebut berdiri sebuah menara yang awalnya sama sekali tidak ada dalam rencana saya.
Kalau dipikir-pikir, perjalanan kali ini memang benar-benar mengalir begitu saja. Saya awalnya hanya ingin menggunakan tali untuk membawa hewan pulang. Dari situ saya membuat kandang dan kebun gandum. Saat mencari hewan, saya malah menemukan serigala dan mendapatkan teman baru.
Kemudian saya kembali ke goa, menggali tanpa tujuan yang jelas, dan justru menemukan jalan keluar di tempat yang cukup jauh dari base. Karena sudah terlanjur sampai di sana, akhirnya saya membangun menara pantau.
Tidak ada satu pun dari rencana itu yang saya tentukan sejak awal. Dan justru itu yang membuatnya menarik.
Di dunia survival, terkadang perjalanan terbaik bukan yang sudah direncanakan dengan matang, tetapi perjalanan yang dimulai dari rasa penasaran lalu membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita duga.
Segini dulu cerita Adipraa di dunia Minecraft kali ini.
Base mulai ramai, saya punya beberapa hewan, seekor serigala sebagai teman, dan sebuah menara pantau yang muncul dari hasil eksplorasi tanpa rencana.
Entah ke mana perjalanan berikutnya akan membawa saya. Yang jelas, saya akan terus menjelajah dan melihat apa yang terjadi selanjutnya di dunia Minecraft.
Sampai jumpa di kisah berikutnya!

0 comments: