Saturday, 29 December 2018

Sepenggal cerita liburan di Candi Borobudur

adipraa.com - Naik-naik ke puncak candi, tinggi-tinggi sekali. Itu yang saya rasakan saat menapaki anak tangga menuju tingkat teratas bangunan megah warisan leluhur yang namanya istimewa hingga mancanegara. Candi Borobudur, itulah sebutannya. Adalah candi Budha terbesar di dunia yang dimiliki oleh Indonesia. Oleh karena keistimewaannya, tak heran bangunan bersejarah yang sudah berumur ratusan tahun ini pernah menjadi salah satu dari 7 (tujuh) keajaiban dunia. 
Sepenggal Cerita Liburan di Candi Borobudur | adipraa.com
Sepenggal Cerita Liburan di Candi Borobudur

Bukan suatu kebetulan melakukan wisata sejarah ke beberapa candi. Di Borobudur, saya ingin mengenalkan candi megah ini kepada anak lanang untuk menumbuhkan jiwa petualangnya dan menambah wawasan dengan mengunjungi tempat bersejarah.
Candi Borobudur | adipraa.com
Candi Borobudur

Saat berkunjung ke Candi Sambisari pekan lalu, anak lanang nyeletuk ke ibunya, "Candinya kok kecil, yang besaran ada ga nda". Setelah mendengar keinginan tersebut, kami berdua sepakat akan mengajaknya ke Candi Borobudur di lain kesempatan. Dan akhirnya terealisasi pada libur natal (25/12/2018) kemarin.

Berangkat jam delapan pagi dari rumah, perjalanan kami ke Magelang untuk liburan di Candi Borobudur berjalan lancar. Tidak ada kemacetan yang berarti, hanya saja, ada sedikit antrian saat hendak masuk ke lokasi parkir di Kawasan Candi Borobudur.

Terdengar lirih woro-woro saat mendekati pintu masuk yang menginformasikan area parkir di dalam kawasan Candi Borobudur ditutup karena sudah penuh. Akhirnya, kami memutuskan untuk parkir di luar saja. Sebut saja pak calo, dia mendekati kendaraan kami untuk menawarkan akan mencarikan lokasi parkir yang dekat dengan ongkos Rp. 20.000,-. Tanpa pikir panjang kami pun meng-iya-kan saja, yang penting bisa parkir.
Baca cerita plesiran candi lainnya disini: Menikmati Candi Dan Saoto Bathok Di Desa Sambisari atau Jappa-Jappa Ke Keraton Ratu Boko
Usai parkir di seberang jalan, saya pun antri di loket untuk membeli tiket masuk. FYI, harga tiket masuk ke Candi Borobudur untuk pengunjung domestik sebesar Rp. 40.000,- (Dewasa) dan Rp. 20.000,- (Anak Umur < 10 Tahun). Ada pula penawaran tiket terusan untuk dua obyek wisata yang terdiri dari Borobudur-Prambanan dan Borobudur-Ratu Boko. Dengan harga tiket sebesar Rp. 75.000,- (Dewasa) dan Rp. 35.000,- (Anak Umur < 10 Tahun), kita dapat masuk ke dua objek wisata candi sekaligus dengan masa berlaku tiket 3 (tiga) hari.
Tiket Sutle Bus Borobudur | adipraa.com
Tiket Sutle Bus Borobudur

Berhubung liburan kali ini mengajak serta akung-uti-nya dan menimbang jarak dari pintu masuk pemeriksaan tiket ke lokasi Candi Borobudur cukup jauh, kami pun menggunakan fasilitas transportasi shuttle bus yang disebut "mobil tayo" karena bentuknya mirip kartun Bis Tayo. Harga tiketnya sebesar Rp. 15.000,-/ orang. Selain mobil tayo, ada pula fasilitas transportasi lain yang disediakan di dalam kawasan candi antara lain Mobil Kereta, Mobil Volkswagen dengan kap yang bisa dibuka, Mobil Golf dan Kereta Andong.
Suasana di Komplek Candi Borobudur | adipraa.com
Suasana di Komplek Candi Borobudur

Anak lanang tampak menikmati naik mobil tayo menuju area candi, suasananya cukup sejuk melintasi pepohonan rindang dan rumput hijau. Berbeda dengan hawa di tingkat teratas Candi Borobudur, ternyata pengunjungnya berjubel meski terik matahari sudah menunjukkan eksistensinya.
Tingkat Teratas Candi Borobudur | adipraa.com
Tingkat Teratas Candi Borobudur

Untuk mencari spot foto yang sepi pun sedikit sulit karena banyaknya pengunjung. Tak berlama-lama berkeliling di atas, kami pun turun dan menikmati kemegahan Candi Borobudur dari bawah saja.
Pahatan Relief di Dinding Candi Borobudur | adipraa.com
Pahatan Relief di Dinding Candi Borobudur

Ngomongin candi fenomenal satu ini, bangunan yang menjadi situs warisan dunia ini memiliki banyak sekali pahatan relief di dindingnya. Sebanyak 2672 panel relief terpahat di candi bercorak Budha ini sungguh menjadi maha karya seni yang indah. Sebuah bukti peradaban manusia pada masa lalu yang sarat dengan nilai filosofis.
Relief Karmawibhangga | adipraa.com
Relief Karmawibhangga

Berdiri di sudut tenggara candi Borobudur, saya menikmati Relief Karmawibhangga. Relief yang menggambarkan hukum sebab akibat dan gambaran manusia yang masih terikat nafsu duniawi. Relief lain yang terpahat yang dapat dilihat antara lain Lalita Wistara, Jataka dan Awanda serta Gandawyuda. Bangunan Buddhis terbesar di tanah air ini pesonanya memang tiada duanya.
Andong sedang ngetem menanti pelanggan | adipraa.com
Andong sedang ngetem menanti pelanggan

Selesai sudah berkeliling di kawasan candi, saatnya untuk pulang. Perjalanan menuju lokasi parkir kami tempuh menggunakan kereta andong yang ngetem di dekat pintu keluar candi. Harga karcisnya cukup mencengangkan, yaitu sebesar Rp. 150.000,- untuk 1 andong.
Tiket Kereta Andong | adipraa.com
Tiket Kereta Andong

Namun harganya cukup sebanding dengan rute perjalanannya yang menyenangkan, ternyata andong ini menawarkan tour tilik ndeso di desa Borobudur. Anak lanang pun senang bisa duduk di samping pak kusir yang sedang bekerja, mengendarai kuda supaya baik jalannya. Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk.... *malah nyanyi*
Berfoto di depan Waroeng Kopi Borobudur | adipraa.com
Berfoto di depan Waroeng Kopi Borobudur

Di tengah perjalanan, andong pun berhenti sejenak di Balkondes Waroeng Kopi Borobudur untuk menikmati minuman jahe secara gratis. Singgah di tempat makan berbentuk Joglo ala Jawa Tengah ini, kami putuskan untuk makan siang sekalian.
Free Jahe Khusus Penumpang Andong | adipraa.com
Free Jahe Khusus Penumpang Andong
Nasi, Lotek dan Tempe Mendoan | adipraa.com
Nasi, Lotek dan Tempe Mendoan

Tempat ini menyediakan menu makanan tradisional secara prasmanan yang bisa diambil sendiri sesuai selera. Untuk menuntaskan lapar yang berkepanjangan, saya memilih makan dengan lotek dan tempe mendoan yang rasanya pas dinikmati bersama jahe gratisnya. Selain lotek, menu lain yang tak kalah nikmatnya ada mangut, sayur daun singkong, tumis daun pepaya dan masih banyak lagi.

Kenyang makan di Waroeng Kopi Borobudur, kami pun melanjutkan kembali perjalanan menuju tempat parkir menggunakan andong. Dan kepulangan kami ke Jogja diiringi hujan yang turun dengan derasnya. Ademmm...

Tak terasa sudah di penghujung cerita. Dan tak terasa pula sudah di penghujung tahun, sepenggal cerita liburan di Candi Borobudur ini menjadi postingan penutup di tahun 2018. Selamat datang 2019! Jangan lupa bermuhasabah. Apa yang akan kita siapkan di tahun 2019 untuk bekal hidup di dunia dan akhirat? By the way, follow blog ini dong. FIN.
Previous Post
Next Post
Related Posts

43 comments:

  1. Kalau baca tentang Borubudur, saya jadi ngk enak hati mas, sebab belum pernah kesana, hahahahah.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertamax kang. Semoga suatu saat nanti bisa ke Borobudur. Amin. Sekarang lewat artikel ini dulu ya.

      Delete
  2. Wwwkkkwwkk .. aku ikut ngakak saat baca naik andong malah dilanjut dengan nyanyi ..

    Candi Borobudur memang sangat memesona, luar biasa !.

    Itu harga parkir dan naik andongnya mahal banget, mas.
    Sebal deh kalau masih ada yang suka manfaatin keadaan kayak gitu.

    Semoga lebih ditertibkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru aja mau blogwalking ke blognya mas himawan udah keduluan dikunjungi. makasih ya mas. Borobudur, salah satu kebanggaan Indonesia, keistimewaannya sampai ke mancanegara. Ikut bangga....

      Delete
    2. Jadi ceritanya saling mau berkunjung blogwalking, udah keduluan ya hehehe :)

      Delete
    3. Ini aku berkunjung lagi di mari, mas... :)

      Bermaksud nambahin komentar karena kemarin ada yang kelupaan dan juga .. Ehem, buat naikin grafik juga wwwkkk ..

      Begini:

      Tiap kali lihat dan baca ulasan tentang candi Borobudur ..., ikut banggalah saiaa .. hahaha ..
      Ya sebagai seseorang asal kelahiran dari Magelang, rasanya seneng aja gitu nama candi Borobudur makin mendunia ..

      Bisa jadi juga, saiaaa keturunan dinasti Syailendra ..
      *ngayal*
      Hahhaha

      Delete
  3. Asik bisa liburan sekeluarga ke candi borobudur. Candi yg pernah masuk 7 keajaiban dinia. Pengen foto² juga sih kalo sempat lagi ke sini.

    ReplyDelete
  4. Wah, aku jadi pengen balik ke Borobudur :(
    Terakhir aku ke candi itu beberapa bulan lalu.
    Aku ikut group tur yg ada di kios2 pinggiran.
    Naik mobil ke magelang, bareng turis2 lainnya.
    Aku paling seneng ke candi ini sih... bagus.
    Apalagi kalo dateng pagi2, kan masih sejuk.
    Seneng ya bisa jalan-jalan sekeluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pagi lebih sejuk, waktu itu saya sampai borobudur udah siang, jd panas, hujannya pas pulangnya.

      Delete
  5. 12 tahun lalu, pernah mau ke sini, karena sudah berada di Solo. Tapi karena sesuatu hal, ya gak jadi. Sampai sekarangpun belum pernah ke sana. Oh Borobudur, kapan aku bisa menyambangimu...

    ReplyDelete
  6. pertama kali main ke candi waktu study tour semasa SD, sampai sekarang belum pernah main ke candi lagi hehe

    ReplyDelete
  7. Duh, aku nih belum kesampean aja buat ngajak anak2 liburan ke Borobudur :(

    ReplyDelete
  8. Wah mas adi pake kamera apa ya, kok bagus banget fotonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamera hape yang sudah suka ngrestart sendiri dan memorinya hampir penuh. :p

      Delete
  9. Pernah sekali ke candi Borobudur tapi pas week end. Eh bukannya bisa refreshing, ternyata ramainya minta ampun malah jadi pusing kepala hehe
    enaknya kalau kesana itu pas gak week end kak, yang gak terlalu ramai.

    ReplyDelete
  10. wah asik ada free jahe buat penumpang andongnya, duh sayang sekali saya belum pernah ke Candi Borobudur nih, insya allah next liburan kesini ah

    ReplyDelete
  11. baca tulisan ini jadi kangen borobudur mas, 7 tahun yang lalu keborobudur bawa anak pertama saat usianya 2 tahun, sekarang sudah ada adiknya.. dan belum kami ajak lagi main ke borobudur.. InshaAllah tahun ini bisa ke borobudur lagi ya mas, jadi nostalgia deh dengan borobudur

    ReplyDelete
  12. Wah Borobudur sdh lama sekali enggak pergi ke sana...jd pengen bawa anak2 ke sana...

    ReplyDelete
  13. Saya belum kesampaian juga ke Borobudur ini Mas, duuuuh baca ini jadi mupeng bangat saya ke sana. Hehehe

    semoga 2019 bisa tercapai jalan-jalan ke Borobudur ini. Aamiin...

    ReplyDelete
  14. Wah... terakhir ke Borobudur, 5 tahun yang lalu. Waktu itu kayaknya belum ada andong yang tour tilik deso itu. Kalau ada, pasti udah nyobain...

