Empat Botol, Satu Cerita Kecil
Sambil menunggu anak mengikuti les ekstrakurikuler di sekolahnya, saya kembali melanjutkan dolanan PlasticPay. Kali ini saya membawa beberapa botol plastik bekas dari rumah dan mencoba menyetorkannya ke RVM PlasticPay di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sambil menunggu anak mengikuti les ekstrakurikuler di sekolahnya, saya kembali melanjutkan dolanan PlasticPay. Kali ini, 20 Agustus 2026, kebetulan saya membawa beberapa botol plastik bekas yang sudah dikumpulkan di rumah.
Daripada hanya dibawa pulang atau malah menumpuk lagi, sekalian saja saya coba setorkan ke RVM PlasticPay. Tidak perlu menunggu botol terkumpul satu karung. Ada kesempatan setor, ya setor saja. Sedikit demi sedikit.
Sebelum berangkat ke UIN Sunan Kalijaga, saya sempat membuka aplikasi PlasticPay terlebih dahulu untuk mengecek kondisi RVM. Ternyata kapasitasnya masih belum penuh.
Oke, gas! Berarti masih ada ruang untuk beberapa botol yang sudah saya siapkan dari rumah. Saya pun melanjutkan perjalanan ke UIN sambil membawa botol-botol plastik tersebut.
Sesampainya di UIN Sunan Kalijaga, suasana kampus sedang cukup ramai. Kebetulan bertepatan dengan kegiatan ospek mahasiswa baru. Banyak mahasiswa yang lalu-lalang sehingga suasananya terasa lebih ramai dari biasanya.
Setelah sampai di UIN, saya mulai mencari lokasi RVM PlasticPay. Ternyata mencari mesinnya tidak semudah yang saya bayangkan. Saya sempat muter-muter karena posisi RVM tidak langsung terlihat dari area luar.
Ternyata RVM-nya berada di dalam gedung. Daripada semakin jauh muternya, akhirnya saya menerapkan prinsip sederhana: malu bertanya, sesat di jalan. Saya pun bertanya kepada satpam mengenai lokasi RVM PlasticPay.
Akhirnya ketemu juga!
Dari petunjuk satpam, saya akhirnya menemukan RVM. Lokasinya cukup nyempil, tepatnya di pintu masuk Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.
Lega juga rasanya. Misi mencari RVM akhirnya selesai. Saya tinggal memasukkan satu per satu botol plastik yang sudah dibawa dari rumah.
Total ada empat botol yang berhasil disetor. Beratnya memang belum seberapa, hanya sekitar 0,0748 kg. Tetapi dari empat botol tersebut saya mendapatkan 224 poin PlasticPay.
“Tidak harus banyak. Yang penting ada yang disetor.”
Catatan kecil dari dolanan PlasticPayYang menarik, informasi dari aplikasi PlasticPay sebelum berangkat tadi ternyata cukup membantu. Saya sudah tahu bahwa RVM masih belum penuh sehingga bisa memastikan terlebih dahulu bahwa mesin masih memungkinkan untuk digunakan.
Buat saya, hal seperti ini lumayan penting. Daripada datang ke sebuah lokasi tanpa tahu kondisi RVM, lebih baik cek dulu melalui aplikasi. Kalau masih tersedia ruang, baru berangkat.
Pengalaman seperti ini justru yang membuat dolanan PlasticPay terasa menarik. Kadang bukan soal berapa banyak botol atau berapa poin yang didapat, tetapi ada cerita kecil di setiap lokasi yang didatangi.
Kali ini ceritanya adalah muter-muter mencari RVM di tengah ramainya UIN Sunan Kalijaga, bertanya kepada satpam, lalu akhirnya menemukan mesin yang ternyata berada di lokasi yang cukup nyempil.
Jadi, segini dulu update dolanan PlasticPay kali ini. Hanya empat botol plastik, berat 0,0748 kg, dan mendapatkan 224 poin.
Tidak banyak memang. Tetapi lumayan untuk menambah koleksi poin sekaligus mengurangi sedikit sampah plastik.
Besok atau kapan-kapan kalau ada kesempatan, kita lanjut lagi dolanan PlasticPay. Siapa tahu berikutnya botol yang terkumpul lebih banyak dan ceritanya juga lebih seru.

0 comments: