Sunday, 18 October 2026

Sehari Wisata Dieng dan Wonosobo: Sunrise hingga Pabrik Teh, Seru!

ADIPRAA.COM TRAVEL JOURNAL · JAWA TENGAH
CATATAN PERJALANAN

Sehari Menjelajah Dieng

Berburu sunrise, menyusuri pegunungan dengan jeep, menikmati air panas, hingga makan siang di atas perahu. Satu hari, banyak cerita dari Dieng dan Wonosobo.

DIENG WONOSOBO ONE DAY TRIP
THE JOURNEY BEGINS

adipraa.com – Jalan-jalan sehari ke Dieng dan Wonosobo ternyata bisa memberikan banyak pengalaman menarik. Mulai dari berburu sunrise sejak pagi buta, naik jeep menyusuri kawasan pegunungan, menghangatkan kaki di pemandian air panas, sampai makan siang di atas perahu yang mengelilingi telaga. Semuanya kami nikmati bersama teman-teman dalam satu perjalanan yang cukup padat, tetapi menyenangkan.

01
FIRST LIGHT

Mengejar Sunrise di Dieng

Perjalanan dimulai sejak pagi buta dengan tujuan Maha Sky Dieng di kawasan Batu Angkruk. Agenda utamanya tentu saja berburu matahari terbit. Udara dingin khas pegunungan langsung terasa begitu kami tiba di lokasi. Namun, rasa dingin itu seolah terbayar ketika langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan.

Sunrise di Dieng dengan siluet pegunungan
01 / Sunrise Pagi yang perlahan menyala di Dieng

Siluet pegunungan terlihat berlapis-lapis, dengan Gunung Sindoro yang berdiri megah di kejauhan. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan pemandangan tersebut. Rasanya sayang kalau momen sunrise seindah ini hanya dinikmati tanpa membawa pulang foto sebagai kenang-kenangan.

02
ROAD ADVENTURE

Menyusuri Pegunungan dengan Jeep

Setelah puas menikmati sunrise, perjalanan berlanjut menggunakan jeep menuju pemandian air panas Banyu Alam. Menjelajahi kawasan pegunungan dengan jeep memberikan sensasi tersendiri, apalagi sambil menikmati pemandangan alam di sepanjang perjalanan.

Perjalanan menuju Pemandian Air Panas Banyu Alam menggunakan jeep
02 / Jeep Tour Perjalanan menjadi bagian dari petualangan
03
SLOW MOMENT

Menghangatkan Kaki di Banyu Alam

Sesampainya di Banyu Alam, saya memilih menikmati air hangat dengan cara sederhana, yaitu mencelupkan kaki ke dalam kolam. Saya tidak ikut berendam seluruh badan. Cukup duduk santai, merasakan hangatnya air, dan menikmati pemandangan alam sekitar.

Menghangatkan kaki di air belerang
03 / Warm Water Menikmati hangatnya air dengan santai
Pemandangan alam di Banyu Alam
04 / Nature Menikmati suasana alam sekitar

Setelah beraktivitas sejak dini hari, momen sederhana seperti ini terasa menyenangkan. Ternyata, liburan tidak harus selalu diisi kegiatan yang melelahkan. Sesekali, menikmati suasana dengan santai juga menjadi bagian penting dari perjalanan.

04
VOLCANIC LANDSCAPE

Singgah di Kawah Sikidang

Destinasi berikutnya adalah Kawah Sikidang, salah satu tempat wisata yang cukup populer di kawasan Dieng. Kawah ini dikenal dengan aktivitas vulkaniknya, termasuk uap panas yang muncul dari kawasan kawah. Sayangnya, ketika kami tiba, cuaca sedang terik-teriknya. Akhirnya, kami memilih tidak terlalu jauh berkeliling dan cukup menikmati pemandangan dari kejauhan. Meski begitu, kunjungan ke Kawah Sikidang tetap menjadi bagian menarik dari perjalanan.

Pemandangan Kawah Sikidang di Dieng
05 / Geothermal Kawah Sikidang, salah satu ikon wisata Dieng
05
LOCAL FINDS

Membawa Pulang Ubi Yakon

Sebelum melanjutkan perjalanan, saya menyempatkan diri mencari oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Dan saya menemukan satu oleh-oleh yang menarik, ubi yakon. Umbi yang dikenal juga dengan nama yacon ini berasal dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan dibudidayakan di sejumlah wilayah pegunungan, termasuk Indonesia. Bentuknya menyerupai umbi dengan kulit kecokelatan, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih kekuningan. Teksturnya renyah, berair, dan memiliki rasa manis yang menyegarkan.

Ubi yakon untuk oleh-oleh keluarga
06 / Oleh-oleh Ubi yakon, buah tangan dari perjalanan

Kenalan dengan Yakon

Yakon juga mengandung fruktooligosakarida (FOS), yaitu jenis karbohidrat yang dapat berfungsi sebagai prebiotik atau sumber makanan bagi bakteri tertentu yang bermanfaat di dalam usus. Menemukan ubi yakon menjadi pengalaman kecil yang menarik karena saya bisa membawa pulang oleh-oleh sekaligus mengenal bahan pangan yang mungkin belum terlalu familier bagi sebagian orang. Lumayan, perjalanan wisata kali ini juga menambah pengetahuan baru.

06
SCENIC DRIVE

Melewati Tanjakan Sikarim dan Curug Sikarim

Usai dari Kawah Sikidang, perjalanan dilanjutkan menuju Telaga Menjer untuk makan siang. Salah satu bagian perjalanan yang menarik adalah ketika kami melewati Tanjakan Sikarim yang dikenal dengan jalurnya yang menanjak dan berkelok. Di tengah perjalanan, kami juga melewati sebuah air terjun Curug Sikarim, salah satu wisata alam di kawasan Dieng dan Wonosobo. Namun kami tidak berhenti untuk menjelajahinya lebih jauh karena tidak ada dalam agenda perjalanan. Meski hanya melewatinya, keberadaan air terjun di tengah lanskap pegunungan menambah daya tarik perjalanan hari itu.

Pemandangan perjalanan menuju Telaga Menjer melewati kawasan Sikarim
07 / Sikarim Lanskap pegunungan sepanjang perjalanan

Perjalanan melewati kawasan Sikarim juga menyuguhkan pemandangan perbukitan hijau dan lahan pertanian yang mengikuti kontur lereng. Jalurnya cukup menantang sehingga perlu dilalui dengan hati-hati. Bagi saya, perjalanan darat seperti ini juga menjadi bagian dari pengalaman wisata. Terkadang, bukan hanya tempat tujuan yang menarik, tetapi juga pemandangan dan suasana sepanjang perjalanan.

07
LUNCH WITH A VIEW

Makan Siang di Atas Perahu Telaga Menjer

Setibanya di Telaga Menjer, agenda makan siang menjadi hal yang paling dinantikan. Namun, kali ini kami tidak makan di warung atau restoran biasa. Kami menikmati hidangan di atas perahu yang berjalan mengelilingi telaga. Pengalaman ini terasa berbeda karena selama makan, kami disuguhi pemandangan air telaga yang luas dengan latar perbukitan hijau. Angin bertiup pelan, sementara perahu bergerak perlahan menyusuri telaga. Sambil menikmati makanan, kami bisa mengobrol, bercanda, dan mengambil foto.

Makan siang bersama di atas perahu mengelilingi Telaga Menjer
08 / Telaga Menjer Makan siang dengan panorama perbukitan

Setelah perjalanan yang cukup padat sejak pagi, suasana Telaga Menjer terasa pas untuk beristirahat. Makan siang di atas perahu menjadi salah satu pengalaman paling menarik dalam perjalanan ini. Bukan hanya soal makanannya, tetapi juga suasana alam yang membuat momen sederhana terasa lebih istimewa.

08
LAST STOP

Pabrik Teh Tambi, Sampai di Luar Saja

Destinasi terakhir, perjalanan kami berlanjut ke Pabrik Teh Tambi. Saya cukup tertarik untuk melihat proses pengolahan teh secara langsung. Namun, setelah beraktivitas sejak dini hari dan mengunjungi beberapa destinasi, badan ternyata sudah cukup lelah. Akhirnya, saya memutuskan tidak ikut masuk melihat proses produksi di pabrik tersebut. Sedikit disayangkan memang, tetapi tidak semua rencana harus dipaksakan terlaksana. Setidaknya, Pabrik Teh Tambi sudah masuk dalam daftar tempat yang pernah disinggahi. Siapa tahu, pada perjalanan berikutnya saya bisa kembali dengan kondisi yang lebih segar dan waktu yang lebih leluasa.

Berfoto bersama mobil jeep yang mengantar perjalanan di Dieng
09 / The Road Crew Berfoto bersama kendaraan yang mengantar seharian
END OF THE JOURNEY · ADIPRAA.COM

Satu Hari,
Banyak Cerita

Perjalanan sehari ke Dieng dan Wonosobo ini meninggalkan banyak cerita. Pengalaman yang didapat benar-benar menyenangkan, mulai dari melihat sunrise, menikmati hangatnya air di Banyu Alam, singgah di Kawah Sikidang, menemukan ubi yakon, melewati kawasan Sikarim, hingga makan siang di atas perahu Telaga Menjer.

Dieng dan Wonosobo, terima kasih untuk sehari yang penuh cerita. Pabrik Teh Tambi dan Curug Sikarim, semoga lain kali bisa dikunjungi untuk menikmatinya!

Fin. Jangan lupa bahagia!
The Blogger

0 comments: