adipraa.com - Mencicipi makanan dari negara lain selalu memberikan pengalaman tersendiri, terlebih jika makanan tersebut belum pernah saya coba sebelumnya. Kali ini saya berkesempatan mencicipi salah satu camilan khas India bernama Murukku. Jujur saja, sebelumnya saya belum familiar dengan nama makanan ringan satu ini. Bentuknya yang unik dan tulisan “Special Masala Murukku” pada kemasan membuat saya penasaran. Apalagi melihat tampilannya yang berupa lingkaran-lingkaran kecil berwarna kuning kecokelatan. Seperti apa rasanya?
Produk yang saya coba adalah Kozhikoden’s Special Masala Murukku dengan berat bersih 200 gram. Dari kemasannya saja, nuansa India sudah cukup terasa. Kombinasi warna oranye, kuning, putih, dan hijau membuat tampilannya mencolok. Bagian bawah kemasan dibuat transparan sehingga bentuk Murukku di dalamnya dapat terlihat dengan jelas. Bentuknya seperti spiral atau lingkaran kecil dengan permukaan bertekstur dan tampak dibalut bumbu.
Karena penasaran dengan camilan satu ini, saya pun mencari tahu lebih jauh tentang Murukku. Dari informasi yang saya dapat melalui Instagram @restoranrebung, Murukku berasal dari India Selatan, dengan akar kuliner yang sangat kuat di wilayah Tamil Nadu. Menariknya, nama murukku sendiri berasal dari bahasa Tamil yang berarti “berpilin” atau “berputar”. Namanya menggambarkan bentuk khas camilan ini yang dibuat melingkar atau menyerupai spiral. Setelah mengetahui asal-usul namanya, saya jadi paham mengapa bentuk unik tersebut menjadi salah satu ciri yang langsung menarik perhatian.
Karena ini pengalaman pertama, sebelum mencicipinya saya sempat memperhatikan bentuk Murukku lebih dekat. Sekilas camilan ini mengingatkan saya pada jajanan tradisional yang adonannya dicetak kemudian digoreng hingga kering. Ukurannya relatif kecil sehingga praktis disantap satu per satu. Begitu gigitan pertama, hal yang langsung mencuri perhatian adalah teksturnya yang renyah sekaligus cukup padat. Sensasi kriuknya terasa mantap saat dikunyah. Berbeda dengan kerupuk yang cenderung ringan dan mudah hancur, Murukku punya tekstur lebih kokoh.
Setelah menikmati kerenyahannya, giliran rasa masala yang terasa. Sesuai namanya, Special Masala Murukku menawarkan cita rasa gurih dengan karakter rempah yang khas. Bagi saya yang baru pertama kali mencicipinya, rasa tersebut cukup berbeda dibandingkan camilan yang biasa saya nikmati. Kalau kebanyakan snack menawarkan rasa seperti balado, barbeque, keju, atau jagung bakar, Murukku ini memberikan pengalaman lain melalui perpaduan rasa gurih dan aroma rempahnya.
Awalnya saya membayangkan bumbu masala akan terasa sangat kuat. Ternyata setelah beberapa kali mengunyah, rasanya cukup bisa dinikmati. Perpaduan bumbu dengan teksturnya yang renyah membuat tangan tanpa sadar ingin mengambil potongan berikutnya. Ada sensasi menikmati camilan yang familiar karena sama-sama gurih dan renyah, tetapi pada saat bersamaan hadir karakter rempah yang membuatnya berbeda.
Menurut saya, Murukku cocok dijadikan teman bersantai. Bisa dinikmati saat bekerja di depan laptop, menonton film, atau sekadar ngobrol bersama keluarga. Karena teksturnya padat dan rasanya kaya bumbu, menikmatinya sambil menyeruput minuman hangat sepertinya menjadi kombinasi yang pas. Secangkir teh hangat misalnya, bisa menemani sensasi gurih dan rempah dari setiap gigitan Murukku.
Setelah mencicipinya, muncul rasa penasaran lain. Apakah Murukku mudah ditemukan di Jogja? Selama ini saya lebih sering menemukan camilan lokal maupun makanan ringan dari beberapa negara Asia lainnya. Sementara Murukku sepertinya belum menjadi camilan yang umum dijumpai di rak minimarket. Kalau ada toko yang menjual produk India atau makanan impor di Jogja, rasanya menarik untuk berburu Murukku varian lainnya dan membandingkan rasa serta teksturnya.
Pengalaman pertama mencicipi Kozhikoden’s Special Masala Murukku cukup berkesan. Selain menemukan camilan baru dengan tekstur renyah dan rasa rempah yang khas, saya juga jadi sedikit mengenal kuliner India Selatan, khususnya Tamil Nadu. Bahkan namanya pun ternyata berkaitan erat dengan bentuk spiralnya. Dari sebungkus camilan sederhana, ternyata ada cerita kuliner yang menarik untuk diketahui. Kalau suatu hari menemukan Murukku lagi, saya tentu tidak akan merasa asing. Justru mungkin akan penasaran mencoba varian rasa lainnya.

0 comments: