Senin, 04 September 2017

Raih Juara Harapan III di Jogja Fashion Week 2017, Badar menampilkan busana bertemakan Pancasila

adipraa.com - Perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) 2017 telah sukses dilaksanakan pada Agustus lalu. Tepatnya tanggal 23 - 27 Agustus 2017. Inilah ajang unjuk gigi untuk para desainer lokal memamerkan karya-karyanya. “Artistically Wastra”, menjadi tema yang diusung pada perhelatan tahun ini dengan mengangkat kain tenun sebagai bahan dasar. Dengan mengusung tema tersebut harapannya agar masyarakat lebih mengenal kekayaan kain yang ada di Indonesia. 
Jogja Fashion Week 2017 | adipraa.com
Jogja Fashion Week 2017 (Picture by: Fila Urfan)
Lebih dari 70 desainer ikut berpartisipasi di acara fashion tahunan ini. Salah satunya adalah Badarwati, peserta JFW 2017 yang ikut dalam kategori Busana Fantasy. Beruntung saya mendapat kesempatan untuk ngobrol seputar keikutsertaannya di ajang JFW 2017 dengan wanita yang akrab disapa Badar ini.

Dalam obrolan singkat kami, Badar menjelaskan kalau dia baru pertama kali ikut sebagai peserta JFW 2017 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC). Meski 2 (dua) tahun belakangan Badar sempat membantu body painting untuk peserta yang ikut di JFW sebelumnya. 
Juara Harapan III Kategori Busana Fantasy | adipraa.com
Juara Harapan III Kategori Busana Fantasy (Picture by Fila Urfan)
Abiya Anagiya artinya Pemersatu NKRI, konsep yang ditonjolkan Badar dalam desain fashionnya. Mengangkat tentang Pancasila, wanita yang merupakan lulusan DKV ISI 2011 ini menggandeng Ghea sebagai modelnya. Dengan tinggi 173 cm, Ghea mampu menampilkan auranya dengan kostum berkonsep Pancasila. Terbukti di Jogja Fashion Week 2017 ini, karya Badar masuk 6 (enam) besar dan mampu meraih Juara Harapan III dalam kategori Busana Fantasy. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan. 
Badarwati dan Karya Busana fantasy miliknya | adipraa.com
Badarwati dan Karya Busana fantasy miliknya (Picture by Fila Urfan)
Awalnya Badar sempat bingung untuk membuat konsepnya, karena clue dari juri harus memasukkan unsur Indonesia dengan prosentase bahan busana 60% tenun, 20% Batik dan 20% kain. Selama 3 (tiga) hari memikirkan konsep, akhirnya menemukan ide busana yang mengangkat tema Pancasila ini. Untuk proses pengerjaannya sendiri Badar bercerita kalau dia membutuhkan waktu sekitar 10 (sepuluh) hari. 

Di ajang Jogja Fashion Week 2017 ini, Badar tidak bekerja sendiri dalam menyiapkan karyanya. Dia dibantu oleh beberapa temannya, salah satunya adalah Janet yang membantu Hairdo. Selain itu juga mendapat support dari Anggy, Ruswanto, Andika Industriana, Fila Urfan, Rumbe, dkk. Dan yang paling utama adalah dukungan dan doa dari kedua orang tua. 
Malioboro Street Art | adipraa.com
Malioboro Street Art (Picture By Fila Urfan)
Karya Badar mendapat apresiasi positif | adipraa.com
Karya Badar mendapat apresiasi positif (Picture by Fila Urfan)
Karya Busana berkonsep Pancasila ini juga diikutkan dalam karnaval Malioboro Street Art. Tak sedikit dari warga Jogja maupun wisatawan asing yang melihat karnaval ini mengapresiasi dengan berfoto bersama karya milik Badar. 

"Seruuuu.... kudu mantep konsep dan eksekusi desainnya. Soalnya saingannya keren-keren banget!" kata Badar antusias ketika ditanya bagaimana kesannya mengikuti kompetisi di JFW 2017 ini.
Baca juga : 2 Jenis Kuliner Jadul Yang Ingin Kunikmati Di Pasar Kangen Jogja
Harapannya untuk perhelatan Jogja Fashion Week di tahun mendatang, Badar menuturkan semoga kompetisinya semakin baik dari tahun ini. Lebih ditingkatkan kreativitasnya di tahun depan agar semakin semangat ikut kompetensinya. Tetap semangat! Tetap berkarya! FIN.
Previous Post
Next Post
Related Posts

19 komentar:

  1. Wih selamat yah, busananya memang unik

    BalasHapus
  2. TOP Badar...sukses selaalu menyertai aamiin

    BalasHapus
  3. Kreatif banget yang ngerancang busananya. Apik, unik dan menarik. Semoga tahun depan lebih bagus lagi.

    BalasHapus
  4. Waw keren banget, busananya unik, kalau aku tak salah itu lambang padi dan kapas
    selamat ya untuk semua yang terlibat, kalian luar biasa

    BalasHapus
  5. We o we... Keren sangat. Kok bisa ya sekreatif itu? *langsung membandingkan dengan diri yg tidak kreatif blas :)

    BalasHapus
  6. Emang keren banget tuh desain busananya.. mantap mbak badar...

    BalasHapus
  7. oh ini yg aku pas diusir sama satpam, pas H-1 haha
    duh pas dongnya malah gak ngeh keasyikan wifian di Grahatama
    asyik sih tapi emang agak ngeri
    keren2

    BalasHapus
  8. Saya sening melihat peserta dengan antusias dan kreatifitasnya. Tidak asal ikut. Beruntung banget itu Si Badarwati ,baru pertama ikut ,bisa mendapat kemengangan juara III. Hebat, selamat dan selamat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ralat Mas Bumi, belum Juara III tapi Harapan III. Tapi tetap diacungi jempol semangatnya....

      Hapus
  9. Wah, yang dapat harapan III aja udah sebagus ini. Gimana yang dapat juaranya ya?
    Ini ajang tahunan ya mas? Semoga bisa berkreasi lagi tahun depan. Saya tahu anak Indonesia bisa lebih kreatif lagi hehe :D

    BalasHapus
  10. bangga rasanya punya desaigner yg handal dan artistik

    BalasHapus
  11. Keren lah busananya,penuh dengan arti iya.

    Owh iya googjob lah, suksek selalu buat para desainer dan acaranya.

    BalasHapus
  12. Wow.. keren pisan rancangannya. Kepikiran gitu bikin yang seperti itu.. hihi

    BalasHapus
  13. Senangnya menang..dibuat parade festival gitu keren yaa Mas Adi..jadi kangen Jogja, udah lama gak kesana hiiks

    BalasHapus
  14. Keren bangeeeetttt

    Ada sayap sayapnya kayak victoria secret tapi ini sopan dan menarik banget karena ada unsur pancasilanya

    pen foto barengggg

    BalasHapus
  15. Keren ya busananya, apa itu busana yang dikenakan gak berat ya, Mas?

    BalasHapus
  16. bawa pakaian ini aja udah berat banget ya.

    BalasHapus