    ReplyDelete
  15. Wah, seru nih bisa ngajak anak ke Candi Borobudur. Aku udah lama banget gak ke sana. Terakhir tahun 2011. Aku pengen banget ngajak anak-anak ke sana. Kepengen saat sunrise itu lho. Kayaknya cantik banget pemandangannya. Dan wow, iya ya, tiket andongnya mahal banget. Eh ya, makan di sana mahal kah?

    ReplyDelete
  16. Beberapa kali ke Borobudur belum pernah sampai puncak dan belum dapat foto yang sepi-sepi gitu looh. Semoga bisa berkunjung lagi deh ke Candi Borobudur, setelah 3 tahun gak ke sana :)

    ReplyDelete
  17. Oh, Borobudur..lama sekali ku tak kesana..

    ReplyDelete
  18. Waktu aku ke Borobudur belum ada tiket terusan. Dan kayaknya tayo dan andong juga belom ada.Lebih rapi sekarang pengelolaannya berarti. Tapi sayang ada calo parkiran ya. Atau kalau enggak ada tarif valet resmi dari pengelola untuk menambah pendapatan, jadi enggak liar.

    Musti mampir lagi nih ke Borobudur kapan-kapan, pengin makan nasi lotek dan minum jahe

    ReplyDelete
  19. Borobudur salah satu situs yg dimiliki negeri ini. Memang harus bgt utk mengenalkan pada usia anak peninggalan dan sejarah di masa lampau agar segalanya tetap lestari

    ReplyDelete
  20. Liburan di situs bersejarah selalu menyenangkan apalagi dengan keluarga. Selalu ada cerita masa lampau yang bisa ditemukan direliefnya. seru ya... selamat berlibur

    ReplyDelete
  21. Seru banget liburan bersama keluarga ke Candi Borobudurnya :D

    ReplyDelete
  22. Terakhir kali, kami ke Jogja itu sekian tahun lalu. Seingat saya, saat itu, Merapi baru aja erupsi. Jaid, bagian atas Borobudur masih ditutup untuk umum. Dan, juga gak melihat andong seperti ini. Baru ada atau bagaimana, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terakhir saya ke Borobudur pas SMA dulu juga belum ada andong ini, iya mbak, sepertinya baru.

      Delete
  23. biasanya kalau ke borobudur kudu kuat dengan panasnya yang mantap
    hehe
    baca postingannya jadi pengen ke borobudur lagi

    ReplyDelete
  24. Klo aku ngrasain yang agak berat di Borobudur itu...areanya luas, tapi ga boleh bawa makanan/cemilan��. Pas udah laperrr...nemunya di deket pintu keluar itu.

    ReplyDelete
  25. Kok rasanya setelah baca cerita perjalanan ini saya tambah kepengen banget buat terbang ke Borobudur ya? hahaha

    ReplyDelete
  26. Dah lama bgt gak ke borobudur kl ke jogya terakhir 4 th yg lwt, kangen suasananya ya..

    ReplyDelete
  27. Wow, karang ada paket terusan Borobudur ke Prambanan Ratu Boko. Itu berapa jam perjalanan nya ya, saya dulu Prambanan-Ratu Boko dgn bus shutle hampir 1 jam karena macet, padahal Deket. Boleh bgt informasi nya kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berapa jamnya tergantung kondisi jalan, macet tidaknya. Betul. Kalo dari Borobudur ke Prambanan atau Ratu Boko, kira2 2 - 3 jam perjalanan. Baiknya sih dinikmati dalam dua hari kalau ada waktu lebih, misal hari ini Borobudur esoknya Prambanan atau Ratu Boko.

      Delete
  28. Saya pernah ke candi ini saat peak session mas, wuaaah mau foto yang bersih gak ada background orang lain susah sekali, harus menunggu lebih dari setengah jam baru bisa clean.....Baca artikel ini jadi pingin jalan2 ke sana lagi :)

    ReplyDelete
  29. Makin rindu Jogja, rencana tahun ini kesana backpackeran bareng istri, mudah-mudahan bisa terlaksana.

    ReplyDelete
  30. jadi ingat masa kecil mas...pasti kalau ada acara tamasya dari sekolah ke candi borobudur

    ReplyDelete
  31. Candi Borobudur memang sangat memikat sudah beberapa kali saya ke sana selalu kepengen lagi ke sana

    ReplyDelete
  32. Terakhir ke Borobudur itu kelas 4 SD klo g salah, kenangannya gtu doang haha.. setelahnya pas ke Jogja cma numpang lewat

    ReplyDelete