Domba Plontos!
Beberapa hari kemudian saya cek lagi kandangnya.
Setelah mencari tahu, ternyata jawabannya cukup sederhana: domba perlu makan rumput untuk menumbuhkan kembali wool-nya. Nah, di sinilah masalahnya. Kandang domba saya berada di dalam goa dan tidak memiliki rumput sama sekali.
Saya sebenarnya sudah mencoba mengakalinya dengan mengganti bagian bawah kandang menggunakan dirt. Dalam pikiran saya waktu itu, kalau sudah ada dirt, nanti rumput akan tumbuh sendiri. Ternyata saya keliru. Dirt tidak serta-merta berubah menjadi rumput hanya karena diletakkan di dalam kandang.
Bukan mencari diamond. Bukan membangun rumah. Kali ini misi Adipraa adalah membawa rumput dari luar goa sampai ke kandang domba.
Saya pun membuat jalur grass block dari area luar goa yang sudah ditumbuhi rumput menuju kandang. Setelah jalurnya tersedia, tinggal menunggu rumput menjalar perlahan.
Sambil menunggu, saya memilih melakukan aktivitas lain daripada hanya berdiri menatap grass block. 😄
Sambil menunggu, saya melihat dua domba plontos yang masih berada di kandang. Kebetulan persediaan wheat masih cukup, jadi sekalian saja saya gunakan untuk breeding.
Kedua domba itu saya beri wheat. Tidak lama kemudian lahirlah seekor anak domba. Saya langsung memperhatikan penampilannya. Ternyata anak dombanya tetap punya wool!
Hehehe, kedua induknya sedang sama-sama plontos karena habis dicukur, tetapi anaknya lahir dengan wool lengkap. Ternyata kegundulan induknya tidak ikut diwariskan kepada anak domba. 😂
Setelah urusan breeding selesai, saya kembali melakukan aktivitas lain, yaitu menjelajah goa untuk mining iron sambil menunggu rumput menjalar. Sesekali saya mengecek jalurnya. Awalnya memang belum terlihat banyak perubahan, tetapi perlahan rumput mulai bergerak semakin dekat ke kandang.
Beberapa hari kemudian, akhirnya rumput sudah sampai juga ke dalam kandang. Bagian yang sebelumnya hanya dipenuhi dirt kini mulai terlihat hijau.
Dengan adanya rumput di dalam kandang, domba-domba saya kini bisa makan. Setelah makan rumput, wool mereka bisa tumbuh kembali. Kalau sudah waktunya, saya bisa mencukur wool tersebut lagi untuk berbagai kebutuhan.
Dari misi kecil ini saya jadi tahu bahwa saya perlu menyediakan grass block yang bisa menjalar dari area yang sudah memiliki rumput.
Dari kejadian kecil ini saya jadi belajar bahwa di Minecraft, sesuatu yang terlihat sederhana belum tentu sesederhana yang saya kira. Saya sempat berpikir cukup menaruh dirt di kandang, lalu rumput akan muncul dengan sendirinya. Ternyata tidak begitu.
Misi kali ini memang bukan tentang diamond atau bangunan megah. Hanya domba plontos, beberapa blok dirt, grass block yang menjalar, breeding dua domba menggunakan wheat, dan sedikit mining iron sambil menunggu.
Tapi justru dari hal-hal kecil seperti inilah cerita di dunia Minecraft Adipraa terus bertambah. Sekarang kandang sudah kembali hijau, domba bisa makan rumput, dan tinggal menunggu wool mereka tumbuh lagi.
Quest selesai. Domba plontos siap berbulu lagi!

0 comments: