Seminggu yang lalu, saya dan keluarga menghabiskan Minggu pagi dengan main ke Car Free Day (CFD) Alun-alun Wates. Kami bukan datang untuk olahraga seperti jogging atau senam. Tujuan utamanya justru lebih sederhana: kulineran sambil mengajak anak lanang refreshing dari rutinitas sekolah yang cukup padat.
CFD Alun-alun Wates memang selalu punya suasana yang menarik. Pagi-pagi sudah ramai oleh pengunjung. Ada yang jalan-jalan santai, menikmati suasana kota, mengajak anak bermain, sampai berburu jajanan kaki lima yang berjajar di sekitar area alun-alun. Bagi saya, tempat seperti ini memang paling enak dinikmati tanpa target yang terlalu serius. Datang, jalan, lihat-lihat, lalu kalau ada makanan menarik ya berhenti.
Begitu tiba di lokasi, anak saya langsung tertarik pada permainan serok ikan. Namanya juga anak-anak, melihat ikan kecil berenang di dalam kolam langsung saja matanya berbinar. Dengan cekatan dia mencoba menangkap ikan menggunakan serokan yang tersedia.
Hasilnya lumayan. Beberapa ikan berhasil didapatkan dan ketika waktu bermain selesai, dengan membayar Rp10.000, dua ekor ikan kecil hasil serokannya sendiri bisa dibawa pulang. Bagi orang dewasa mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak-anak pengalaman seperti ini justru menjadi bagian paling menyenangkan dari jalan-jalan pagi.
Zuppa Sup: Hangat, Gurih, dan Bawa Pulang Mangkuk
Sambil menunggu anak bermain, saya sempat mencicipi salah satu kuliner yang menarik perhatian, yaitu zuppa sup. Bukan hanya karena aromanya yang harum, tetapi juga karena cara penyajiannya yang cukup unik. Zuppa sup tersebut disajikan menggunakan mangkuk kaca bening.
Di dalamnya ada sup krim hangat yang ditutup puff pastry renyah di bagian atas. Saat disantap, perpaduan sup yang gurih dan hangat dengan pastry yang renyah terasa pas sekali untuk menemani suasana pagi. Apalagi makannya sambil duduk santai dan sesekali memperhatikan anak bermain.
Ada satu bonus yang menurut saya cukup menarik. Mangkuk kaca yang digunakan untuk menyajikan zuppa sup tersebut bisa dibawa pulang. Jadi rasanya seperti mendapatkan dua hal sekaligus: perut kenyang dan pulang membawa wadah cantik yang masih bisa dimanfaatkan di rumah.
Setelah anak saya puas bermain di istana balon dan mulai terlihat lelah, kami berjalan menyusuri sisi lain alun-alun. Di tengah perjalanan, perhatian kembali tertuju pada sebuah stand pecel pincuk yang terlihat cukup ramai.
Aroma bumbu kacangnya begitu kuat dan menggoda. Antreannya juga lumayan panjang. Daripada menunggu terlalu lama sementara anak sudah mulai lelah, akhirnya kami memilih untuk membungkus pecel tersebut. Belum sempat disantap di tempat, tetapi dari tampilannya saja sudah bisa membayangkan perpaduan sayuran segar dengan sambal kacang khasnya.
CFD pagi itu akhirnya menjadi paket lengkap versi keluarga kami. Ada permainan anak, ada jalan-jalan, ada jajanan, dan tentu saja ada cerita yang kemudian bisa dibawa pulang.
Kami datang bukan untuk mengejar jumlah langkah atau menyelesaikan beberapa putaran jogging. Kami hanya ingin menikmati Minggu pagi bersama anak lanang. Ternyata, tanpa direncanakan pun banyak hal menarik yang bisa ditemukan.
Pulangnya membawa dua ekor ikan hasil serokan, mangkuk kaca dari zuppa sup, pecel pincuk, susu kedelai, dan yang paling penting tentu saja membawa cerita. Bagi saya, justru momen-momen sederhana seperti inilah yang membuat acara jalan-jalan keluarga terasa lebih berkesan.
Jadi, kalau suatu saat ada yang bertanya apakah saya pergi ke CFD Alun-alun Wates untuk jogging, jawabannya sederhana: bukan jogging, tapi kulineran! Wkwkwk.
salfok ke zuppa soupnya, menu kesukaan :D
ReplyDelete