adipraa.com - Umbul Banyu Roso menjadi salah satu destinasi pemandian air hangat yang cukup menarik untuk dikunjungi di wilayah Magelang. Perjalanan kami dimulai pada pukul lima sore dari Jogja, dengan semangat yang cukup tinggi untuk menikmati suasana relaksasi di malam hari. Jalanan menuju Magelang saat itu relatif lancar, sehingga perjalanan terasa santai meski dilakukan setelah aktivitas seharian. Estimasi waktu tempuh sekitar satu jam membuat destinasi ini tergolong dekat dan cocok untuk short escape tanpa perlu menginap.
| Plakat Umbul Banyuroso |
Dalam perjalanan, kami sempat berhenti sejenak untuk menunaikan salat magrib di sebuah SPBU yang berada di Jalan Magelang. Fasilitas mushola yang tersedia cukup memadai, sehingga perjalanan tetap terasa nyaman tanpa harus terburu-buru.
Perjalanan dilanjutkan hingga mendekati lokasi tujuan yang berada di Dimajar 1, Desakan, Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Akses jalan menuju lokasi sebenarnya cukup mudah diikuti menggunakan peta digital, meskipun kondisi jalan di beberapa titik mulai gelap karena minim penerangan.
Namun, pengalaman kurang menyenangkan sempat terjadi ketika hampir tiba di lokasi. Kami sempat dicegat oleh dua orang yang membawa keranjang dan meminta uang sebesar lima ribu rupiah dengan alasan dana swadaya masyarakat. Praktik seperti ini tentu sangat disayangkan karena dapat mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Meski nominalnya kecil, pengalaman tersebut memberikan kesan kurang baik di awal kedatangan.
| Jalan menuju kolam |
Setibanya di lokasi sekitar pukul tujuh malam, suasana Umbul Banyu Roso terlihat cukup ramai oleh pengunjung. Harga tiket masuk yang hanya sepuluh ribu rupiah tergolong sangat terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan. Tempat ini menyediakan empat kolam dengan kedalaman yang bervariasi, mulai dari kolam dangkal untuk anak-anak hingga kolam yang lebih dalam untuk orang dewasa. Hal ini membuat tempat ini cocok untuk semua kalangan, baik keluarga maupun individu yang ingin bersantai.
Salah satu daya tarik utama di tempat ini adalah pancuran berbentuk kepala gajah dengan tiga aliran air yang cukup deras. Area ini menjadi favorit pengunjung yang ingin merasakan sensasi terapi air hangat langsung di bawah pancuran. Air hangat yang mengalir memberikan efek relaksasi pada tubuh, terutama setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Tidak heran jika banyak pengunjung yang betah berlama-lama di titik ini.
| Warung fried chicken di sekitar kolam |
Sebelum memulai aktivitas berenang, kami memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu. Di sekitar area pemandian terdapat beberapa warung sederhana yang menjual berbagai makanan, mulai dari nasi ayam hingga mi instan seperti pop mie. Kami memesan nasi ayam dan pop mie sebagai menu sederhana namun cukup mengenyangkan. Menikmati makanan hangat di udara malam yang sejuk menambah kenikmatan tersendiri sebelum berendam di kolam air hangat.
| Berendam di dekat pancuran gajah |
Setelah itu, saya mulai berenang di kolam dewasa. Sudah cukup lama tidak berenang, namun ternyata tubuh masih cukup mampu untuk bergerak aktif. Saya sempat berenang bolak-balik hingga tiga kali di kolam dewasa, yang cukup memberikan sensasi olahraga ringan sekaligus relaksasi. Air hangat di kolam membuat tubuh terasa lebih ringan dan tidak cepat lelah, sehingga aktivitas berenang terasa lebih menyenangkan dibandingkan kolam air biasa.
| Kolam dengan wahana plosotan |
Kami menghabiskan waktu berenang hingga sekitar pukul sembilan malam. Suasana malam hari di lokasi ini cukup nyaman dengan pencahayaan yang cukup terang. Setelah selesai berenang, kami membersihkan diri dan bersiap untuk kembali ke Jogja. Perjalanan pulang terasa lebih santai dengan tubuh yang sudah terasa segar dan rileks setelah berendam air hangat.
| Kolam anak-anak |
Umbul Banyu Roso menawarkan pengalaman pemandian air hangat yang cukup memuaskan dengan harga yang sangat terjangkau. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap untuk ukuran wisata lokal, ditambah dengan suasana alami yang mendukung relaksasi. Meski terdapat sedikit catatan terkait pungutan liar di sekitar lokasi, tempat ini tetap layak untuk dikunjungi, terutama bagi yang ingin melepas penat.
0 comments: