adipraa.com - Kamis, 23 Juli 2026, menjadi salah satu siang yang penuh makna. Selepas melaksanakan salat Dhuhur berjamaah di Masjid Al Ikhsan RSUD Kota Yogyakarta, saya berkesempatan mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Abdussalam Busyro. Kajian singkat yang rutin diadakan setelah salat tersebut kali ini mengangkat tema Pembatal Islam, sebuah pembahasan yang sangat penting sebagai pengingat bagi setiap muslim agar senantiasa menjaga keimanan.
| Jelajah Majelis Ilmu #1 |
Pada kesempatan tersebut, Ust. Abdussalam Busyro menjelaskan bahwa salah satu pembatal Islam yang paling utama adalah mempersekutukan Allah (syirik). Syirik merupakan dosa terbesar dalam Islam karena merusak kemurnian tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam setiap bentuk ibadah. Melalui penyampaian yang sederhana namun sarat makna, beliau mengingatkan bahwa seorang muslim harus selalu berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Selain membahas tentang syirik, kajian ini juga memberikan pengingat mengenai pentingnya menjaga tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa amalan yang ditekankan antara lain menjaga salat lima waktu dengan sebaik-baiknya, karena salat merupakan tiang agama sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah. Tidak kalah penting, beliau juga mengajak jamaah untuk terus menghadiri kajian-kajian Islam agar ilmu agama terus bertambah dan keimanan semakin kokoh. Dengan ilmu yang benar, seorang muslim akan lebih mudah memahami mana yang diperintahkan dan mana yang harus dihindari.
Meski hanya berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah salat Dhuhur, materi yang disampaikan mampu memberikan bekal berharga untuk direnungkan dan diamalkan. Kajian seperti ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan bekerja, selalu ada kesempatan untuk menambah ilmu agama dan memperbaiki kualitas diri.
Ust. Abdussalam Busyro juga menyampaikan bahwa pembahasan mengenai Pembatal Islam lainnya akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Hal ini tentu menjadi motivasi tersendiri untuk kembali hadir dan mengikuti rangkaian kajian hingga selesai, sehingga pemahaman tentang akidah dan tauhid dapat dipelajari secara utuh.
Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu menjadi jalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat tauhid, serta menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Insyaallah, saya menantikan kesempatan berikutnya untuk kembali menghadiri kajian dan melanjutkan pembahasan tentang pembatal-pembatal Islam yang akan disampaikan pada pertemuan mendatang.


0 comments: