Thursday, 16 November 2017

Menikmati Sajian Musik Jawa di Goa Tabuhan Pacitan, Wisata Unik Penuh Sejarah

Plesiran • Pacitan • Jawa Timur

Menikmati Sajian Musik Jawa di Goa Tabuhan Pacitan

Menelusuri goa alami dengan stalagmit dan stalagtit yang ternyata bisa menghasilkan alunan musik seperti gamelan.

Goa Tabuhan Pacitan
Goa Tabuhan Pacitan

adipraa.com - Satu lagi destinasi wisata yang memberikan sensasi berbeda saat berada di Pacitan. Kota Seribu Satu Goa, sebagaimana sebutan yang melekat pada salah satu kabupaten di Jawa Timur ini, memang menyimpan banyak destinasi wisata goa yang menarik untuk dijelajahi.

Jadi, rasanya kurang lengkap kalau plesiran ke Pacitan tetapi tidak berkunjung ke goa. Dari sekian banyak goa yang ada, Goa Tabuhan punya daya tarik tersendiri.

“Bukan sekadar melihat keindahan goa, di sini bebatuan stalagmit dan stalagtit juga bisa menjadi bagian dari sebuah pertunjukan musik.”

Menyusuri Goa Tabuhan

Goa Tabuhan terletak di Dusun Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Namanya mungkin kalah femes dari Goa Gong, namun keindahannya memiliki potensi yang tidak kalah menarik.

Goa ini merupakan goa alami yang dihiasi beragam bentuk batuan stalagmit dan stalagtit. Bentuk-bentuk batuan tersebut menjadi ornamen alami yang membuat suasana di dalam goa terasa unik.

Anak tangga menuju Goa Tabuhan
Anak tangga menuju Goa Tabuhan

Batu yang Bisa Mengeluarkan Bunyi

Jumlah stalagmit dan stalagtit di Goa Tabuhan cukup banyak. Panjangnya mencapai rata-rata lima sampai tujuh meter dengan diameter sekitar setengah sampai satu meter.

Istimewanya, beberapa bebatuan tersebut apabila dipukul dapat mengeluarkan bunyi-bunyian. Dari sinilah muncul keunikan Goa Tabuhan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman musikal.

Stalagmit dan stalagtit Goa Tabuhan
Stalagmit dan stalagtit yang menghiasi Goa Tabuhan

Dari Goa Tapan hingga Goa Tabuhan

Awalnya Goa Tabuhan dikenal dengan nama Goa Tapan. Nama tersebut berkaitan dengan fungsi goa pada masa lalu yang digunakan untuk bertapa atau semedi oleh para kesatria.

Nama Goa Tabuhan sendiri mulai dikenal pada tahun 1936. Jika ditelusuri lebih dalam, terdapat sebuah jalan kecil buntu yang dipercaya sebagai petilasan Sentot Prawirodirjo, seorang panglima pada era Perang Diponegoro ketika melakukan meditasi.

Petilasan ruang meditasi Goa Tabuhan
Petilasan ruang meditasi di dalam Goa Tabuhan

Sejarah Goa Tabuhan juga berkaitan dengan perjuangan para Kesatria Mangkunegaran. Goa ini disebut menjadi tempat untuk mempertebal kesaktian ilmu melalui laku tapa dalam perjuangan melawan kompeni.

Goa Tabuhan juga disebut menjadi basis pertahanan dan daerah evaluasi untuk konsolidasi kekuatan bala tentara perjuangan Raden Mas Sahid Samber Nyowo yang mendapat dukungan dari Raden Banteng Wareng.

Informasi mengenai sejarah masa lalu tersebut saya dapatkan dari sebuah buku berjudul Goa Tabuhan, Obyek Wisata Potensial di Kab. Pacitan. Buku tersebut saya dapatkan dari pedagang di depan mulut goa dengan harga lima ribu rupiah. Isinya menguak sejarah dan misteri Goa Tabuhan.

Gelap, Lembap, tetapi Penuh Cerita

Menelusuri Goa Tabuhan memberikan pengalaman yang berbeda. Kondisi di dalam goa cukup gelap dengan penerangan yang minim. Namun jangan khawatir, pengunjung dapat menggunakan lampu senter yang disewakan oleh warga setempat di sekitar mulut goa.

Saat itu biaya sewa senter yang ditawarkan sekitar Rp5.000. Sederhana memang, tetapi keberadaan senter cukup membantu ketika ingin melihat lebih jelas ornamen batuan di dalam goa.

Highlight
Daya tarik utama Goa Tabuhan adalah pertunjukan musik Jawa yang memanfaatkan suara batuan stalagmit dan stalagtit.

Ketika Batu Goa Menjadi Musik

Suguhan yang menjadi menu utama saat mengunjungi objek wisata alam Goa Tabuhan adalah pertunjukan musik Jawa. Pertunjukan ini terbilang unik karena suara musik yang dimainkan berasal dari perpaduan batu-batu stalagmit dan stalagtit yang dipukul secara berirama.

Hasilnya menghasilkan suara yang mirip dengan musik gamelan. Mendengarkannya langsung di dalam ruang goa tentu memberikan pengalaman yang berbeda.

Kalau suka plesiran di Pacitan, baca juga:
Berlarian Kesana-Kemari di Pantai Teleng Ria Pacitan →

Satu paket gending campursari mempersembahkan lima buah lagu yang musiknya didapatkan dari suara pukulan batu di dalam Goa Tabuhan. Pada informasi yang saya dapatkan saat berkunjung, paket tersebut dibanderol Rp150.000.

Pertunjukan dimainkan oleh delapan orang dengan peran masing-masing. Satu orang memainkan kendang, tiga orang menjadi sinden, dan empat orang memainkan batuan stalagmit dan stalagtit.

Suasana pertunjukan musik Jawa di Goa Tabuhan

Goa Tabuhan, Wisata Alam dengan Irama

Pertunjukan yang mengagumkan ya gaes! Itulah sajian musik Jawa di Goa Tabuhan Pacitan yang dapat dinikmati. Indahnya Goa Tabuhan, nuansa alami dengan ornamen dan bentuk goa ciptaan Tuhan memang menarik untuk dikunjungi.

Selain menawarkan keindahan alam, Goa Tabuhan juga menyimpan cerita sejarah yang membuat pengalaman berkunjung terasa semakin lengkap. Ada alam, ada sejarah, dan ada seni yang berpadu di dalam satu tempat.

“Atine resik, tumindak becik, uripe bakal apik.”
Maturnuwun.
Previous Post
Next Post
The Blogger

  1. Keren banget..tapi kayaknya serem ya..gk berani ke situ sendiri..
    Tiketny murah lg..

    ReplyDelete
  2. wih keren bisa liat stalagmit langsung..
    emm.. tapi jauh ya dr jakarta.. hehehe

    ReplyDelete
  3. keren klo liat gua,
    apalagi stalagtit dan stalagmitnya
    sayang aku klaustrophobia, hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dont worry be happy, lawan dengan menghadirkan pikiran positif. Semangaaat mas Ikrom Zayn!

      Delete
  4. hal yang aku baru tahu tentang pacitan itu adalah hasil batu alamnya yang bagus banget.

    ReplyDelete
  5. Dulu pas kesana cuma masuk gua bentar, nggak sempet liat pertunjukan musiknya, padahal unik ya.

    ReplyDelete
  6. Goanya serem yak...
    Tapi ini tempat bagus nih.
    Ada kelelawarnya gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serem kayak di pelem2 Mak Lampir gitu mbak. hehehe

      Delete
  7. Indonesia itu memang bener2 syurga dunia nya para traveler
    tempat beragam wisata alam ada

    ReplyDelete
  8. Goanya mirip dgn punya vietnam kan yaa, 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah ke pietnam, jadi g tau mirip atau tidak mas Idris Hasibuan.

      Delete
  9. Kalau tempatnya indah pasti sy kesini

    ReplyDelete
  10. postingannya fotonya bagus semoga banyak yang berkunjung nantinya, jadinya jasa sewa senter ketiban berkahnya he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ya rabbal alamin. Makasih doanya mas Agus Supriyono. :)

      Delete
  11. Aku penasaran dengan goa-goa di Pacitan ini. Bener deh, masih alami. Pernah baca, katanya goa yang paling bagus ada di Pacitan.

    ReplyDelete
  12. wih goa nya keren banget, tapi kok rada ngeri ya baca stalaktit dan stalagmit yang dipukul2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak sembarang orang boleh mukul mbak Agi, hanya petugas goa yg boleh mukul. Dan yg dipukul batu tertentu saja. Thanks for coming here...

      Delete
  13. Saya belum pernah jalan jalan ke Gua semacam Gua Tabuhan...sensasinya tentu luar biasa berada diantara stalagtit nd stalagmit

    ReplyDelete
  14. memang terlihat alami, mas. goa tabuhan ini sangat natural. kayaknya kalo turun hujan kalo berteduh sama mbak-mbak bakalan syahdu banget ini. mantap.

    oiya, namanya goa tabuhan. kalo dalam bhs jawa berarti tabuhan itu kaya membunyikan gendhan gitu yak?

    ReplyDelete
  15. pacitan selalu punya cerita gua nya. sampai sekarang belum pernah saya ke pacitan. apalagi status nya sudah mantan. eh

    ReplyDelete
  16. Waw.. Sekadar tahu plang tulisannya pas habis dari Gua Gong dulu..
    Target tahun ini pas musim kemarau.. Semoga kesampaian.. Aamiin

    ReplyDelete
  17. Gua tabuhan punya sejarah panjang dan punya peran yang penting ternyata.
    Tidak hanya soal suara yang dihasilkan.

    ReplyDelete
  18. Belum pernah wisata ke goa dengan ditemani musik. Unik juga ya ke Goa pacitan ini bisa lihat stalagtit dan satalagmit. Paling dulu pernah ke Goa di Dago Pakar, Bandung. Kecil sih goanya. Ini kayaknya keren banget kalau bisa ngunjungin langsung

    ReplyDelete
  19. Nah, bagus nih warga sekitar memanfaatkan kekayaan alam sekitarnya. Kalau aku juga pasti akan bayar jasa untuk Gending Campursarinya. Penasaran banget sama pementasan musiknya :)

    ReplyDelete
  20. Menariknya berwisata goa ini adalah kita bisa belajar 3 hal sekaligus: alam, sejarah, dan bahkan budaya atau religi.

    Asal bukan alunan gamelan mistis aja yang kedengeran hehe.

    ReplyDelete
  21. Wisata goa sekali-sekalinya waktu ke Goa Trawangan di Blora. Itu pun selewat aja...
    Duh...ternyata banyak banget gua² di Indonesia. Menarik iiih ada gamelan Jawa segala...

    ReplyDelete
  22. Aku belum pernah berwisata ke gua ajak anak-anak loh Mas. Malah berwisata ke gua pun baru sekali pas jaman kecil. Itu pun lupa gua mana ya. Tapi asyik sekali ya lihat stalagtit dan stalagnit sambil dengerin musik Jawa.

    ReplyDelete
  23. Sekalinya masuk gua cuma Gua Belandan dan Gua Jepang pas ke Bandung hihihihi. Unik juga ya gua ini ada musiknya gamelan Jawa. Lewatin Pacitan waktu kapan gitu tapi ga mampir ke Goa Tabuhan ini. Dari luar kelihatan mulai gelap gitu ya seru kayaknya. Sip2 pinjam lampu senter bisa ya di sana?

    ReplyDelete
  24. kalo masuk Goa tuh emang mistis tapi menarik. Apalagi goa yang stalagtitnya bisa ditabuh gini kan ga semua

    ReplyDelete
  25. Seumur-umur, aku belum pernah lho ke Pacitan. Banyak yang bilang memang ini jadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Semoga bisa kesampaian ke sana ah

    ReplyDelete
  26. Di dalam goa gitu saat menonton pertunjukkan tabuhan musik Jawa nggak pada kepanasan ya? Biasanya di goa itu pengap dan panas.

    ReplyDelete
  27. Wah ada musiknya yaa mas di dalam Gua? Seru sih yah mas ada sensasi berbeda di didalam Gua hehe

    ReplyDelete
  28. Mas itu musiknya hasil mukul2 stalagtit dan stalagmit?
    Gak takut pada patah ya? Aku kok deg=degan sendiri bayanginnya
    Tapi idenya sih keren, kreatif banget. Mudah2an tetap terjaga kelestariannya ya


    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak sembarangan orang yang boleh mukul stalagtit dan stalagmitnya mbak Putu, hanya petugas yang boleh memainkannya...

      Delete
  29. Yang boleh memukul stalagtit dan stalagmit ini udah ahlinya kan, ya? Kalau pengunjung dilarang kan ikut mukul-mukul?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tul jaenab jaejatul jaedi, betul mbak...

      Delete
  30. Kalau masuk gua, yang terpikirkan adalah ada kalongnya ga ya

    ReplyDelete
  31. Aku belum pernah ke Pacitan. Pengen banget ih eksplor goa goanya kaya gini.

    ReplyDelete
  32. Ohh..ini goa unik yg bisa mengeluarkan suara musik itu kah ?? Pernah denger tapi kurang tau persis lokasinya
    Yg paling seru saat menelusuri goa itu keunikan dari stalagmit stalagtit yang beraneka rupa

    ReplyDelete