Ketika Anak Bilang,
“Pok Pok, Yah!”
Cerita sederhana dari agenda jalan-jalan ke Pakuwon Mall Yogyakarta. Niat awal cuma menemani anak main, eh malah berujung nyobain jajanan ayam crispy yang sudah lama jadi favorit si sulung.
Hari itu Minggu (23/7/2023). Cuaca cerah, tetapi suasana di rumah mulai terasa sedikit membosankan. Sudah cukup lama saya tidak jalan-jalan ke mal, sementara si bungsu juga mulai meminta agenda bermain.
Akhirnya, kami sekeluarga memutuskan pergi ke Pakuwon Mall Yogyakarta. Tidak ada agenda yang terlalu serius. Cuma ingin keluar rumah, jalan-jalan, menemani anak bermain, sekaligus mencari suasana baru.
Misi utama: main game
Target awal kami sebenarnya sederhana: si bungsu ingin bermain game mancing di Fun World. Jadi kami pun berjalan menuju ke sana.
Tapi namanya juga jalan bersama anak-anak. Rencana bisa berubah sewaktu-waktu. Di tengah perjalanan, si sulung tiba-tiba melihat sebuah gerai dengan tulisan yang langsung menarik perhatiannya.
Yup, Ayam Pok Pok. Dari luar gerai saja aroma ayam crispy-nya sudah cukup menggoda. Saya yang awalnya cuma menemani anak, akhirnya ikut penasaran. “Seenak apa sih sampai setiap ke Pakuwon Mall selalu minta ini?”
First bite: crispy banget!
Kami akhirnya memesan dua porsi Ayam Pok Pok. Setelah makanan datang, kami duduk di meja dekat gerai. Saya tentu saja ikut mencicipi beberapa potong ayam milik si anak lanang.
Kesan pertama? Potongan ayamnya cukup besar, bagian luarnya renyah dan garing, sementara bumbunya terasa cukup meresap.
Begitu gigitan pertama masuk, rasa gurih langsung terasa. Tidak terlalu neko-neko, tetapi justru itu yang membuatnya mudah disukai. Tekstur kulit ayam yang crispy memberikan sensasi renyah, sementara bagian dalamnya tetap terasa nikmat.
Pantas saja si sulung suka. Buat anak yang memang lebih suka rasa sederhana, varian original seperti ini memang pilihan aman.
Mau rasa yang mana?
Salah satu hal yang menarik, Ayam Pok Pok menyediakan beberapa pilihan rasa. Jadi bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
Tapi karena anak saya tipenya tidak suka yang terlalu banyak eksperimen, pilihan akhirnya jatuh ke rasa original. Simpel, gurih, crispy. Beres!
Worth it nggak?
Nah, ini bagian yang biasanya paling ditunggu: harganya.
Saat itu, satu porsi Ayam Pok Pok rasa original dibanderol Rp20.000. Dengan ukuran potongan ayam yang cukup besar dan jumlah yang lumayan banyak, menurut saya masih cukup oke untuk ukuran jajanan di mal.
Kalau menurut kalian gimana? Rp20 ribu mahal atau murah?
Dari gabut jadi bahan artikel
Lucunya, awalnya saya cuma merasa bosan di rumah. Pergi ke mal juga sebenarnya karena menemani anak bermain. Tidak ada rencana khusus untuk kulineran.
Tapi justru dari momen sederhana seperti inilah kadang muncul cerita kecil yang menarik untuk dibagikan.
Final thought ✦
Ayam Pok Pok menjadi salah satu jajanan yang selalu dicari si sulung
setiap kami berkunjung ke Pakuwon Mall Yogyakarta. Rasanya gurih,
teksturnya crispy, porsinya cukup mengenyangkan, dan pilihan rasanya
cukup beragam.
Jadi, kalau suatu saat kalian sedang jalan-jalan ke Pakuwon Mall dan
bingung mau ngemil apa, Ayam Pok Pok bisa masuk daftar untuk dicoba.
Kalau saya? Tinggal tunggu kalimat sakti dari anak:
“Yah, Pok Pok!” 😄
Jarang banget ayam crispy yang bumbunya meresap sampai ke dalam dagingnya kebanyakan cuma di kulit doang. Harga 20.000 menurut saya murah dan pasaran.
ReplyDeleteWalau sering denger namanya pok pok tapi belum pernah coba rasanya..paling banter NuGet ayam atau ayam tepung gitu sih
ReplyDeletedengan harga 20k lumayan murah sih dengan rasa yang senikmat itu :D
ReplyDelete