Lenka Franulic
Semangat Sejak Muda
Lenka Franulic lahir pada 22 Juli 1908 di Antofagasta, Chile, dari orang tua imigran Kroasia. Sejak muda, ia sudah menunjukkan keberanian untuk memperjuangkan kesempatan pendidikan yang setara.
Pada masa itu, perempuan mendapatkan kesempatan pendidikan yang berbeda dengan laki-laki. Namun Franulic tidak begitu saja menerima keadaan tersebut.
“Keberanian untuk bertanya bisa menjadi langkah pertama untuk mengubah sebuah aturan.”
Ketika berusia 15 tahun, ia menulis surat kepada Kementerian Pendidikan agar dirinya dan beberapa teman perempuannya dapat mengikuti kelas keenam seperti siswa laki-laki.
Permintaan itu akhirnya dikabulkan. Franulic kemudian bergabung dengan sekolah laki-laki. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya.
Dari Pendidikan ke Pers
Franulic melanjutkan studinya di Universitas Chile di Santiago dan mempelajari bahasa Inggris. Kemampuan tersebut kemudian membawanya mendapatkan pekerjaan jurnalistik pertamanya di majalah Hoy sebagai penerjemah artikel.
Ia kemudian meminta kesempatan untuk masuk ke bidang peliputan berita di majalah Ercilla. Langkah tersebut menjadi awal penting dalam perjalanan kariernya sebagai reporter.
Membuktikan Diri
Mendapatkan kesempatan sebagai reporter bukan perkara mudah. Pada masa itu, dunia jurnalistik masih didominasi laki-laki dan kemampuan perempuan sebagai reporter sempat diragukan.
Franulic membuktikan kemampuannya melalui pekerjaan. Salah satu keberhasilannya adalah mendapatkan wawancara dari tokoh yang dikenal tidak mudah berbicara dengan media.
Reporter
Dari penerjemah, Franulic berkembang menjadi reporter yang menangani berbagai tugas peliputan.
Pewawancara
Ia kemudian dikenal sebagai salah satu pewawancara terkemuka di Chile.
Dalam perjalanan kariernya, Franulic mewawancarai berbagai tokoh, termasuk tiga presiden Chile.
Jejak Karier
Lahir di Antofagasta
Lenka Franulic lahir dari keluarga imigran Kroasia di Chile.
Memperjuangkan Pendidikan
Mengajukan permohonan agar perempuan mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama.
Masuk Dunia Jurnalistik
Memulai perjalanan jurnalistik melalui majalah Hoy dan kemudian Ercilla.
Sekolah Jurnalisme
Turut mendirikan Sekolah Jurnalisme di Universitas Chile.
Nama Menjadi Penghargaan
Penghargaan bagi perempuan jurnalis Chile mulai menggunakan nama Lenka Franulic.
Lebih dari Seorang Reporter
Franulic tidak berhenti sebagai reporter dan pewawancara. Ia juga bekerja untuk sejumlah stasiun radio seperti Nuevo Mundo, Nacional, Cooperativa, serta Agricultura y Minería.
Ia kemudian dipercaya menjadi direktur majalah Eva dan Ercilla. Peran tersebut membuatnya tidak hanya bekerja di lapangan, tetapi juga ikut memimpin dunia jurnalistik.
Ia juga menjadi salah satu pendiri Círculo de Periodistas dan pada 1953 turut mendirikan Sekolah Jurnalisme di Universitas Chile.
Warisan Lenka Franulic
Perjalanan panjang Lenka Franulic kemudian mendapatkan pengakuan. Ia menerima Penghargaan Jurnalisme Nasional sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam dunia jurnalistik Chile.
Sejak 1963, Asosiasi Nasional Wanita Jurnalis Chile juga memberikan penghargaan yang menggunakan nama Lenka Franulic kepada perempuan jurnalis dengan kualitas kerja yang luar biasa.
Jejak yang Tetap Menyala
Lenka Franulic dikenang sebagai perempuan yang berani menerobos batas pada zamannya. Dari memperjuangkan pendidikan, masuk ke ruang redaksi, menjadi pewawancara, hingga ikut membangun pendidikan jurnalistik, perjalanan hidupnya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah pers Chile.
Keren... Perempuan emang nggak bisa diremehkan soal pekerjaan. Asal diberi kesempatan, perempuan pun bisa menyelesaikan pekerjaan lelaki dengan sama baiknya. Mantap. Lenka Franulic, kamu keren.
ReplyDeleteLenka franulic luar biasa ya, padahal awal abad 20 itu belum banyak wanita yang berani bicara keseteraan, ternyata beliau maju terus pantang mundur dan bisa menjadi wartawan.
ReplyDeleteM
Baca artikel ini cukup bikin merinding karena salut banget sama Lenka Franulic yang menunjukkan bahwa wanita juga bisa dengan keberaniannya bahkan terjun dibidang jurnalis
ReplyDeleteWaah keren yaa lenka franulic ini! Banyak prestasi yang sudah diraihnya. Memang perempuan ga boleh diremehkan soal pekerjaan, karena sama mampunya dengan laki-laki. Thanks sudah sharing
ReplyDeleteKeren nih Lenka, apalagi berada di dunia jurnalis yang tantangannya wow banget berada di antara para pria pula yang kadang memandang sebelah mata kemampuan wanita untuk bekerja
ReplyDeleteBacanya merinding, sosok pejuang emang selalu keren. Selalu suka kalau baca cerita hidup jurnalis.
ReplyDeleteSayang ga ada gambarnya Lenka Franulic ini ya. Sebagai pahlawan kesetaraan gender di negaranya sudah pasti keberadaannya jadi pahlawan yang sangat dihormati
ReplyDeleteAda kak, hanya saja saya buat siluet hitam putih sehingga g keliatan wajahnya. Kalau tanya di mbah google ada kok gambarnya.
DeleteDunia yang teramat patriarki terkadang menjadi penghalang tersendiri yaa bagi para kaum perempuan. Meski saat ini fenomena tersebut tersamarkan, tetapi tetap saja dalam beberapa bidang pekerjaan tetap terjadi disparitas perlakuan.
ReplyDeletesosok wanita yang sangat menginspirasi para wanita masa kini.
ReplyDeleteAku gak nyangka, sistem patriarki ternyata jaman dulu itu sangat kental, gak cuma di Indonesia bahkan di dunia.
Wow! Keren banget! Benar2 perempuan yang luar biasa ya Kak. Bisa dicontoh oleh jurnalis lain nih
ReplyDeletewah aku baru tahu nih lenka franulic ini. sangat inspiratif ya sepak terjangnya hingga menjadi jurnalis wanita yang legendaris
ReplyDeleteDan saya pun baru tahu tentang sosok Lenka Franulic dari tulisan ini. Mungkin bisa dibilang mirip-mirip dengan Kartini-nya di Chile sana ya Kak? Sama-sama berjuang di awal abad 19. Lenka Franulic berhasil menginspirasi para wanita untuk bisa terus belajar dan sukses di bidang-bidang yang mungkin jarang diminati wanita ya.
ReplyDeletemenginspirasi banget ceritanya, saya jadi merasa bagai remahan roti membaca kisah beliau ini
ReplyDeletenama nama di chile keren keren ya, dan karir jurnalistik franulic patut diacungi jempol. jadi tertarik baca buku buku beliau kalau ada 😆
ReplyDeletekisah menarik nih, salah satu figur jurnalis wanita yang kayanya bisa diangkat cerita menjadi sebuah naskah novel atau film.. bertema keberanian demi sebuah kebenaran.. trims udah berbagi ceritanya
ReplyDeleteWoww keren banget! Umur 15 tahun ngirim surat ke menteri lo, padahal masih belum ada sosmed kayak sekarang ya, yang bisa bikin surat terbuka dengan mudah. Keren sekali Lenka. Inspiratif dan memotivasi kaum perempuan supaya bisa berkarya seperti yang lain. Salut dengan para pejuang kesetaraan gender seperti ini!
ReplyDeleteBila di Chile ada Franulic,, di Indonesia ada RA Kartini dan Dewi Sartika, tokoh perempuan yang berjuang demi keseteraan gender, sungguh kisah yang menginspirasi
ReplyDeleteTakjub bener membaca kisahnya, membayangkan seakan-akan hadir pada zamannya dimana perempuan belum mendapatkan ruang untuk show up.
ReplyDeleteWah sangat menginspirasi agar wanita berani berekspresi menyalurkan pendapat memperjuangkan hak-hak wanita tanpa takut diintimidasi 👍
ReplyDeletewah saya baru mengenal sosok Lenka Franulic loh, dan baru tahu kalau beliau pelopor kesetaraan gender selain Kartini. Nice artikel nih kak menambah wawasan
ReplyDeleteKeren bangeeeet Lenka Franulic. Bener-bener menginspirasi. Memperjuangkan kesetaraan gender dan dia bisa berkarir di bidang yang disukainya, bahkan namanya dicatat dalam sejarah.. :)
ReplyDeleteAku baru tahu tentang seorang tokoh Lenca Franulic. Perjuangan beliau ternyata dimulai sejak muda banget. 15 tahun sudah berani meminta kesetaraan hak pendiidkan. Aku cuma tahu kalau ada Lenca Award. Luar biasa orang tua yang sudah mendiidknya.
ReplyDeleteKagum banget akan kiprah sosok Lenka Franulic. Karena sebagai perempuan, tentu kadangkala memiliki banyak keterbatasan. Namun, ia berani terus menyuarakan literasi mengenai kesetaraan gender yang menginspirasi seluruh wanita di seluruh dunia.
ReplyDeleteHal-hal kayak gini kadang jadi sangat tabu ya apalagi untuk seorang perempuan yang menggerakkan, berani dan tentu saja mengubah dunia
ReplyDeleteSemangatnya luar biasa! Diakui sebagai jurnalis wanita pertama di negara ya kak dan menjadi awal dari karirnya juga.. Tentu ini akan menginspirasi banyak org…
ReplyDeleteSemangat hebat Franulic pasti menginspirasi para wanita dimanapun ya kak.
ReplyDeleteSemoga hadir lagi sosok seperti Franulic-Franulic lainnya yang berani dan jujur dalam menginformasikan dan mengedukasi terkait kesetaraan gender
Wanita hebat.. kebayang di awal abad ke-19, posisi wanita masih sangat dipandang remeh, khususnya di kalangan kulit putih. Bahkan wanita tidak diizinkan berada satu ruang dengan lelaki yang sedang membahas urusan pekerjaan atau negara.
ReplyDeleteNamun di dunia Islam, ada wanita hebat di zaman Rasulullah, dia adalah Sofiyyah binti abdul mutholib, bibinya Rasulullah, ibunya Zubair bin Awwam, dia memakai baju besi dan menghunus pedang saat perang khandaq.
Naaah.. wanita-wanita kekinian seharusnya wajib baca dan mengenal kisah-kisah inspiratif seperti ini, nih.. biar terus terinspirasi selalu jadi pejuang2 keluarga yang tangguh di tengah gempuran stalking yang menghabiskan waktu percuma ya, wkwkw. :D
ReplyDelete